in

Harga Telur Diprediksi Turun 2 Minggu Lagi

Telur. Foto: Pexel

Harga telur ayam di Indonesia masih tinggi. Rata-rata harga telur ayam ras di seluruh provinsi dijual dengan harga Rp31.400 per kilogram, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), Jumat (16/6). Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya produksi telur akibat terbatasnya jumlah ayam petelur.

Namun, di tengah lonjakan harga tersebut, Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli Hasan memperkirakan harga telur dapat turun dalam dua minggu ke depan. Hal ini dikarenakan pemerintah telah menambah jumlah ayam petelur untuk meningkatkan produksi telur. Peningkatan produksi telur ini diharapkan dapat menurunkan harga telur dalam waktu dekat.

Pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ketersediaan telur di pasar dan supermarket, serta memastikan bahwa kualitas telur tetap terjaga. Selain itu, mereka juga mencari cara untuk mengurangi biaya produksi, sehingga dapat menurunkan harga telur dalam jangka panjang.

Dengan cara itu, pasokan telur di pasar bisa tercukupi, sehingga harga dapat kembali stabil. Peningkatan jumlah indukan ayam petelur ini dipastikan akan meningkatkan produksi telur di seluruh provinsi.

Lebih lanjut, Zulhas berharap, dengan meningkatnya produksi telur, harga telur akan kembali normal dan bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara merata. Pemerintah juga menjanjikan akan terus mengawasi harga telur di pasar, dan berupaya untuk mempertahankan stabilitas harga dengan menambah jumlah indukan ayam petelur.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan jumlah peternak ayam petelur bertujuan untuk mengatasi stok telur yang semakin menipis. Menurut Zulhas, melonjaknya harga telur selama beberapa bulan terakhir ini disebabkan oleh banyaknya ayam yang dijual saat perayaan Idul Fitri, padahal seharusnya ayam-ayam tersebut sedang berproduksi.

Hal inilah yang menjadi penyebab naiknya harga telur. Ia menyebut bahwa pada saat Idul Fitri 1444 H, harga telur ayam sempat anjlok hingga Rp 25.000 per kilogram, sehingga banyak pedagang yang menjual ayam-ayam peternak yang mengakibatkan produksi telur menurun dan harga telur terus naik.