in

Film Indonesia Berikut Ternyata Diangkat dari Kisah Nyata

Sayap-sayap Patah. Foto: Netflix

Menonton film bukan hanya untuk hiburan semata, tapi juga bisa menjadi sarana edukasi dan inspirasi. Film-film yang diangkat dari kisah nyata seringkali memberikan gambaran yang lebih jelas tentang peristiwa sejarah, perjuangan hidup seseorang, atau isu-isu penting dalam masyarakat. Berikut adalah beberapa rekomendasi film Indonesia yang berdasarkan kisah nyata:

Gie (2005)

Film Gie (Dok. Netflix)

Film ini diangkat dari buku catatan harian Gie yang berjudul “Catatan Seorang Demonstran”

Film “Gie” mengisahkan perjalanan hidup Soe Hok Gie, seorang pemuda yang dikenal sebagai aktivis dan penulis yang kritis pada dekade 1960-an.

Sejak muda, Gie dikenal memiliki ketertarikan pada konsep-konsep idealis para intelektual dunia. Ia memiliki semangat keadilan dan cinta tanah air yang kuat, membuatnya tidak toleran terhadap ketidakadilan.

Gie menjadi salah satu tokoh penting dalam gerakan mahasiswa yang menuntut pembubaran Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) dan penurunan harga kebutuhan pokok.

Film ini juga menggambarkan pergulatan batin Gie ketika ia melihat idealismenya berbenturan dengan realita politik. Film ini memberikan kritik sosial terhadap rezim Orde Lama dan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berani menyuarakan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

Film “Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak” (2017) terinspirasi dari kisah nyata seorang janda di Sumba, Nusa Tenggara Timur yang membunuh seorang perampok dan membawa kepalanya ke polisi.

Meskipun film ini terinspirasi dari kisah nyata, namun film ini bukanlah cerita yang sepenuhnya benar. Film ini adalah sebuah karya fiksi yang terinspirasi oleh peristiwa nyata.

Film ini mendapatkan banyak penghargaan di berbagai festival film internasional

Surat Kecil untuk Tuhan (2011)

Gita Sesa Wanda Cantika (Keke), seorang gadis berusia 13 tahun yang ceria dan penuh semangat, didiagnosa mengidap kanker tulang ganas yang disebut Rhabdomyosarcoma. Kehidupannya yang sempurna dengan keluarga yang harmonis dan teman-teman yang menyenangkan seketika berubah drastis.

Keke harus menjalani berbagai pengobatan yang menyakitkan dan melelahkan, seperti kemoterapi dan radiasi. Ia harus kehilangan rambutnya dan mengalami berbagai efek samping yang tidak menyenangkan.

Di tengah perjuangannya melawan penyakitnya, Keke menulis surat-surat kecil untuk Tuhan. Surat-surat tersebut berisi tentang curahan hati, rasa sedih, marah, dan keraguannya terhadap Tuhan.

22 Menit (2018)

22 Menit adalah film drama aksi Indonesia tahun 2018 yang disutradarai oleh Eugene Panji dan Myrna Paramita. Film ini terinspirasi dari peristiwa bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada tanggal 14 Januari 2016.

Film ini menceritakan tentang 22 menit menegangkan setelah terjadinya ledakan bom di Thamrin. Para petugas kepolisian, termasuk Ardi (Ario Bayu) dan Firman (Ade Firman Hakim), berlomba dengan waktu untuk menangkap para pelaku dan mencegah terjadinya bom susulan.

Sayap-Sayap Patah (2022)

Sayap-sayap Patah. Foto: Netflix

Sayap-Sayap Patah adalah film drama aksi Indonesia tahun 2022 yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo. Film ini terinspirasi dari peristiwa kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada tahun 2018.

Film ini menceritakan tentang kisah cinta antara Aji (Nicholas Saputra), seorang anggota Densus 88, dan Nani (Ariel Tatum), istrinya yang sedang hamil tua. Aji harus bertugas menumpas kerusuhan di Mako Brimob, sementara Nani harus menunggu kabar suaminya dengan penuh kecemasan.

Film ini juga menunjukkan bagaimana para anggota Densus 88 bertempur dengan para narapidana teroris yang membobol rutan Mako Brimob.

Itulah lima film Indonesia yang diangkat dari kisah nyata. Semoga film ini bisa menginspirasi dan memberikan pembelajaran.