in

Kebaya Janggan, Perjalanan Mode dari Masa ke Masa di Pulau Madura

Kebaya janggan.
Kebaya janggan.

Kebaya janggan adalah busana tradisional yang sering digunakan pada berbagai acara dan upacara adat di daerah Madura dan sekitarnya.

Biasanya, kebaya janggan dipakai oleh para perempuan sebagai busana pengantin, busana adat, atau pakaian untuk berbagai acara penting.

Busana ini mencerminkan keindahan, kekayaan budaya, dan kebanggaan tradisional dari daerah tersebut.

Busana tradisional seperti kebaya janggan mungkin memiliki elemen-elemen yang terinspirasi oleh busana Hindu-Buddha kuno.

Kebaya janggan telah menjadi pakaian adat yang digunakan dalam berbagai upacara dan perayaan di Madura.

Ini termasuk penggunaannya dalam upacara pernikahan, upacara adat dan acara-acara budaya lainnya. Seiring berjalannya waktu, busana ini terus berkembang dan mendapatkan pengaruh dari zaman ke zaman.

Seiring dengan perkembangan zaman, desain kebaya janggan juga mengalami perubahan. Motif-motif dan warna-warna yang digunakan dalam kebaya janggan dapat mencerminkan tren dan preferensi masyarakat setempat pada suatu periode tertentu.

Kebaya janggan memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari jenis kebaya lainnya. Beberapa ciri khas kebaya janggan meliputi:

Warna cerah

Kebaya janggan seringkali menggunakan warna-warna cerah dan mencolok, seperti merah, kuning, hijau dan biru.

Motif yang kaya

Kebaya Janggan dihiasi dengan motif-motif yang kaya dan beragam, seperti bunga, burung dan hewan-hewan lainnya. Motif-motif ini seringkali dijahit atau dicantumkan dengan benang dan payet.

Tumpukan hiasan

Kebaya janggan sering kali memiliki tumpukan hiasan di bagian depan, termasuk hiasan seperti manik-manik, payet, dan kerah yang besar.

Bentuk rok

Kebaya janggan biasanya dipadukan dengan rok yang panjang dan berbentuk lebar, seringkali dengan lipatan-lipatan.