in

Bisakah Tanaman Terus-menerus Diandalkan untuk Mengurangi Pemanasan Global?

Tanaman mengurangi pemanasan global (Unsplash)
Tanaman mengurangi pemanasan global (Unsplash)

Tanaman dianggap jadi salah satu mahluk hidup yang paling membantu manusia mengurangi polusi udara dan pemanasan global. Tetapi, semakin lama perubahan iklim juga tidak bisa disangkal telah membuat Bumi menjadi lebih panas. Jadi, seberapa besar kita bisa bergantung pada tanaman dan tanah untuk membersihkan berbagai zat karbon yang mencemari udara?

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di Nature Ecology and Evolution, para peneliti menguji dan melihat bagaimana tanaman mempengaruhi cara Bumi bernafas. Anna Michalak dari Carnegie Insitute for Science mengungkap bahwa tanaman memberi service gratis dengan menghilangkan antara seperempat hingga sepertiga dari emisi karbon kita dari atmosfer.

Tanaman akan berlaku sebagai pengatur iklim. Mereka membantu mengatur iklim Bumi dengan menyerap karbon dioksida selama fotosintesis sehingga mengurangi efek gas rumah kaca. Mereka juga melepaskan oksigen yang sangat penting bagi berbagai bentuk kehidupan.

Namun, dikutip dari laman Earth, diketahui bahwa manusia tidak bisa terus bergantung pada tanaman. Sebab, temuan penelitian mengungkap bahwa suhu panas Bumi tidaklah mempengaruhi seberapa banyak fotosintesis yang dilakukan oleh tanaman.

Penelitian di Amerika Utara memang menunjukkan bahwa ekosistem wilayah tersebut lebih baik dalam melawan pemanasan. Tetapi, untuk memperlambat perubahan iklim, akan lebih banyak bergantung kepada aktivitas manusia.  Manusia dianggap tidak  bisa hanya mengandalkan komponen alami dan siklus karbon untuk mengurangi pemanasan. Tugas utamanya justru mengurangi pelepasan karbon ke atmosfer yang biasanya merupakan efek samping dari aktivitas manusia.