in

Healing Terbaik Gen Z! Belajar Tahapan Membuat Pottery

Healing Terbaik Gen Z. Foto: Pexels

Akhir-akhir ini banyak sekali Gen Z yang memilih mengikuti kelas membuat pottery atau kerajinan tanah liat. Bukan tanpa alasan kegiatan ini dipilih sebagai healing terbaik untuk merehatkan isi kepala dari hiruk-pikuknya aktivitas sehari-hari.

Kegiatan ini akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental karena membuat pikiran menjadi lebih tenang dan bisa mengurangi stres. Sangat cocok sekali bagi yang punya aktivitas super padat dan ingin healing dengan cara terbaik.

Kegiatan ini sangat menarik dan bisa mengasah keterampilan. Tak heran, kerajinan yang satu ini semakin banyak diminati oleh kalangan Gen Z. Bagi yang penasaran dengan tahapan pembuatan pottery atau kerajinan tanah liat. Yuk simak penjelasan berikut ini!

Pemilihan tanah liat

Sebelum bisa dibuat kerajinan, biasanya tanah liat akan diolah terlebih dahulu dengan cara dibasahi menggunakan air. Setelah dibasahi kemudian didiamkan hingga beberapa waktu paling kurang sekitar 1-2 hari.

Setelah dua hari, tahapan selanjutnya yaitu tanah liat akan memasuki proses penggilingan agar memiliki tekstur yang lebih lengket dan tebal. Sehingga tidak ada rongga udara di dalam tumpukan tanah liat tersebut.

Pembentukan tanah liat

Kerajinan Tanah Liat. Foto: Pexels

Tahapan kedua yaitu setelah penggilingan, tanah liat baru bisa dibentuk. Biasanya, tanah liat akan dibuat untuk kerajinan seperti asbak, piring, gelas dan lain sebagainya. Selain bisa dibentuk secara manual. Pembentukan tanah liat ini juga bisa dibantu dengan alat.

Alat untuk membuat pottery biasa dikendalikan dengan menggunakan kaki sehingga bisa diputar. Untuk membentuknya kamu bisa menggunakan tangan ataupun bantuan alat seperti kayu hingga benang.

Penjemuran dan pembakaran

Setelah selesai pada tahap pembentukan. Hasilnya akan dijemur langsung di bawah sinar matahari. Proses penjemuran ini bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu. Hingga kerajinan tanah liat atau pottery kering dengan sangat sempurna.

Apabila telah kering, kerajinan tanah liat ini memasuki tahap pembakaran dalam sebuah tunggu besar yang bisa menampung puluhan hingga ratusan pottery. Tahapan ini membutuhkan keahlian khusus agar tidak ada keretakan atau kerajinan tanah liat yang pecah.

Biasanya, kerajinan tanah liat yang pecah bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kesalahan ketika penjemuran hingga teknik pembakaran yang kurang tepat. Sehingga menghasilkan kerajinan tanah liat yang tidak berkualitas.

Tahap finishing

Tahapan terakhir setelah pembakaran adalah tahap finishing. Tahapan paling akhir ini juga akan menentukan kualitas dari hasil kerajinan tanah liat atau pottery yang kamu buat. Pada tahapan ini kamu bisa mengecek kondisi dan kualitasnya. Apakah masih ada permukaan yang pecah atau retak?

Agar lebih cantik lagi bisa menambahkan cat untuk beberapa bagian kerajinan tanah liat yang kamu buat. Sehingga menghasilkan karya yang memiliki nilai seni yang tinggi dan indah saat dipandang.

Selain bisa mengikuti kelas untuk belajar pottery atau kerajinan tanah liat. Gen Z juga bisa membuat sendiri di rumah dengan berbagai kreasi yang lebih menarik dan bisa dijadikan pajangan ataupun hadiah untuk orang tersayang.