Mengajarkan anak berpuasa sejak dini adalah langkah bijak yang dilakukan banyak orangtua. Meskipun anak-anak yang belum akil balig tidak diwajibkan berpuasa, membiasakan mereka sejak kecil dapat mempersiapkan mereka untuk menjalankan puasa dengan baik saat dewasa nanti. Namun, penting bagi orangtua untuk memastikan kesehatan anak tetap terjaga selama menjalani puasa. Berikut adalah beberapa tips agar anak kuat menjalani puasa.
Memastikan Kebutuhan Nutrisi Anak Terpenuhi
Anak-anak cenderung lebih mudah merasa lemas saat berpuasa dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, orangtua harus memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik. Pastikan kebutuhan kalori harian anak tercukupi melalui makanan saat sahur dan berbuka. Untuk anak berusia 7 tahun, kebutuhan kalori berkisar antara 1.200 hingga 1.600 kalori, tergantung aktivitasnya.
Selain kalori, kebutuhan protein dan vitamin juga harus dipenuhi. Berikan anak banyak buah-buahan dan sayuran untuk meningkatkan imunitas tubuhnya. Jika diperlukan, suplemen multivitamin dapat diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter anak terbaik yang dapat memberikan rekomendasi vitamin sesuai usia anak. Pembelian vitamin dan suplemen juga dapat dilakukan melalui Halodoc dengan pengiriman cepat.
Memenuhi Kebutuhan Cairan Anak
Dehidrasi adalah risiko yang harus dihindari selama puasa. Pastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup setiap hari. Berikan anak minimal 2 gelas air putih setelah berbuka dan sebelum tidur, serta 2 gelas lagi saat sahur. Menyajikan makanan berkuah seperti sup juga dapat membantu menambah asupan cairan. Sebagai camilan, berikan buah-buahan dan hindari makanan yang dapat menyebabkan dehidrasi seperti keripik dan minuman bersoda.
Membatasi Konsumsi Makanan Sembarangan
Selama bulan puasa, banyak hidangan lezat yang menggoda selera. Namun, tidak semua makanan baik untuk kesehatan anak. Hindari memberikan makanan pedas dan berlemak yang dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti maag. Batasi juga konsumsi makanan yang terlalu asin dan mengandung penyedap rasa tinggi karena dapat meningkatkan rasa haus. Jauhi makanan cepat saji, gorengan, dan makanan dari tepung olahan.
Memastikan Anak Mendapat Istirahat Cukup
Perubahan waktu tidur selama puasa dapat mempengaruhi anak. Biasanya anak bangun sekitar jam 5 atau 6 pagi, namun saat puasa harus bangun lebih awal untuk sahur. Pastikan anak tidur lebih awal agar tidak terlalu mengantuk saat sahur dan sekolah. Biarkan anak tidur sejenak setelah sahur. Meskipun berpuasa, anak tetap memerlukan tidur minimal 8 jam sehari. Jika perlu, minta anak untuk tidur siang agar stamina tetap terjaga.
Mengatur Pola Makan Anak
Saat berbuka puasa, pastikan anak memulai dengan makanan manis dalam porsi yang tepat untuk mengembalikan kadar glukosa. Berikan sebutir kurma atau teh manis hangat. Batasi konsumsi makanan manis agar anak tidak mengalami obesitas. Setelah itu, anak dapat menyantap makanan berat. Pastikan anak tidak makan berlebihan saat berbuka.
Dengan menerapkan tips-tips di atas, orangtua dapat membantu anak menjalani puasa dengan sehat dan bugar. Selalu perhatikan kondisi tubuh anak dan sesuaikan kebutuhan nutrisi serta istirahatnya agar puasa dapat dijalani dengan baik.
