Jalan kaki sering dianggap sebagai bentuk olahraga yang sederhana, murah, dan menyenangkan. Meski begitu, masih banyak orang yang khawatir bahwa aktivitas ini bisa membuat betis menjadi besar. Apakah anggapan ini benar? Mari kita teliti fakta-fakta ilmiahnya.
Jalan kaki tidak membuat betis besar
Menurut penelitian dalam Latihan dan Ilmu Olah Raga Review (2014), jalan kaki membantu membentuk otot kaki, namun tidak membuatnya lebih besar secara signifikan. Kegiatan ini termasuk latihan aerobik yang cenderung mengurangi lemak daripada meningkatkan massa otot.
Potensi jalan kaki untuk mengecilkan betis
Kontradiktif dengan anggapan umum, jalan kaki justru dapat membantu mengecilkan betis. Sebagai bentuk latihan aerobik, berjalan kaki membakar kalori lebih banyak, membantu mengurangi lemak di tubuh. Orang yang rajin berjalan kaki bahkan dapat membakar 100 kalori ekstra setiap hari, seperti yang dilansir oleh Sports Keeda.
Perkuat otot kaki
Jalan kaki tidak hanya bermanfaat untuk kebugaran kardiovaskular, tetapi juga dapat memperkuat otot-otot kaki. Dalam Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine (2018), disebutkan bahwa jalan kaki membantu mencegah penurunan otot yang disebut sarkopenia, terutama terjadi seiring bertambahnya usia.
Penyebab betis besar yang sebenarnya
Ternyata, ukuran besar tersebut tidak disebabkan oleh kebiasaan jalan kaki. Lipedema, menumpuknya sel lemak yang tidak normal, dan faktor lain seperti obesitas dan insufisiensi vena dapat menjadi penyebab pembesaran payudara.
Cara mengecilkan betis
Bagi yang ingin mengecilkan betis, ada beberapa strategi yang dapat dicoba. Termasuk di antaranya adalah latihan kekuatan, latihan aerobik, mengubah pola makan, mengurangi stres, cukup tidur, dan dalam kasus tertentu, prosedur sedot lemak.
Oleh karena itu, jangan khawatir untuk tetap menjalankan kebiasaan sehat berupa jalan kaki. Ini bukanlah konsekuensi yang perlu dikhawatirkan, dan justru aktivitas ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.