in

Asal-usul Piala Thomas, Turnamen Bulu Tangkis Bergengsi Skala Internasional

Ilustrasi bulu tangkis. Foto: Reuters

Piala Thomas merupakan salah satu ajang bergensi dalam kompetisi bulu tangkis berkelas dunia. Piala Thomas awalnya diadakan setiap tiga tahun sekali, tetapi pada tahun 1982 jadwalnya diubah menjadi dua tahun sekali.

Seiring berjalannya waktu, format turnamen dan kualifikasi untuk mengikuti Piala Thomas mengalami berbagai perubahan untuk meningkatkan daya tarik dan kualitas kompetisi.

Awal mula Piala Thomas

Piala Thomas didirikan pada tahun 1948. Dinamai Thomas Cup oleh Sir George Alan Thomas, seorang petenis Inggris yang juga merupakan anggota Federasi Bulu Tangkis Internasional (IBF) pada awal abad ke-20. Inspirasi untuk kejuaraan tim bulu tangkis pria internasional muncul dari semangat kompetisi yang berkembang pesat dalam olahraga tersebut.

Pada tahun 1939, lima tahun setelah pendirian IBF, Thomas mengusulkan ide untuk sebuah kejuaraan tim putra. Sayangnya, usulannya terhenti akibat pecahnya Perang Dunia II. Namun, gagasan tersebut tidak sepenuhnya lenyap. Pada tahun 1946, dalam rapat dewan IBF, diatur rencana untuk menyelenggarakan kejuaraan tersebut pada tahun 1948-1949.

Setelah perang berakhir, tepatnya pada tahun 1948 turnamen pertama akhirnya diselenggarakan di Preston, Inggris. Delapan negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Denmark, dan Swedia, berpartisipasi dalam turnamen perdana ini.

Pertandingan final menggunakan format terbaik dari sembilan (lima tunggal dan empat ganda). Trofi Piala Thomas yang pertama dibuat oleh Atkin Bros dari London. Trofi ini terbuat dari bahan emas dan perak. Ada dua bagian dalam trofi, yaitu cangkir sebagai alas dan sebuah sosok pemain yang terletak di atasnya.

Turnamen ini melibatkan tim bulu tangkis pria dari seluruh dunia yang dibagi menjadi empat zona yaitu Amerika, Asia (Timur dan Barat), Australia, dan Eropa. Pertandingan terdiri dari empat format, yang mencakup sembilan pertandingan, termasuk lima tunggal dan empat ganda.

Piala Thomas dengan cepat mendapatkan pengakuan global sebagai salah satu kejuaraan bulu tangkis pria bergengsi di dunia. Para pemain dan tim bulu tangkis dari berbagai negara berlomba-lomba untuk meraih gelar prestisius ini. Piala Thomas selalu menghadirkan pertandingan yang menegangkan dan momen-momen epik dalam sejarah olahraga.

Hingga saat ini, Piala Thomas tetap menjadi salah satu trofi yang paling dihormati dan didambakan dalam dunia bulu tangkis. Kejuaraan ini tidak hanya mewakili keunggulan atletik, tetapi juga semangat persatuan dan semangat tim yang menginspirasi jutaan penggemar di seluruh dunia.

Keikutsertaan Indonesia di Piala Thomas

Indonesia meraih gelar juara pertama dalam Piala Thomas pada tahun 1958 di Singapura. Saat itu, pebulutangkis Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 6-3. Dominasi Indonesia dalam Piala Thomas telah menjadi sesuatu yang tak terbantahkan.

Dengan total 14 gelar juara, Indonesia memimpin sebagai negara dengan pencapaian terbanyak dalam sejarah turnamen ini. China menempati posisi kedua dengan 10 gelar, sementara Malaysia berada di posisi ketiga dengan lima gelar.

Gelar-gelar Piala Thomas diraih oleh Indonesia pada tahun-tahun tertentu, yaitu pada 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, dan 2020.

Penyelenggaraan turnamen pada tahun 2020 khususnya menarik perhatian karena diadakan pada bulan Oktober 2021, mengingat pandemi Covid-19 yang memengaruhi jadwal olahraga internasional.

Prestasi Indonesia di Piala Thomas telah mendapatkan pengakuan global atas keunggulan para atlet dalam olahraga bulu tangkis. Indonesia telah menjadi sorotan dalam komunitas bulu tangkis internasional dan telah mendapatkan tempat istimewa di panggung dunia sebagai salah satu pesaing terberat dalam olahraga ini.

Partisipasi Indonesia di Piala Thomas tidak hanya tentang pencapaian individu, tetapi juga tentang semangat tim dan persatuan. Para pemain bulu tangkis Indonesia bekerja sama secara harmonis, saling mendukung satu sama lain. Sejumlah pebulutangkis andalan Indonesia menunjukkan dedikasi yang luar biasa untuk meraih kesuksesan bagi tanah air.