in

Siapa Herry IP? Sosok Pelatih Dijuluki Naga Api

Herry Iman Pierngadi. Foto: MPI
Herry Iman Pierngadi. Foto: MPI

Pemain ganda putra Indonesia di beberapa bulan terakhir di 2023 tengah mengalami penurunan performa. Namun sebelum itu, di beberapa tahun terakhir sebelum 2023, ganda putra Indonesia terbilang menguasai beberapa turnamen.

Ada sosok yang paling berpengaruh di balik kesuksesan ganda putra Indonesia di kancah dunia. Sosok itu adalah Herry Iman Pierngadi atau yang akrab disapa Herry IP.

Herry IP adalah pelatih berjuluk Naga Api yang telah sukses mengantarkan sederet pasangan ganda putra Indonesia untuk menjadi raja di level internasional.

Prestasi ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang pernah menempati peringat pertama BWF selama 259 pekan tak lepas dari tangan dingin Herry IP.

Selain itu, ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang pernah mampu menduduki urutan nomor satu dan dua selama beberapa tahun juga tak lepas dari peran Herry IP. Coach Naga Api menjadi pelatih pasangan yang dijuluki The Daddies ini.

Tak hanya kedua pasangan ganda putra tersebut. Herry IP juga berhasil menelurkan beberapa ganda putra lainnya sebagai calon raja bulutangkis. Misalnya Fajar Alfian/M Rian Ardianto yang saat ini bertahta di peringkat satu dunia BWF.

Selain itu, masih ada pasangan Bagas Maulana/M Shohibul Fikri, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich YY Rambitan, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang berhasil mencapai prestasi gemilang di bawah asuhan Herry.

Herry IP sendiri mengawali kiprahnya sebagai pelatih di bulutangkis ketika bergabung di Dewan Nasional Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) sejak tahun 1993. Ia awalnya menjabat sebagai pelatih nasional Pratama Indonesia di Pelatnas Cipayung.

Pada 1999, Herry didapuk sebagai pelatih utama ganda putra di Pelatnas. Sebab posisi tersebut ditinggalkan oleh Christian Hadinata yang promosi menjadi Direktur Pelatnas Nasional PBSI.

Sejak menjabat sebagai pelatih di Pelatnas PBSI pada periode 1993 hingga 2008, pria kelahiran Pangkal Pinang, 21 Agustus 1962 ini sudah menghasilkan sederet pasangan ganda putra kelas dunia.

Mereka adalah Chandra Wijaya/Tony Gunawan, Candra Wijaya/Sigit Budiarto, Flandy Limpele/Eng Hian. Namun, ia sempat didepak dari Dewan Nasional PBSI.

Prestasi di sektor ganda putra pun menurun pasca keluarnya Herry IP. Ia akhirnya kembali pada tahun 2011 di Pelatnas Cipayung dan mulai melejitkan Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan.

Herry IP memiliki lisensi pelatih dan ijazah pendidikan dari IKIP Jakarta. Pada 2018, Kemenpora dan stasiun televisi swasta menggelar acara penghargaan bertajuk Indonesia Sport Awards, Herry IP saat itu terpilih sebagai Coach of the Year.