in

Alasan Francesco Bagnaia Lebih Menyukai Motor Tanpa Sayap

Francesco Bagnaia. Foto: Instagram @ducati
Francesco Bagnaia. Foto: Instagram @ducati

Preferensi Francesco Bagnaia untuk mengendarai motor tanpa sayap bisa dimaklumi. Pembalap Ducati Lenovo ini mengaku menyukai motor tanpa sayap karena lebih mudah dikendarai.

Sepeda motor MotoGP terus dikembangkan dari tahun ke tahun, termasuk dari segi aerodinamika. Penambahan sayap pada bagian depan dan belakang motor telah terbukti mempengaruhi gaya balap para pebalap, karena dapat meningkatkan kecepatan.

Ducati telah menjadi salah satu tim terdepan dalam hal inovasi. Hasilnya jelas, karena mereka telah mendominasi MotoGP selama beberapa tahun terakhir hingga Pecco – julukan Francesco Bagnaia, menjadi juara musim lalu.

Meski demikian, Bagnaia mengungkapkan bahwa ia lebih suka mengendarai Desmosedici GP tanpa sayap. Pembalap berusia 26 tahun ini percaya bahwa hal tersebut akan membuat tunggangannya lebih mudah dikendarai.

Ia juga merasa motornya lebih responsif dan mudah dikendalikan saat tidak dilengkapi sayap. Selain itu, dengan tidak memiliki sayap, motor memiliki pusat gravitasi yang lebih rendah, yang dapat meningkatkan handling.

“Dalam tes MotoGP pertama saya di Qatar saya minta untuk menguji motor tanpa sayap. Saya menyukainya karena bisa mengemudi lebih mudah,” kata Bagnaia dilansir laman Speedweek, Jumat (7/7).

Lebih lanjut, Bagnia mengaku lebih mudah melaju di tikungan dengan motor tanpa sayap.

Bagnaia saat ini berada di puncak klasemen sementara MotoGP 2023 dengan total 194 poin. Ia unggul atas rival terdekatnya, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi dengan selisih 35 dan 36 poin.

Pembalap Italia itu kini fokus mempersiapkan diri dengan baik selama jeda musim panas yang saat ini sedang berlangsung, yang akan berlangsung selama empat minggu ke depan.

Tujuannya adalah mempertahankan performa impresifnya pada paruh kedua MotoGP 2023, yang akan dimulai di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada 4-6 Agustus mendatang.