in

Tips Lari Marathon Saat Puasa: Tetap Bugar dan Terjaga Performa

Mendengarkan Musik Saat Berolahraga. Foto: Pexels

Marathon adalah tantangan fisik yang memerlukan persiapan matang, apalagi jika dilakukan selama bulan puasa. Bagi para pelari yang tetap ingin menjaga rutinitas latihan marathon selama Ramadan, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap bugar tanpa mengorbankan ibadah puasa. Berikut ini beberapa tips lari marathon saat puasa yang bisa membantu kamu tetap tampil prima tanpa merasa kelelahan.

1. Tentukan Waktu Latihan yang Tepat

Salah satu hal terpenting saat lari marathon selama puasa adalah memilih waktu yang tepat untuk berlatih. Ada dua waktu yang sangat ideal untuk berlari saat berpuasa: setelah berbuka puasa dan sebelum sahur.

  • Setelah Berbuka Puasa – Ini adalah waktu yang paling umum dipilih, karena tubuh sudah terhidrasi dan memiliki energi dari makanan. Kamu bisa berlari dengan intensitas lebih tinggi setelah menunggu beberapa waktu setelah makan, untuk memastikan pencernaan berjalan dengan baik.
  • Sebelum Sahur – Lari ringan di pagi hari sebelum sahur juga bisa menjadi pilihan, karena tubuh masih dalam keadaan beristirahat dan tidak terlalu lelah. Latihan ringan seperti jogging santai atau lari cepat bisa dilakukan agar tidak terlalu menguras energi.

2. Perhatikan Asupan Nutrisi dan Hidrasi

Salah satu tantangan terbesar saat berlari di bulan puasa adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendapatkan cukup energi. Pastikan kamu mengonsumsi makanan yang seimbang saat berbuka dan sahur, dengan fokus pada karbohidrat kompleks (seperti nasi merah atau roti gandum) yang bisa memberikan energi tahan lama, serta protein dan lemak sehat untuk pemulihan otot. Jangan lupakan juga buah dan sayur yang kaya akan vitamin dan mineral.

Penting juga untuk menghidrasi tubuh dengan baik setelah berbuka puasa dan sebelum sahur. Minumlah air putih yang cukup agar tubuh tidak mengalami dehidrasi selama berlari. Hindari minuman berkafein karena bisa membuat kamu lebih cepat dehidrasi.

3. Sesuaikan Intensitas dan Jarak Lari

Jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan latihan dengan intensitas tinggi selama puasa. Jika biasanya kamu berlatih dengan jarak atau kecepatan tinggi, coba kurangi durasi atau intensitasnya selama Ramadan. Fokuskan latihan pada ketahanan tubuh dan kecepatan ringan.

Saat lari marathon, usahakan untuk tidak berlari terlalu jauh pada awalnya. Jika kamu merasa tubuh mulai lelah, beristirahatlah sejenak. Cobalah berlari dengan jarak yang lebih pendek, kemudian tingkatkan sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu.

4. Istirahat yang Cukup

Salah satu kunci keberhasilan dalam berlatih marathon, baik saat puasa maupun tidak, adalah cukup tidur dan pemulihan tubuh. Puasa bisa mengganggu pola tidur, sehingga kamu perlu lebih bijak dalam mengatur waktu tidur agar tubuh bisa pulih dengan baik setelah berlatih. Tidur yang cukup juga membantu pemulihan otot dan menjaga stamina kamu tetap terjaga.

5. Dengarkan Tubuh Kamu

Saat berlari, selalu dengarkan sinyal yang diberikan tubuh kamu. Jika merasa terlalu lelah atau pusing, segeralah berhenti dan ambil waktu untuk beristirahat. Jangan terlalu memaksakan diri hanya untuk mengejar target tertentu, karena tubuh yang terlalu dipaksakan bisa mengalami cedera atau kelelahan yang berbahaya.

Lari marathon saat puasa memang bisa menjadi tantangan tersendiri, tetapi dengan perencanaan yang baik dan kesadaran akan kondisi tubuh, kamu tetap bisa melakukannya dengan aman dan bugar. Jangan lupa untuk menikmati setiap langkah, karena olahraga saat puasa juga bisa menjadi cara untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bertenaga selama bulan suci ini. Selamat berlatih dan semoga sukses!