in

Ingin Optimalkan Tumbuh Kembang Anak? Perhatikan 7 Faktor Ini

Ilustrasi. Foto: Unsplash

Tumbuh kembang anak merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan oleh setiap orangtua. Menurut Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), ada beberapa faktor yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, mulai dari status gizi hingga pola asuh. Dalam artikel ini, kita akan membahas tujuh faktor yang perlu menjadi perhatian orangtua agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

1. Status gizi yang kurang

Ilustrasi anak-anak. Unsplash

Anak memerlukan asupan makanan bergizi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Gizi yang kurang dapat menyebabkan lemahnya sistem kekebalan tubuh, membuat anak rentan terhadap infeksi atau penyakit yang dapat menghambat proses tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, terutama pada 1000 hari pertama kehidupannya.

2. Penyakit atau kelainan bawaan

Penyakit kronis seperti tuberkolosis, anemia, atau kelainan jantung bawaan dapat menjadi hambatan dalam tumbuh kembang anak. Deteksi dini melalui skrining pada bayi baru lahir penting untuk mengetahui apakah ada kelainan yang dapat mengganggu pertumbuhan mereka.

3. Gangguan hormon

Anak-anak dengan gangguan hormon seperti hipotiroidisme dapat mengalami masalah dalam tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu memantau kondisi anak.

4. Gangguan tumbuh kembang yang tidak tertangani

Ilustrasi. Foto: Freepik

Gangguan tumbuh kembang yang tidak disadari atau tidak tertangani dapat menjadi penghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Misalnya, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas dapat memengaruhi kemampuan sosial dan belajar anak.

5. Kurang stimulasi

Anak membutuhkan stimulasi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Orangtua dapat memberikan stimulasi melalui interaksi, mainan sesuai usia, dan menghindari memberikan gadget pada anak di bawah 18 bulan.

6. Pola asuh yang tidak mendukung

Pola asuh otoriter, pemberian hukuman berlebihan, dan tidak memberi ruang untuk bernegosiasi dapat menghambat tumbuh kembang anak.

7. Kebersihan yang buruk di lingkungan

Lingkungan yang kurang bersih, seperti kurangnya paparan sinar matahari dan paparan zat kimia berbahaya, dapat berdampak negatif terhadap pertumbuhan anak.

Cara memantau tumbuh kembang anak

Ilustrasi. Foto: Unsplash

Pemantauan tumbuh kembang anak dapat dilakukan dengan mengajak anak ke Posyandu, mengunjungi fasilitas kesehatan untuk pelayanan deteksi dini, dan memberikan stimulasi perkembangan sesuai usia.

Dengan memahami dan menghindari faktor penghambat tumbuh kembang anak, serta melakukan pemantauan secara rutin, orangtua dapat berperan aktif dalam memastikan anak tumbuh dan berkembang dengan optimal. Konsultasikan dengan ahli kesehatan untuk mendapatkan informasi dan panduan yang lebih spesifik terkait pertumbuhan dan perkembangan anak.