in

3 Hewan Berlindung dari Ancaman dengan Cara Unik

Cumi-cumi. Foto: Pixabay

Dalam dunia makhluk hidup, seringkali terdengar istilah rantai makanan. Istilah rantai makanan dapat diartikan secara sederhana sebagai peristiwa dimakan atau memakan dalam urutan-urutan tertentu.

Pada peristiwa memakan dan dimakan ini, akan muncul ancaman-ancaman terhadap hewan tertentu. Hewan-hewan yang merasa terancam akan melakukan upaya perlindungan terhadap dirinya.

Ada jenis hewan yang bisa berlari dengan cepat untuk menghindari pemangsanya. Hal ini juga merupakan upaya perlindungan dari hewan tersebut.

Ada pula jenis hewan yang akan membentuk formasi-formasi tertentu saat merasa terancam. Berikut ini diuraikan tiga jenis hewan yang melakukan perlindungan dari ancaman dengan cara yang unik.

Cumi-cumi

Trenggiling. Credit: WWF
Cumi-cumi. Getty Images

Cumi-cumi adalah hewan laut dengan tentakel dan tanpa tulang. Hewan ini kadang menjadi mangsa oleh predator-predator lautan.

Saat merasa terancam, cumi-cumi bisa memberikan perlindungan dengan mengeluarkan tinta dari tentakelnya. Tinta tersebut berfungsi untuk mengelabui pemangsanya.

Bunglon

Bunglon. Foto: Pixabay

Bunglon termasuk salah satu hewan unik karena dapat berkamuflase dengan lingkungannya. Kamuflase yang dilakukan bunglon bisa berfungsi sebagai penyamaran atas mangsa-mangsanya.

Kamuflase bunglon terjadi dengan perubahan warna tubuh sesuai dengan warna yang diinjaknya. Selain penyamaran, kamuflase ini juga berfungsi sebagai perlindungan untuk bunglon.

Trenggiling

Trenggiling. Credit: WWF
Trenggiling. Credit: WWF

Trenggiling atau kadang juga disebut dengan nama tenggiling merupakan mamalia dengan kulit bersisik keras. Hewan jenis ini bisa ditemukan di daerah tropis seperti di Benua Afrika dan Benua Asia.

Hewan jenis ini merupakan hewan pemakan serangga, terutama semut. Dalam upaya perlindungan diri, trenggiling menggulung tubuhnya hingga membentuk seperti lingkaran dengan sisik kerasnya di sisi luar.