in

Pertamina Garap Blok Migas di Gurun Sahara Selama 35 Tahun

Ilustrasi- Pertamina Pertamina catatkan laba tertinggi di tahun 2022 (Humas Pertamina)

PT Pertamina (Persero) baru-baru ini mengumumkan perpanjangan kontrak senilai 800 juta dolar AS untuk eksploitasi hidrokarbon di ladang minyak Menzel Lejmat Nord (MLN), Aljazair, selama 35 tahun ke depan.

Perjanjian tersebut ditandatangani dengan perusahaan minyak milik negara Aljazair, Sonatrach, dan Repsol dari Spanyol pada hari Kamis (15/6).

Lapangan Minyak MLN merupakan lapangan gas di tengah Gurun Sahara yang dikembangkan sepenuhnya oleh Pertamina (Persero) sejak Mei 2014 setelah mengakuisisi hak partisipasi ConocoPhillips, perusahaan minyak asal Amerika Serikat.

Menurut laporan resmi Sonatrach, kontrak bagi hasil ini merupakan bagian dari nota kesepahaman yang ditandatangani pada tanggal 28 September 2022.

Keseluruhan investasi ini diperkirakan akan menghasilkan 150 juta barel setara minyak.
Program kerja dalam proyek ini meliputi pembangunan unit ekstraksi LPG, pengeboran 12 sumur minyak dan 1 sumur injeksi air, penyambungan sumur pengembangan baru dan pemeliharaan instalasi, akuisisi data seismik 3D, proyek WAG (Water Alternating Gas), proyek digitalisasi, studi laboratorium mengenai EOR (Enhanced Oil Recovery), dan proyek pembangkit listrik tenaga surya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan bahwa dalam kontrak tersebut, Pertamina diberikan izin membangun pabrik LPG dengan kapasitas 1 juta metrik ton per tahun. Produknya juga bisa dibawa ke Indonesia.

“Ini adalah wujud komitmen Pertamina yang sangat kuat dalam menurunkan karbon emisi pada seluruh kegiatan usahanya sejalan dengan penerapan ESG. Dengan terobosan baru ini, diharapkan dapat mengurangi impor LPG dan memperkuat neraca perdagangan Indonesia,” kata Nicke dalam keterangan resminya dilansir GNFI.