in

4 Daerah Paling Ramai di Gresik, Salah Satunya Ada Wisata Bukit

Manyar (instagram/@alisyam_)

Gresik merupakan kota tempat berdirinya pabrik semen pertama dan perusahaan semen terbesar di Indonesia. Nama Gresik sendiri berasal dari kata giri gisik yang berarti gunung di tepi pantai yang merujuk pada topografi kabupaten Gresik yang berada di pinggir pantai. Terdapat 4 daerah di Gresik yang terkenal paling ramai sebagai berikut:

Menganti

Menganti adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan Menganti terletak di wilayah selatan Kabupaten Gresik, berjarak kurang lebih 30 km dari Kota Gresik. Karena kecamatan ini berbatasan langsung dengan wilayah Kota Surabaya, Menganti juga merupakan daerah yang dikenal dengan berbagai kompleks perumahan yang letaknya sangat strategis.

Kecamatan ini mempunyai banyak desa, dengan mayoritas masyarakat atau penduduknya bekerja sebagai petani padi, pengrajin rotan dan pengusaha ayam. Menganti adalah kecamatan yang terkenal dengan industri kerajinan anyaman rotan, yang memproduksi keranjang, kursi, meja, dan berbagai macam bentuk souvenir.

Menganti berasal dari salah satu nama desa di kecamatan ini yang menjadi ibu kota kecamatan yaitu Desa Menganti Gresik. Asal sejarah dan arti kata Menganti berasal dari kisah panjang, bermula dari nama tempat kantor pemerintahan pada masa pemerintahan Sunan Giri.

Manyar

Manyar. Foto: insatgram/@irsyadmuhammadirsyad

Kecamatan Manyar adalah daerah yang paling ramai di Kabupaten Gresik. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kecamatan ini memiliki populasi penduduk sejumlah 117.475 jiwa pada sensus 2022. Kecamatan Manyar berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Gresik dan memiliki wisata yang sangat terkenal, seperti Edu Wisata Lontar Sewu. Selain itu, kecamatan ini juga memiliki Bukit Kapur Suci sebagai wisata selain pantai.

Sejarah Tugu Manyar Gresik terbentang pada tahun 1960. Tugu ini dibangun atas kontribusi dari KH Sahlan, sosok tokoh agama terkemuka. Tugu Manyar Gresik merupakan ikon terkenal di Kabupaten Gresik dan menyimpan filosofi yang berkaitan dengan semangat mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kecamatan ini memiliki fungsi pengkoordinasi penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kecamatan, pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum, serta pelayanan masyarakat.

Kebomas

Kebomas adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Gresik, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Nama kecamatan ini berasal dari kerbau, yang pada zaman Giri Kedaton dianggap sebagai sahabat yang banyak membantu masyarakat. Cerita tutur masyarakat menyebut bahwa Sunan Giri yang berkeinginan untuk menyebarkan agama Islam di Bumi Majapahit, menunjukkan kumpulan kerbau yang di mata Raja Brawijaya berwarna emas.

Kebomas merupakan pusat perekonomian di Kota Pudak, Gresik, serta pusat pemerintahan karena adanya kantor Pemkab Gresik, kantor dinas, dan pelayanan publik banyak berdiri di sana. Kecamatan ini juga menjadi tempat pengembangan budaya lokal, terutama dalam bidang seni tradisional seperti musik, tari, dan seni lukis.

Kebomas juga telah dijadikan logo oleh perusahaan PT Petrokimia Gresik sebagai upaya penghargaan kepada daerah setempat. Kecamatan ini berdekatan dengan pusat pemerintahan kota Gresik yang terdiri dari 21 desa.

Driyorejo

Driyorejo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini memiliki luas 5.129,72 hektare dan berbatasan langsung dengan beberapa kecamatan lain, seperti Karangpilang, Surabaya, Wringinanom, Menganti, Lakarsantri, Taman, dan Krian.

Sejarah nama Driyorejo berasal dari seorang yang mengawali adanya kehidupan di wilayah tersebut dengan nama Wongso Driyo. Nama ini kemudian diberi imbuhan Rejo dan jadi nama Driyorejo. Kota Baru Driyorejo (KBD) menjadi jujukan warga Surabaya Barat dalam mencari takjil, terutama sepanjang Jalan Raya Batu Mulia yang berada di perumahan tersebut.