in

Robot AI Ini Disebut-sebut Bakal Jadi Pesepakbola Masa Depan

Robot ARTEMIS. Credit image: Alex Hughes/BBC Science Focus
Robot ARTEMIS. Credit image: Alex Hughes/BBC Science Focus

ARTEMIS atau Advanced Robotic Technology for Enhanced Mobility and Improved Stability merupakan robot yang dirancang untuk menantang dunia sepak bola. Pencipta robot ini mengklaim bahwa teknologi pintar buatannya akan melebihi kemampuan Messi dalam sepak bola.

Klaim ini berusaha dibuktikan melalui sebuah demonstrasi teknologi GITEX 2023, di mana robot diajak bermain sepak bola oleh para pembuatnya. Apakah kemudian klaim itu terbukti? Sayangnya tidak atau belum.

Demonstrasi menunjukkan bahwa ARTEMIS seringkali menendang bola dengan gerakan yang sangat ringan, bahkan sering membiarkan bola menggelinding begitu saja. Sebagai informasi, ARTEMIS beroperasi menggunakan kecerdasan buatan atau AI serta sensor untuk bergerak dan bermain sepak bola.

“Bagian penggeraknya bukanlah kecerdasan buatan, melainkan berbasis model. Namun otonominya dilakukan dengan menggunakan AI sehingga ketika kamera melihat sekeliling, ia perlu mengetahui di mana bola berada dan di mana para pemainnya menggunakan lokalisasi berbasis digital, ia perlu merencanakan untuk bermain sepak bola,” ungkap Dennis Hong, direktur perusahaan pencipta ARTEMIS.

Hong menambahkan bahwa ARTEMIS merupakan robot unik yang bisa berjalan, melompat, berlari dan merupakan robot berbentuk manusia tercepat di dunia. Jadi, meski memang performanya dianggap masih kurang, ARTEMIS direncanakan bisa merevolusi dunia sepak bola. Meski belum bermain bola di hadapan publik, ada sebuah kompetisi robot yang mempertemukan ARTEMIS dengan robot-robot lainnya.

Adalah RoboCup, sebuah kompetisi sepak bola robot otonom international yang telah digelar sejak  sejak tahun 1997. Nantinya, di tahun 2024 mereka akan bertanding kembali mempertemukan dan menguji hasil robot mereka.

“Ada kompetisi bernama RoboCup. Ini adalah kompetisi sepak bola robot otonom internasional. Tujuannya adalah pada tahun 2050, kami akan melawan tim pemenang Piala Dunia saat ini,” jelas Hong kepada BBC Science Focus.