in

Mengapa Sirkuit MotoGP Dibangun di Mandalika Lombok? Ini Alasannya

Ilustrasi. Foto: Kemenparekraf.go.id

Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), bukan sekadar arena balap MotoGP biasa. Dengan nama resmi Pertamina Mandalika International Street Circuit, tempat ini tidak hanya menjadi pusat perhatian para pembalap, tetapi juga menjadi destinasi unggulan dalam kalender balap motor dunia. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi alasan di balik pemilihan Mandalika sebagai lokasi sirkuit MotoGP, dengan menyoroti keindahan alamnya, sejarah balap motor Indonesia, dan dampak positifnya terhadap pariwisata.

Keindahan Alam Mandalika

Salah satu alasan utama pemilihan Mandalika sebagai lokasi sirkuit MotoGP adalah keindahan alamnya yang luar biasa. Dalam wawancara, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa CEO Dorna, Mr. Carmelo, menekankan keistimewaan sirkuit ini karena kedekatannya dengan pantai. Sirkuit ini bukan hanya tempat untuk ajang balap, tetapi juga menawarkan pengalaman pariwisata yang unik.

Dengan luas area sekitar 1.035,67 hektar, sirkuit ini menghadap langsung ke Samudera Hindia, memberikan pemandangan yang memukau. Perpaduan antara perbukitan dan kawasan pantai membuat Mandalika menjadi destinasi yang sempurna untuk menggelar balapan sekelas MotoGP. Dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa sirkuit ini tidak hanya menjadi ajang balap, tetapi juga sarana untuk mempromosikan keindahan alam Indonesia kepada dunia.

Ilustrasi. Foto: Kemenparekraf.go.id

Sirkuit Mandalika dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata

Sirkuit MotoGP Mandalika Lombok bukan hanya sekadar tempat balapan; itu juga merupakan bagian integral dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika. Keputusan untuk menggelar MotoGP di KEK ini tidak hanya didasarkan pada keindahan alam, tetapi juga pada potensi pengembangan ekonomi di wilayah tersebut.

Presiden Jokowi yakin bahwa penyelenggaraan MotoGP di Mandalika akan memberikan manfaat ganda bagi Indonesia. Mandalika telah diidentifikasi sebagai salah satu dari sepuluh destinasi wisata baru, selain Bali. Oleh karena itu, kehadiran sirkuit ini tidak hanya memperkaya dunia balap motor, tetapi juga memberikan dorongan signifikan bagi industri pariwisata Indonesia.

Sejarah Balap Motor Indonesia

CEO Dorna Sport. Carmelo Ezpelata. Foto: MotoGP

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam dunia balap motor, dan kepopuleran MotoGP di negara ini menjadi salah satu faktor penentu pemilihan Mandalika sebagai tuan rumah. CEO Dorna, Carmelo Ezpelata, menekankan bahwa balap motor begitu populer di Indonesia, bahkan mencatat bahwa MotoGP pernah diadakan di Sirkuit Sentul pada tahun 1996-1997.

Keberhasilan acara tersebut mendorong pembicaraan antara pihak penyelenggara MotoGP dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk menggelar balapan di Mandalika. Sirkuit semi permanen dengan fasilitas terkini di area yang mempesona, melibatkan pantai, hotel, dan infrastruktur lainnya, menjadikan Mandalika sebagai pilihan yang cerdas untuk melanjutkan warisan balap motor Indonesia.

Dampak Positif bagi Pariwisata dan Ekonomi

Sirkuit Mandalika. Foto: Twitter/@MotoGP

Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika tidak hanya memberikan keuntungan bagi dunia balap motor, tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi. Dengan keindahan alam yang ditawarkan oleh Mandalika, Indonesia memperoleh peluang untuk menarik wisatawan global.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat bahwa sirkuit ini bukan hanya sebuah tempat balapan, tetapi juga daya tarik wisata yang menghadirkan pengalaman berkualitas. Dengan pemandangan laut yang menakjubkan, kawasan pantai, dan perbukitan, Mandalika menjadi magnet bagi para pecinta wisata dan balap motor.

Dengan demikian, pemilihan Mandalika sebagai lokasi Sirkuit MotoGP bukanlah keputusan yang diambil secara sembarangan. Keindahan alamnya yang memukau, dukungan pemerintah, dan sejarah panjang balap motor Indonesia menjadi elemen kunci yang membuat Mandalika menjadi tuan rumah yang ideal. Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika bukan hanya menghadirkan kegembiraan dalam dunia balap motor, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi pariwisata dan ekonomi Indonesia.