in

Museum Pasifika, Koleksi Seni dan Budaya Pasifik di Bali

Museum Pasifika, Bali (googlemaps/Harris Chen)

Bali tidak hanya memiliki keindahan alam yang menakjubkan, namun juga memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang beragam. Salah satu tempat pameran seni dan budaya di Bali adalah Museum Pasifika.

Museum Pasifika terletak di Nusa Dua, Bali. Museum ini dikelilingi oleh keindahan alam tropis sehingga menyajikan suasana yang damai dan menginspirasi.

Museum Pasifika memamerkan koleksi seni yang mengagumkan dari berbagai negara Pasifik, seperti lukisan, patung, tekstil, dan barang seni lainnya. Koleksi ini mencerminkan keanekaragaman budaya, sejarah, dan tradisi seni dari wilayah Pasifik.

Museum Pasifika. Foto: Instagram/@museumpasifika
Museum Pasifika. Foto: Instagram/@museumpasifika

Melansir dari website resmi Museum Pasifika, museum ini punya lebih dari 600 karya seni. Jumlah karya sebanyak ini juga merupakan kombinasi antara karya seniman lokal, Asean, hingga Asia-Pasifik. Berikut daftarnya:

Koleksi seniman Indonesia

Museum ini memiliki berbagai karya seni dari seniman lokal Indoneisa. Mulai dari Raden Saleh, I Gusti Nyoman Lempad, Affandi hingga Kobot. Setidaknya ada lebih darii 50 karya seniman Indonesia yang merepresentasikan kekayaan budaya negara.

Seniman Indo-Eropa

Musuem Pasifika juga punya ragam karya yang merupakan hasil dari seniman Indo-Eropa, yaitu  mereka yang pernah tinggal dan berkarya di Indonesia. Termasuk seniman asal Italia, Austria, Jerman, Meksiko, Belanda, Swiss, Belgia, Australia hingga Prancis.

Secara lebih mengerucut, hasil karya seniman Indo-Eropa ini juga terinspirasi dari Benua Asia khususnya Indonesia dan Bali. Section ini memiliki lebih dari 100 karya seni yang dipamerkan di empat ruangan berbeda. Ada berbagai nama yang turut memeriahkan section ini termasuk Walter Spies, Miguel Covarrubias, Jean Le Mayeur, Willem Hoffker, Rudolf Bonnet, Arie Smit, Charles Sayers dan Theo Meier di antara yang paling terkenal.

Hasil karya peserta Indochina Hanoi

Selain karya para seniman besar, Museum Pasifika juga memuat hasil karya dari sekolah “Beaux-Arts” Hanoi. Dimana, para sisawa menyumbangkan koleksi lebih dari 50 karya seni dari 30 seniman yang telah diakui publikasinya secara internasional.

Koleksi seni pribumi Oseania Michoutouchkine & Pilioko

Bagian ini berisi sekitar 200 patung dan Tapas yang asalnya dari 10 Negara Pasifik yang berbeda yaitu Vanuatu, Fiji, Tonga, Selandia Baru, Australia, Papua New Guienea, Kaledonia Baru, Wallis, Futuna, dan Polinesia. Perlu diletahui bahwa butuh usaha besar mengumpulkan karya seni ini karena butuh waktu selama 50 tahun pengumpulan oleh kedua seniman yang didokumentasikan oleh beberapa buku dan katalog yang dipamerkan di Perancis, Rusia, Australia, Tahiti, dan Kaledonia Baru.

Karya legendaris

Museum juga memamerkan 7 perunggu dan pahatan lengkap dengan ukiran kayu dan cat air dari seniman Paul Gauguin. Serta ada pula karya-karya dari Henri Rousseau, Henri Matisse, Auguste Rodin, Jean-Baptiste Carpeau, Marvina Hoffmann, Bernard Buffet.

Lebih lanjut, museum ini memiliki galeri dan ruang pameran yang dirancang dengan indah sehingga menyajikan karya seni dalam suasana yang mendukung apresiasi dan pemahaman terhadap seni Pasifik. Berkeliling sambil menengok karya para seniman, dijamin tak akan membosankan.

Museum Pasifika. Foto: Instagram/@museumpasifika
Museum Pasifika. Foto: Instagram/@museumpasifika

Apalagi, koleksi di Museum Pasifika terdapat seni tradisional hingga modern. Pengunjung dapat menemukan karya seni yang mencerminkan nilai-nilai tradisional serta karya yang mencerminkan perkembangan seni modern di wilayah tersebut.

Selain menjadi tempat wisata, Museum Pasifika juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan penelitian sehingga pengunjung akan mendapatkan pengetahuan mengenai seni dan budaya Pasifik.

Di beberapa waktu, pengelola menyediakan pertunjukan seni, lokakarya, dan kegiatan budaya lainnya sehingga akan menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke Museum Pasifika.