in

Perawatan Terbaik untuk Bunga Cleome

Bunga cleome. Foto: Pixabay

Bunga cleome memiliki bentuk yang mirip laba-laba yang membuatnya begitu menarik. Umumnya bunga ini berwarna antara ungu atau pink dengan sentuhan warna putih, tapi ada juga jenis cleome yang hanya punya satu warna.

Bentuk bunganya yang mirip laba-laba membuatnya disebut spiderflower. Berasal dari Brazil yang memiliki iklim tropis membuat tanaman ini sangat cocok jika ditanam dan dibudidayakan di Indonesia yang merupakan negara yang memiliki iklim tropis.

Karena kecantikan yang dimilikinya, banyak orang menjadikan tanaman cleome sebagai penghias rumah. Namun tanaman ini juga bisa menjadi obat alami tradisional, seperti mengatasi luka memar dan obat penyakit rematik.

Agar tanaman cleome tumbuh selalu indah dan subur, ada beberapa perawatan yang perlu diberikan. Berikut diantaranya:

Berikan sinar matahari

Dalam merawat cleome, Anda perlu memberinya enam jam sinar matahari penuh per hari. Meletakkan cleome Anda di lokasi yang teduh akan mengurangi bunga dan membuat tanaman yang tinggi terkulai.

Media tanam yang kaya

Gunaan media tanam berupa tanah yang lebih kaya nutrisi. Tambahkan pupuk kandang atau gambut ke dalam tanah yang digunakan.

Jaga agar tetap lembap

Cleome tumbuh dengan baik di tanah yang tidak kering tapi juga tida terlalu basah. Karena itu, berikan penyiraman tanah secara teratur agar tetap lembap, terutama jika cuaca tengah panas.

Pemberian pupuk

Nutrisi lain yang perlu diberikan adalah pupuk tanaman. Berikan pupuk setiap enam minggu sekali untuk membantu cleome menghasilkan bunga baru.

Lakukan pemangkasan yang tepat

Lakukan pemangkasan pada bunga yang sudah dihabiskan sehingga tanaman akan mengirimkan bunga lagi. Tapi jika Anda ingin tanaman membuat biji, jangan potong bunganya tetapi biarkan saja sampai benar-benar kering di batangnya.