in

Simak Gejala Demam Berdarah, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Gejala Demam Berdarah dan Cara Mengobatinya (Freepik)

Demam berdarah adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Orang yang terinfeksi DBD akan mengalami nyeri yang parah, terutama di tulang dan persendian, yang terasa seperti patah.

Penyakit demam berdarah dapat menyerang siapa pun, termasuk orang dewasa, sehingga penting untuk mengenali gejalanya agar penanganan dapat dilakukan segera. Berbagai gejala demam berdarah dan penyebabnya perlu dipahami agar dapat diatasi dengan efektif. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab dan cara mengobati demam berdarah.

Gejala demam berdarah

Umumnya, seseorang yang mengalami gejala demam berdarah ditandai dengan demam tinggi mencapai 39 derajat celcius. Kondisi ini akan berlangsung selama 2-7 hari, diikuti dengan penurunan drastis. Selain demam tinggi, beberapa tanda dan gejala DBD meliputi

  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri di belakang mata, tulang, dan otot
  • Munculnya ruam kulit atau bercak kemerahan
  • Radang tenggorokan, kesulitan menelan dan minum.

Setelah itu, gejala awal demam berdarah biasanya diikuti dengan gejala tambahan seperti mimisan, muntah darah, gusi berdarah, dan BAB berwarna hitam atau gelap, menandakan penyebaran virus ke seluruh tubuh yang menyebabkan peradangan. Pada fase kritis selama 2-3 hari setelah munculnya gejala tambahan, meskipun demam tinggi menurun dan beberapa gejala berkurang, harus tetap diwaspadai karena dapat menyebabkan Dengue Shock Syndrome (DSS) yang berpotensi fatal.

Penyebab demam berdarah

Ilustrasi Gigitan Nyamuk (Freepik)

Penyakit DBD disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, yang mentransmisikan virus saat menghisap darah korban dengan menggigitnya. Nyamuk ini cenderung aktif pada pagi dan sore hari. Dikenali dengan warna belang hitam-putih dan ukurannya yang kecil, mereka lebih memilih tempat yang bersih, seperti bak mandi, daripada tempat yang kotor.

Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena DBD, seperti tinggal atau bepergian ke daerah tropis, riwayat infeksi virus dengue, serta rentan terhadap penyakit pada anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Pengobatan demam berdarah

Saat ini belum ada metode yang spesifik untuk mengobati penyakit demam berdarah. Namun, beberapa langkah penting dapat diambil saat mengalami gejala DBD antara lain:

  • Wajib istirahat yang cukup
  • Pastikan untuk minum air putih dalam jumlah yang mencukupi untuk mencegah dehidrasi.
  • Selalu perhatikan seberapa sering kamu buang air kecil dan jumlah urine yang dikeluarkan.
  • Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Pada kasus yang sudah parah, penderita DBD yang sulit untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup sering kali mendapatkan cairan tambahan melalui metode infus yang diresepkan oleh dokter. Selain itu, disarankan untuk tidak menggunakan obat pereda nyeri karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Meskipun berpotensi mengancam jiwa, DBD sebenarnya dapat dicegah dengan langkah-langkah pencegahan yang sederhana seperti pengusir nyamuk seperti obat nyamuk bakar, semprot, atau losion anti nyamuk, serta memakai pakaian yang menutupi sebagian besar permukaan kulit saat beraktivitas di luar.

Selain itu, menggunakan kipas angin atau AC di dalam ruangan dan memasang jaring anti nyamuk di jendela dan ventilasi rumah dapat membantu mengurangi risiko terkena gigitan nyamuk. Menghilangkan tempat-tempat di mana nyamuk bisa berkembang biak, seperti ban bekas, kaleng, atau wadah yang menampung air, juga dapat membantu mengurangi populasi nyamuk.