Merawat anak kucing sedikit lebih rumit daripada merawat kucing dewasa. Sama dengan merawat bayi manusia, anak kucing belum bisa semandiri kucing dewasa.
Oleh karena itu, dibutuhkan teknik-teknik tertentu dalam merawat anak kucing. Anak kucing akan nyaman jika berada dalam perawatan yang tepat.
Anak kucing, terutama yang baru lahir butuh beradaptasi keras karena perbedaan alam dunia dengan alam rahim induknya. Organ-organ tubuh anak kucing pun masih berada pada tahap pertumbuhan sehingga belum ada yang sempurna.
Dengan demikian, ketika merawat anak kucing, lakukan dengan baik dan hindari kesalahan. Berikut beberapa kesalahan merawat anak kucing yang sering terjadi.
Langsung memisahkan dengan induknya
Anak kucing baru lahir pada dasarnya belum bisa langsung dipisahkan dengan induknya. Ketika memisahkan langsung dengan induknya, anak kucing langsung kehilangan kasih sayang alaminya.
Memberi pakan tidak sesuai usianya
Sebagaimana disebutkan di awal bahwa organ-organ tubuh anak kucing belum sempurna, termasuk organ pencernaannya. Oleh karena itu, sangat penting memberinya pakan sesuai dengan usianya agar tidak muncul masalah di sistem pencernaannya.
Membiarkan menggigit dan mencakar
Anak kucing saat berkembang akan memiliki kebiasaan alamiah, yakni menggigit dan mencakar. Kebiasaan ini jika dibiarkan terus-menerus, kucing akan menjelma menjadi kucing kurang bersahabat karena galak.
Membiarkan bebas keluar rumah
Rasa ingin tahu kucing saat masih anak-anak sangat tinggi sehingga selalu ingin keluar dari rumah. Dengan membiarkan bebas keluar rumah, anak kucing memiliki risiko bahaya yang sangat tinggi.
Tidak membawanya ke dokter hewan
Tidak membawa anak kucing ke dokter hewan menjadi kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh pencinta kucing. Selain alasan biaya, tidak membawa kucing ke dokter hewan dilakukan karena merasa tidak membutuhkan bantuan dokter.
