in

Unik! Penyebutan Nama Kue Delapan Jam Asal Palembang

cookpad.com

Kue delapan jam adalah salah satu jajanan khas yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, yang terkenal dengan rasanya yang manis, lembut, dan aromanya yang harum.

Nama “Delapan Jam” sendiri mungkin terdengar unik dan menarik bagi banyak orang yang belum familiar dengan kue ini. Namun, sebenarnya ada cerita menarik di balik asal usul penyebutan nama yang unik ini. Mari kita telusuri lebih dalam tentang asal usul nama kue delapan jam asal Palembang.

Legenda di balik nama kue

Menurut legenda yang beredar di masyarakat Palembang, nama “Delapan Jam” berasal dari waktu yang dibutuhkan untuk membuat kue ini.

Konon, proses pembuatan kue delapan jam membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar delapan jam mulai dari persiapan bahan hingga kue siap untuk disajikan. Proses ini melibatkan beberapa tahapan yang memakan waktu, seperti persiapan adonan, pengulenan, pembentukan kue, dan pemanggangan hingga matang sempurna.

Kesabaran dan keterampilan yang dibutuhkan

Nama “Delapan Jam” mencerminkan kesabaran dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pembuatan kue ini. Proses yang panjang dan detail menunjukkan bahwa pembuatan kue delapan jam tidak dapat dilakukan dengan tergesa-gesa, melainkan membutuhkan perhatian khusus dan ketelatenan dalam setiap langkahnya. Para pembuat kue harus memiliki keterampilan dan pengalaman yang cukup untuk menghasilkan kue yang lezat dan berkualitas.

Ciri khas dan keunikan rasa

Selain asal usul nama yang unik, kue delapan jam juga dikenal dengan cita rasanya yang lezat dan teksturnya yang lembut. Kue ini terbuat dari campuran tepung terigu, telur, gula, dan mentega, yang kemudian dipanggang hingga matang. Beberapa versi kue delapan jam juga memiliki tambahan bahan seperti kismis, keju, atau cokelat yang menambah kelezatan dan aroma khasnya.

Kebiasaan dan tradisi lokal

Kue Lapan Jam, Si Legit dari Palembang | Kue Lapan Jam, Si Legit dari PalembangKue Lapan Jam, Si Legit dari PalembangPariwisata Indonesia
Pariwisata Indonesia

Nama kue delapan jam juga dapat terkait dengan kebiasaan dan tradisi lokal di Palembang. Masyarakat Palembang dikenal sebagai masyarakat yang memperhatikan detail dan mempersembahkan yang terbaik dalam setiap kesempatan, termasuk dalam pembuatan kue tradisional.

Nama yang menggambarkan waktu yang panjang untuk membuat kue ini dapat mencerminkan nilai-nilai kesabaran, kerajinan, dan keuletan yang merupakan bagian dari budaya lokal.

Keistimewaan dan keunikan kue Palembang

Kue delapan jam merupakan salah satu contoh dari keistimewaan dan keunikan kuliner Palembang yang patut dijaga dan dihargai. Selain kue delapan jam, Palembang juga terkenal dengan berbagai jajanan tradisional lainnya yang kaya akan cita rasa dan sejarahnya.

Melalui pembuatan dan penyajian kue-kue tradisional seperti kue delapan jam, masyarakat Palembang mempersembahkan warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang.

Penyebaran dan popularitas

Meskipun awalnya kue delapan jam hanya dikenal di Palembang dan sekitarnya, namun seiring dengan waktu, kue ini telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dan bahkan menjadi populer di beberapa kota besar.

Restoran-restoran, kedai kue, dan pedagang kaki lima sering kali menyajikan kue delapan jam sebagai salah satu menu andalannya. Kelezatan dan keunikan rasanya telah membuat kue delapan jam menjadi favorit bagi banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat.

Nama “Delapan Jam” bukan hanya sekadar penanda waktu dalam proses pembuatan kue, melainkan juga mencerminkan nilai-nilai kesabaran, kerajinan, dan keuletan yang terkandung dalam tradisi lokal Palembang.

Sebagai salah satu jajanan khas yang paling dicintai, kue delapan jam tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga membawa kenangan akan kekayaan budaya dan kuliner Indonesia yang memikat. Dengan lebih mengenal asal usul dan cerita di balik nama kue ini, kita dapat mengapresiasi lebih dalam warisan budaya yang dimiliki oleh negeri ini.