in

4 Pebulutangkis Luar Negeri yang Doyan Sate dan Nasi Goreng

Viktor Axelsen memeluk Anders Antonsen. Foto: BWF

Indonesia memiliki beragam masakan dari berbagai daerah dan budaya. Setiap daerah memiliki hidangan khasnya sendiri, sehingga ada banyak variasi makanan yang bisa dinikmati oleh orang asing.

Makanan Indonesia dikenal karena memiliki rasa yang kaya dan unik. Hal ini dikarenakan penggunaan berbagai rempah-rempah dan bumbu tradisional. Dari rasa manis, asam, pedas, hingga gurih, hidangan Indonesia menawarkan pengalaman kuliner yang memuaskan bagi banyak lidah.

Selain wisatawan, ternyata para pebulutangkis dunia dari luar negeri juga menyukai makanan khas Indonesia. Ada empat pebulutangkis asing yang doyan makanan Indonesia. Saat berkunjung ke Indonesia untuk mengikuti turnamen, mereka mencoba mencicipi sate dan nasi goreng.

Mengutip dari berbagai sumber, inilah empat pebulutangkis asing yang menyukai sate dan nasi goreng khas Indonesia:

Jan Ostergaard Jorgensen

Jan Ostergaard Jorgensen yang merupakan seorang pemain tunggal putra asal Denmark menunjukkan minatnya terhadap hidangan khas Indonesia saat mengikuti kejuaraan di Jakarta. Kala itu, Jorgensen mengatakan bahwa ia menyukai sate.

“Saya sangat menyukai sate. Namun, nasi goreng tidak terlalu menjadi favorit saya,” ujar Jorgensen kepada media setelah berpartisipasi dalam Indonesia Open pada 2015 lalu.

Salah satu pencapaian terbesar Jorgensen adalah medali perunggu yang diraihnya dalam Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2015, di mana dia berhasil mengalahkan beberapa lawan berat di turnamen tersebut.

Jorgensen juga dikenal karena ketahanan fisiknya yang tinggi. Hal ini memungkinkannya untuk bertahan dalam pertandingan yang panjang dan melelahkan.

Kazumasa Sakai

Berikutnya ada pemain tunggal putra dari Jepang, yakni Kazumasa Sakai. Ia pernah mencicipi hidangan khas Indonesia saat tinggal di Jakarta selama enam tahun. Sakai mengungkapkan bahwa ada dua makanan khas Indonesia yang sangat disukainya. Kedua makanan tersebut adalah nasi goreng dan sate.

Sakai bukanlah satu-satunya orang asing yang menyukai sate dan nasi goreng. Banyak orang asing dua hidangan khas Indonesia tersebut karena keduanya memiliki cita rasa yang khas dan beragam.

Kedua hidangan ini juga memiliki karakteristik yang memikat, baik dari segi presentasi maupun aromanya. Aroma wangi dari rempah-rempah yang digunakan dalam pembuatan sate dan nasi goreng sering kali menarik perhatian dan mengundang selera makan.

Brice Leverdez

Brice Leverdez, pebulu tangkis tunggal putra asal Prancis juga dikenal memiliki selera yang menyukai hidangan khas Indonesia saat bertanding di Jakarta.

Saat mengikuti Indonesia Masters 2020, Leverdez berbicara tentang kesukaannya terhadap makanan khas Indonesia. Meskipun ditanya antara nasi goreng dan sate, pebulu tangkis berusia 33 tahun itu memberikan preferensi pada nasi goreng sebagai hidangan favoritnya dari Indonesia.

Seperti diketahui, nasi goreng Indonesia memiliki rasa yang kaya dan beragam karena bumbu-bumbu yang digunakan dalam proses memasaknya. Bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, cabai, kecap manis, dan rempah-rempah lainnya memberikan cita rasa yang unik dan menggugah selera.

Anders Antonsen

Terakhir, Anders Antonsen, pebulu tangkis tunggal putra asal Denmark yang merupakan rival dari tunggal putra andalan Indonesia. yaitu Anthony Sinisuka Ginting. Antonsen juga menyukai makanan Indonesia.

Antonsen menyatakan minatnya dalam mencoba beberapa hidangan khas Indonesia. Ia menyebutkan bahwa nasi goreng adalah makanan favoritnya.

Meskipun terakhir kali tampil di Indonesia Masters 2020, Antonsen harus menerima kekalahan dari Ginting dan melepaskan gelar juara bertahannya. Namun, nama Antonsen dikenal sebagai salah satu pebulutangkis terbaik dunia hingga saat ini.

Pada tahun 2019, Antonsen memenangkan gelar terbesarnya di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF. Kemenangan ini menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain tunggal putra terbaik di dunia.