in

Hindari 8 Kebiasaan Buruk saat Menstruasi, Wajib Disimak!

Ilustrasi Wanita Menstruasi (Freepik)
Saat menstruasi, banyak wanita melakukan kebiasaan buruk seperti jarang mengganti pembalut atau kurang membersihkan area kewanitaan Jika tidak dihindari, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan masalah kesehatan lainnya Untuk mencegah hal tersebut, kamu perlu tahu kebiasaan apa yang tidak boleh dilakukan saat menstruasi. Yuk simak penjelasan lengkap dalam artikel ini!

1. Jarang mengganti pembalut

Ilustrasi Pembalut (Unsplash)

Banyak wanita sering melakukan kebiasaan ini dengan alasan menganggap bahwa belum penuh berarti tidak perlu mengganti pembalut. Akibatnya, mereka cenderung menggunakan satu pembalut sepanjang hari saat sedang aktif. Namun, sebaiknya, kamu harus segera mengubah kebiasaan ini. Menggunakan pembalut terlalu lama selama menstruasi dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri yang berlebihan di area organ intim. Oleh karena itu, penting untuk mengganti pembalut secara teratur agar menjaga kebersihan dan kesehatan selama masa menstruasi.

2. Memakai sabun yang tidak sesuai saat membersihkan vagina

Salah satu kebiasaan buruk yang sering diabaikan saat menstruasi adalah membersihkan vagina dengan menggunakan sabun yang seharusnya digunakan untuk tubuh bagian lain. Penting untuk diingat bahwa kondisi kulit pada tubuh berbeda dengan kondisi kulit vagina, sehingga sabun yang biasa digunakan untuk badan tidak cocok untuk digunakan pada organ intim kamu.

Menggunakan sabun sembarangan dapat mengganggu keseimbangan flora alami yang diperlukan oleh vagina. Untuk membersihkan area kewanitaan dengan tepat, disarankan untuk menggunakan sabun yang khusus diformulasikan dengan pH yang sesuai.

3. Membersihkan vagina dengan cara yang tidak tepat

Kesalahan umum lain yang sering terjadi saat menstruasi adalah cara membersihkan vagina yang tidak tepat. Menjaga kebersihan vagina selama masa menstruasi memang krusial, namun penting untuk melakukannya dengan metode yang benar. Pastikan untuk membersihkan vagina dari depan ke belakang, artinya dari arah vagina menuju anus. Hal ini penting karena membersihkan dengan arah yang salah dapat memungkinkan bakteri dari anus masuk ke vagina dan uretra, yang dapat menyebabkan infeksi.

4. Lupa mencuci tangan dengan sabun

Ilustrasi Mencuci Tangan dengan Sabun (Freepik)

Kebiasaan buruk lainnya yang tanpa disadari dilakukan wanita yaitu lupa mencuci tangan dengan sabun setlah mengganti pembalut atau membersihkan vagina. Padahal, tangan berpotensi terkontaminasi oleh bakteri dari darah menstruasi. Disarankan untuk menghindari kebiasaan buruk ini selama menstruasi. Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik secara menyeluruh, meskipun tangan terlihat bersih. Selain untuk menghilangkan aroma darah, sabun antiseptik juga bermanfaat untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang mungkin masih tersisa setelah mengganti pembalut.

5.Menggunakan produk wewangian

Kebiasaan buruk yang sering dilakukan wanita saat menstruasi adalah menggunakan produk wewangian pada vagina dengan tujuan menghilangkan bau yang tidak sedap. Padahal, tindakan ini dapat berisiko merugikan bagi area kewanitaan.

Bahan pewangi yang terdapat dalam beberapa produk mungkin tidak cocok untuk kulit sensitif pada vagina kamu, yang dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi. Selain itu, disarankan untuk menghindari penggunaan parfum atau cologne pada vagina atau pada celana dalam, karena banyak parfum mengandung alkohol atau etanol yang dapat mengakibatkan kulit vagina menjadi kering dan iritasi.

6. Malas beraktivitas

Banyak wanita mengalami kram perut dan nyeri haid yang mengganggu selama menstruasi atau PMS. Hal ini sering kali membuat mereka kurang aktif dan cenderung malas bergerak. Malas bergerak sebenarnya dapat memperburuk kondisi nyeri haid. Jika merasa lemas, sebaiknya tidak menjadikan itu sebagai alasan untuk tidak bergerak sama sekali. Penting untuk tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Cobalah untuk melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, senam, atau yoga dapat membantu mengurangi kram perut saat haid.

7. Membiarkan emosi yang tidak stabil

Selama menstruasi, sering terjadi perubahan mood yang mendadak, seperti dari rasa senang menjadi kesal dalam waktu singkat. Kondisi ini tidak hanya membuat kamu tidak nyaman, tetapi juga dapat mengganggu orang-orang di sekitar. Banyak orang cenderung membiarkan fluktuasi emosi ini terjadi tanpa melakukan usaha untuk mengatasinya, padahal hal tersebut bisa memperburuk perasaan tidak nyaman Anda.

Sebaiknya, cobalah untuk menenangkan diri dengan melakukan aktivitas relaksasi seperti meditasi, teknik pernapasan dalam, yoga, atau mendengarkan musik yang menenangkan. Menghindari kebiasaan buruk ini selama masa menstruasi dapat membantu kamu mengelola perubahan emosi dengan lebih baik.