Film Eternals adalah bukti bahwa Marvel bisa menghadirkan sesuatu yang berbeda dari film-film sebelumnya.
Di tangan sutradara pemenang Oscar, Chloe Zhao, film ini menampilkan pendekatan yang lebih dalam dan filosofis.
Bukan sekadar aksi heroik khas Marvel, “Eternals” mengangkat tema besar tentang penciptaan, moralitas, dan dilema kepercayaan.
Cerita Awal: Para Eternals dan Celestials
Film ini diawali dengan penjelasan tentang asal-usul Eternals, sekelompok makhluk kuat yang diciptakan oleh Celestials untuk melindungi Bumi dari monster bernama Deviants.
Celestials adalah entitas kuno yang menciptakan alam semesta dan mengamati bagaimana kehidupan berevolusi.
Mereka memberikan tugas kepada Eternals untuk menjaga keseimbangan dunia, tetapi dengan satu aturan: mereka tidak boleh ikut campur dalam konflik manusia kecuali Deviants terlibat.
Para Eternals telah hidup di Bumi selama ribuan tahun, menyamar di antara manusia dan menyaksikan berbagai peristiwa sejarah.
Namun, ketika ancaman baru muncul dan salah satu dari mereka terbunuh, para Eternals harus kembali bersatu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Karakter dan Peran Mereka
Eternals dibagi menjadi dua kelompok utama: petarung dan pemikir.
- Petarung: Ikaris (Richard Madden), Thena (Angelina Jolie), Kingo (Kumail Nanjiani), Makkari (Lauren Ridloff), dan Gilgamesh (Ma Dong-seok). Mereka bertugas menghadapi ancaman secara langsung.
- Pemikir: Sersi (Gemma Chan), Sprite (Lia McHugh), Phastos (Brian Tyree Henry), Druig (Barry Keoghan), dan Ajak (Salma Hayek). Mereka lebih fokus pada strategi dan pengembangan kehidupan manusia.
Selama berabad-abad, mereka beradaptasi dengan dunia dan bahkan dianggap sebagai dewa oleh peradaban kuno.
Namun, kemunculan kembali Deviants dan pesan dari Celestials membuat mereka mempertanyakan tugas mereka serta arti keberadaan mereka di Bumi.
Konflik Besar: Melawan atau Tunduk?
Konflik utama dalam film ini bukan hanya tentang menghadapi Deviants, tetapi juga soal keyakinan dan moralitas.
Para Eternals dihadapkan pada dilema besar: apakah mereka harus tetap mengikuti aturan Celestials atau melindungi manusia dengan segala risiko yang ada?
Sebagian Eternals percaya bahwa Celestials memiliki rencana yang lebih besar dan mereka harus mengikuti perintahnya.
Namun, ada juga yang merasa bahwa manusia berhak menentukan nasib mereka sendiri. Perbedaan pandangan ini memicu perselisihan di antara mereka, menciptakan ketegangan yang membuat cerita semakin menarik.
Visual dan Aksi yang Memukau
Chloe Zhao membawa sentuhan sinematik khasnya ke dalam “Eternals”. Film ini menampilkan pemandangan yang menakjubkan dengan efek visual yang memanjakan mata.
Adegan pertempuran juga dibuat dengan sangat apik, menunjukkan kekuatan unik dari masing-masing karakter tanpa terasa berlebihan.
Meski memiliki banyak karakter, film ini tetap berusaha memberikan porsi cerita yang cukup untuk masing-masing.
Namun, karena jumlahnya yang banyak, beberapa karakter terasa kurang mendapatkan pengembangan yang mendalam.
Film Berbeda dari Marvel
“Eternals” bukanlah film superhero biasa. Dengan tema yang lebih berat dan filosofis, film ini menghadirkan sesuatu yang segar dalam dunia Marvel.
Namun, karena durasi yang panjang dan banyaknya karakter, beberapa bagian terasa kurang dieksplorasi secara maksimal.
Bagi yang mencari film Marvel dengan aksi nonstop, “Eternals” mungkin terasa lebih lambat dan mendalam.
Namun, bagi yang suka dengan cerita yang menggugah pemikiran, film ini bisa menjadi pengalaman yang menarik.
