in

3 Fakta Menarik Tentang Drama A Time Called You

A Time Called You
A Time Called You

Drama Korea A Time Called You di Netflix telah menjadi salah satu acara yang tergolong sukses. Dibintangi oleh Ahn Hyo Seop, Jeon Yeo Been, dan Kang Hoon dan merupakan adaptasi Korea Selatan dari serial Taiwan berjudul Someday or One day.

Someday or One Day telah menciptakan gebrakan lain di kalangan penggemar drama Korea meskipun sudah terbit sebelumnya.

Setelah resmi dirilis pada 8 September, drama Korea Netflix A Time Called You berhasil menarik perhatian banyak penggemar drama Korea.

Drama Korea ini memberikan konsep perjalanan waktu yang sama sekali berbeda. Plotnya sangat kompleks dan beberapa penonton memerlukan panduan khusus untuk menjelaskan cerita dan garis waktu A Time Called You.

Menariknya jika ditilik ulang ada beberapa kesalahpahaman tentang penggambaran Korea Selatan dalam drama tersebut. Berikut 3 kesalahpahaman paling krusial tentang Korea Selatan tahun 1998 dalam drama Korea Netflix A Time Called You:

1. Siswa SMA Naik Skuter pada tahun 1998 di Korea Selatan

Representasi keliru yang pertama dan paling krusial adalah penggunaan skuter dalam drama Korea Netflix A Time Called You.

Memang scene skuter versi Korea dimaksudkan untuk mengadaptasi dari aslinya. Namun hal tersebut mengakibatkan penggambaran Korea Selatan yang tidak akurat.

Itu karena skuter tidak umum digunakan oleh pelajar di Korea Selatan tahun 1998. Faktanya, sebagian besar siswa sekolah menengah pada saat itu tidak diperbolehkan mengendarai skuter.

Seorang siswa SMA yang mengendarai skuter di Korea Selatan tahun 1998, kemungkinan besar adalah seorang berandalan.

Namun dalam drama Korea Netflix A Time Called You, dua karakter utama prianya adalah siswa teladan. Namun adegan tersebut memperlihatkan para siswa teladan mengendarai skuter yang dilarang pada saat itu. Oleh karena itu detail-detail ini sangat bertentangan satu sama lain.

2. Sekolah Menengah yang Seharusnya Pedesaan

Kontroversi kedua yang mengganggu pemahaman pemirsa adalah kegagalan serial tersebut untuk menggambarkan sekolah menengah pedesaan.

Ceritanya menyebutkan bahwa ketiga tokoh utama bersekolah di sekolah menengah atas di daerah pedesaan.

Namun tim produksi merekam adegan sekolah di Universitas Yonsei untuk tampilan eksterior. Tidak hanya itu bahkan ketika para kru membuat set mereka sendiri untuk interior sekolah, kedua setting tersebut tampak seperti gedung mewah sebuah sekolah bergengsi.

3. Seragam yang Salah

Versi Koreanya mengadaptasi seragam dari serial aslinya, Someday or One Day. Itulah sebabnya pemeran utama wanitanya mengenakan seragam dengan pita besar dan rok pendek. Namun rincian ini tidak sesuai dengan situasi Korea Selatan pada tahun 1998.

Pada tahun 1998, sebagian besar siswa sekolah menengah Korea Selatan mengenakan rok dan blazer yang lebih panjang.

Baik siswa laki-laki maupun perempuan juga mengenakan dasi, bukan pita seperti yang ada di A Time Called You.