in

Berbagai Dampak Jika Tanaman Tidak Tumbuh di Bumi

Ilustrasi Tanaman yang Tidak Tumbuh di Bumi (Freepik)

Tanaman merupakan salah satu unsur yang paling penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk di Bumi. Keberadaan tanaman tidak hanya menjadi penyedia oksigen, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem alam dan menyediakan sumber makanan bagi semua makhluk hidup. Sampai saat ini, tanaman memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Namun, jika tanaman tidak tumbuh lagi di Bumi, berbagai konsekuensi buruk dapat terjadi yang akan berdampak pada kehidupan manusia bahkan dapat menyebabkan kehancuran seluruh kehidupan di planet ini. Untuk memahami lebih jelasnya, berikut penjelasan ilmiah tentang berbagai dampak yang mungkin terjadi jika tanaman tidak tumbuh di Bumi.

Kebutuhan oksigen akan menurun drastis

Ilustrasi tanah menjadi kering (Freepik)

Tanaman merupakan salah satu sumber oksigen terbesar di Bumi. Ketika melakukan proses fotosintesis, tanaman menghasilkan oksigen yang sangat penting bagi kehidupan semua makhluk di planet ini. Menurut One Tree Planted, satu pohon dewasa dapat menghasilkan sekitar 100.000 liter oksigen setiap tahunnya.

Meskipun memang benar bahwa keberadaan oksigen bisa habis jika tanaman tidak tumbuh lagi di Bumi, kemungkinannya tidak langsung begitu. Dilansir oleh Thomasnet, tanaman dan hutan hujan hanya menyumbang sekitar 28 persen dari total oksigen di atmosfer Bumi. Sebaliknya, 72 persen sisanya berasal dari organisme tumbuhan laut, seperti fitoplankton dan berbagai jenis alga.

Artinya, oksigen masih akan tersedia jika hanya tanaman di darat yang punah. Namun, hal ini tidak menjamin kelangsungan hidup semua makhluk di Bumi dalam jangka panjang. Manusia, hewan, dan organisme lainnya kemungkinan akan mengalami kepunahan secara bertahap.

Terjadinya pemanasan global cukup parah

Penurunan jumlah oksigen di Bumi karena kepunahan tanaman akan memiliki dampak pada lapisan ozon (O3). Menurut New Scientist, jika lapisan ozon menjadi lebih tipis, maka akan terjadi pemanasan global yang ekstrem. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya seluruh kehidupan di planet ini, baik di daratan maupun di lautan.

Radiasi ultraviolet yang tinggi dan panas dari sinar matahari yang intens akan menyebabkan Bumi dan segala isinya mengalami kerusakan yang parah. Oleh karena itu, bayangkan konsekuensi jika tanaman berhenti tumbuh di Bumi. Penurunan drastis oksigen akan mengundang berbagai bencana yang lebih ekstrem.

Punahnya hewan herbivor secara massal

Jerapah, hewan herbivore. Foto: Pixabay

Hewan herbivor, sebagai pemakan tanaman, salah satu hewan yang paling rentan terhadap kepunahan massal. Jika tanaman tidak lagi tumbuh di Bumi, hewan-hewan herbivor akan kehilangan sumber makanan utama mereka dan berpotensi mengalami kepunahan. Dampaknya juga akan dirasakan oleh hewan karnivor atau predator yang bergantung pada hewan herbivor sebagai sumber makanan.

Selain itu, bencana kekurangan makanan juga akan mengancam manusia. Kehadiran tanaman dan hewan dalam rantai makanan sangat penting bagi ketersediaan makanan bagi manusia. Jika tanaman dan hewan punah, kemungkinan terjadinya bencana kelaparan dan kekacauan yang meluas akan menjadi kenyataan.

Terjadinya berbagai bencana banjir yang besar

Ilustrasi pohon mati (Freepik)

Tanaman juga memiliki peran yang sangat penting dalam mitigasi banjir dengan menyerap dan memperlambat aliran air hujan yang jatuh ke permukaan. Sebagai alat resapan alami, keberadaan tanaman sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor selama musim hujan. Jika tanaman tidak lagi tumbuh, maka kemungkinan besar akan terjadi bencana banjir yang parah di seluruh dunia. Akibatnya, Bumi secara perlahan akan tenggelam karena daratan tidak akan memiliki area resapan yang cukup untuk menahan air hujan.

Kehidupan di bumi akan punah

Dari kemungkinan buruk yang telah diuraikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa keberadaan tanaman sangat vital bagi kelangsungan hidup seluruh makhluk di Bumi. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kekurangan oksigen, tetapi juga potensi terjadinya bencana lain yang lebih parah. Meskipun terdengar seperti hal yang sulit dipercaya, kepunahan tanaman dari Bumi telah diprediksi oleh sejumlah ilmuwan.

Mengacu pada laporan dari Earth Sky, studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience pada tahun 2021 menyatakan bahwa dalam satu miliar tahun ke depan, tanaman diprediksi akan punah. Studi tersebut menjelaskan bahwa kepunahan tanaman akan berdampak pada keberadaan oksigen di atmosfer yang sangat penting bagi manusia dan hewan untuk bernapas.

Namun, satu miliar tahun adalah periode yang sangat panjang bagi manusia. Untuk mencegah penurunan oksigen dalam waktu yang lebih dekat, langkah-langkah seperti reboisasi atau penanaman kembali pohon dapat dilakukan. Dengan demikian, bencana besar akibat kepunahan tanaman di Bumi dapat dicegah.

Dengan demikian, tanaman memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem Bumi dengan menyediakan oksigen, sumber makanan, dan melindungi dari bencana alam seperti banjir. Jika tanaman punah, akan terjadi penurunan oksigen, pemanasan global, kepunahan massal hewan, dan bencana banjir yang luas. Ini menunjukkan urgensi untuk menjaga keberadaan tanaman demi kelangsungan hidup planet ini.