Saat makan dan menemukan rambut di dalamnya, tentu muncul perasaan jijik dan mungkin kehilangan nafsu makan. Anda mungkin akan cenderung menghentikan makan dan membuangnya. Tetapi, bagi yang merasa tidak terganggu dengan rambut yang ada di dalam makanan, mungkin Anda perlu menyimak penjelasan ini.
Dikutip dari laman Food Safety Helpline, rambut merupakan salah satu benda asing yang paling sering ditemukan dalam makanan dan bisa mendatangkan resiko kontaminasi. Biasanya rambut manusia akan disebut sebagai kontamin fisik maupun mikrobiologis. Alasannya karena selain menjadi benda asing, rambut juga bisa menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme dalam makanan.
Bayangkan, rambut bisa jadi membawa minyak, keringat, residu bahan kimia dari sampo atau perwarna rambut serta bahan organik lainnya yang menempel di rambut. Kombinasi dari zat-zat ini bisa menjadi tempat berkembang biak patogen jika dibiarkan dalam jangka waktu lama.
Ada sebuah laporan yang pernah diterbitkan oleh National Insititute of Science, Technology, and Development Studies yang mengungkap bahwa pada limbah rambut manusia terdapat sejumlah kontamin kimia beracun. Kontamin ini biasanya berasal dari lingkungan dan bisa mencapai makanan jika ada rambut manusia yang jatuh di dalamnya.
Jadi, apa resikonya jika menemukan rambut di dalam makanan? Resiko paling umum mungkin menyebabkan tersedak, tersangkut ditenggorokan ataupun mual. Tetapi, ada juga resiko potensial kontaminasi seperti adanya staphylococcus aureus, dari kulit kepala manusia yang bisa menularkan kurap serta infeksi jamur.
