in

Tak Seindah di Drakor! 5 Sisi Kelam Korea Selatan yang Jarang Terekspos

Korea Selatan. Foto: Pexels

Kehidupan di Korea Selatan memang tidak seindah serial drama yang mereka produksi. Di tengah gemerlapnya negara tersebut ternyata Korea Selatan memiliki sisi kelam yang jarang terekspos di media sosial sehingga tidak banyak orang yang tahu akan hal tersebut.

Meskipun akhir-akhir ini Korea Selatan menjadi destinasi yang sangat populer di dunia berkat drama ataupun idol K-Pop. Ternyata tinggal di Korea Selatan tidak seindah yang dibayangkan ketika melihat drakor. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kenyataannya.

Berikut ini beberapa sisi kelam dari realita kehidupan di Korea Selatan yang wajib kamu ketahui. Yuk simak penjelasan di bawah ini!

Angka kelahiran rendah

Salah satu realita dan sisi kelam dari Korea Selatan yaitu mereka terlalu takut untuk menikah dan memiliki anak. Korea Selatan mencatat bahwa angka kelahiran setiap tahunnya terus menurun. Ada banyak sekali alasan yang menyebabkan angka kelahiran rendah di negara Korea Selatan.

Salah satunya yaitu karena biaya hidup yang sangat mahal sehingga mereka yang telah menikah banyak memutuskan untuk child free. Apalagi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Biaya sekolah yang mahal dan masih banyak lagi pertimbangan lainnya.

Banyak kasus bully

Tak seindah di drakor atau drama Korea. Ternyata di Korea Selatan masih banyak orang yang mengalami pembullyan bahkan pelecehan seksual. Sisi kelam ini tentunya tidak banyak diketahui oleh para pendatang terutama wisatawan asing. Diingatan mereka Korea Selatan merupakan negara impian dan merupakan salah satu negara maju.

Biasanya kontroversi bullying yang terjadi banyak dilakukan oleh anak-anak sekolah. Kasus ini cukup sulit dituntaskan karena sudah menjadi kebiasaan. Apalagi masyarakat di Korea Selatan suka merendahkan orang-orang yang berada jauh di bawah mereka seperti dalam segi ekonomi, bentuk wajah, ras, agama dan masih banyak lagi lainnya.

Jam kerja berlebihan

Tahukah kamu jam kerja berlebihan orang Korea Selatan sangat menyita energi. Hal ini biasanya terjadi pada industri hiburan di Korea Selatan. Mahalnya biaya produksi bisa membuat pihak produksi drama menyelesaikan proses syuting secepat mungkin. Sehingga para aktris dan aktor bisa bekerja lebih ekstra.

Tak heran hal inilah yang membuat mereka sering merasa stres hingga depresi. Tuntutan pekerjaan yang berat serta sulit untuk meluangkan waktu sekedar bercerita ataupun beristirahat. Semakin membuat para aktris ataupun aktor terpuruk dengan masalah yang dialaminya. Sehingga banyak memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Inilah sisi kelam dari Korea Selatan yang tidak banyak diketahui.

Cancel culture

Berbeda halnya dengan di Indonesia. Negara Korea Selatan sangat menerapkan cancel culture kepada para public figure di industri hiburan. Mereka tidak akan segan-segan menuntut aktris ataupun aktor yang terlibat kontroversi karena hal ini sangat dianggap memalukan.

Para aktris ataupun aktor yang sudah terlibat dalam kontroversi ataupun skandal. Akan mengalami cancel culture sehingga mereka tidak dapat lagi berkarya di layar kaca. Masyarakat Korea Selatan menganggap hal yang mereka lakukan seperti aib sehingga tidak pantas menampakan diri di depan khalayak ramai. Hal inilah yang menyebabkan mereka bisa hilang seketika.

Obsesi terhadap pendidikan

Tahukah kamu orang Korea Selatan sangat menomorsatukan pendidikan. Mereka sangat terobsesi bisa bersekolah di tempat yang bagus dan bergengsi. Tidak hanya itu saja mereka juga akan menghabiskan banyak waktu seharian di sekolah. Dengan berbagai macam les tambahan yang dilakukan setiap harinya.

Orang Korea Selatan memang sangat menjunjung tinggi pendidikan. Bahkan mereka baru bisa pulang ke rumah pada jam 10.00 malam setelah sekolah ataupun menyelesaikan berbagai macam les. Hal ini mereka lakukan agar bisa mendapat menempuh pendidikan di universitas ternama. Jika bisa berkuliah di universitas ternama mereka akan mudah mendapatkan pekerjaan yang mapan.