in

Apakah Salju Aman untuk Dimakan?

Ilustrasi bermain salju (Unsplash)
Ilustrasi bermain salju (Unsplash)

Salju tentu tidak akan kita temukan turun di Indonesia. Satu-satunya salju yang bisa dijumpai di negara ini letaknya sangat tinggi, di Cartenz Pyramid atau punjak Jaya di Pegunungan Jayawijaya.

Namun, mungkin ada rasa penasaran muncul soal bagaimana rasa salju. Apalagi bagi yang pernah berlibur ke negara empat musim yang memiliki musim salju. Namun meski memiliki tampilan mirip es serut, apakah salju aman untuk dimakan?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa salju sebagian besar terdiri dari air. Saat cuaca menjadi dingin, kelembapan yang harusnya menjadi hujan justru membeku dan menjadi kristal-kristal yang turun dari langit.

Namun, meski mengandung air, sebagian besar salju juga bisa mengandung senyawa lain. Misalnya salju yang berada di trotoar atau jalan, bisa mengandung garam atau batu dan bahan kimia lain. Ada pula salju yang berwarna merah muda karena mengandung lebih dari 60 spesies alga.

Lebih lanjut, dikutip darli laman Washington Post, sebenarnya salju yang baru saja turun bisa menyerap polutan. Salju ini, yang mungkin baru turun satu atau dua jam bisa mengandung zat-zat aneh termasuk jelaga, pestisida, atau bahkan merkuri, tetapi dalam kadar yang sangat rendah.

Jadi, secara teknis salju yang baru turun masih aman untuk dicicipi. Tapi jika kemudian Anda mencoba mencicipi salju yang sudah menumpuk berjam-jam. Bisa saja Anda akan menjilat berbagai kandungan polutan lainnya dalam jumlah yang lebih banyak dan berbahaya.