Sejarah Rugby, Olahraga Fisik yang Penuh Tantangan

Rugby
Sejarah Rugby, Foto: Rugbydump.com

Rugby adalah salah satu olahraga paling populer di dunia dengan hampir setengah miliar penggemar. 

Olahraga ini dikenal karena permainannya yang sangat fisik dan membutuhkan keahlian serta kecerdasan atletik yang tinggi. 

Meskipun sering terjadi cedera, rugby tetap menjadi olahraga yang menarik untuk dimainkan dan ditonton.

Asal-usul Rugby

Seperti halnya sepak bola Amerika, rugby berasal dari permainan sepak bola tradisional. Berbagai bentuk permainan yang mirip sepak bola sudah dimainkan sejak zaman Romawi dan menyebar ke berbagai kerajaan di Eropa. 

Di Inggris, permainan yang menyerupai sepak bola sudah ada sejak masa pendudukan Romawi (43-410 Masehi).

Sejak abad ke-14 hingga ke-19, berbagai bentuk “sepak bola rakyat” berkembang di Inggris. Ada dua jenis permainan yang muncul: satu menggunakan kaki untuk mengontrol bola, sementara yang lain memperbolehkan pemain membawa bola dengan tangan. 

Permainan ini sangat kasar dan tidak memiliki aturan yang jelas. Bahkan, dalam beberapa pertandingan, cedera serius sering terjadi.

Pada tahun 1336, Raja Edward III melarang permainan ini karena dianggap mengganggu latihan wajib memanah. Larangan ini bertahan hingga tahun 1667, tetapi masyarakat tetap memainkannya secara diam-diam.

Mitos William Webb Ellis dan Lahirnya Rugby Modern

Salah satu cerita paling terkenal tentang asal-usul rugby adalah kisah William Webb Ellis, seorang siswa di Rugby School, yang dikatakan mengambil bola dengan tangannya saat bermain sepak bola dan mulai berlari dengannya. 

Namun, bukti sejarah menunjukkan bahwa permainan rugby sudah dimainkan sekitar 200 tahun sebelum Webb Ellis bersekolah di sana.

Terlepas dari kebenarannya, kisah Webb Ellis tetap diabadikan dalam sejarah rugby. Rugby School bahkan memasang plakat untuk memperingati tindakan “berani” Webb Ellis tersebut. 

Pada tahun 1845, aturan pertama untuk permainan rugby mulai ditulis, dan olahraga ini semakin populer di Inggris.

Perpecahan Rugby Union dan Rugby League

Pada akhir abad ke-19, rugby dimainkan oleh dua kelompok utama di Inggris: kalangan elite di selatan dan kelas pekerja di utara. 

Klub-klub di utara ingin agar pemain mereka diberi kompensasi atas waktu yang mereka habiskan untuk bertanding, tetapi otoritas Rugby Football Union menolak.

Akibatnya, klub-klub di utara membentuk liga mereka sendiri yang dikenal sebagai Rugby League. 

Perpecahan ini menyebabkan perbedaan aturan antara Rugby Union dan Rugby League, yang masih berlaku hingga sekarang.

Rugby di Kancah Internasional

Pertandingan internasional pertama rugby dimainkan pada tahun 1871 antara Inggris dan Skotlandia, dengan Skotlandia keluar sebagai pemenang. 

Pada tahun 1883, kompetisi tahunan Home Nations Championship dimulai, melibatkan Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia. 

Perancis bergabung pada tahun 1910, menjadikannya kompetisi Five Nations, yang kemudian berkembang menjadi Six Nations pada tahun 2000 dengan masuknya Italia.

Rugby juga berkembang ke berbagai penjuru dunia, terutama di negara-negara bekas jajahan Inggris seperti Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, dan Kanada. 

Pada tahun 1888, tim dari Kepulauan Inggris melakukan tur ke Australia dan Selandia Baru. Sebagai balasan, tim dari Selandia Baru, yang sebagian besar terdiri dari pemain pribumi, melakukan tur ke Kepulauan Inggris.

Pada awal abad ke-20, negara-negara dari belahan bumi selatan mulai mengunjungi Inggris untuk pertandingan internasional. 

Pada tahun 1905, Selandia Baru bertanding melawan Wales dan memperkenalkan tradisi “haka”, yang kemudian menjadi salah satu ciri khas rugby.

Rugby di Era Modern

Rugby Union pernah menjadi bagian dari Olimpiade sebanyak empat kali, dengan penampilan terakhir pada tahun 1924. 

Namun, pada tahun 2016, rugby kembali ke Olimpiade dalam format Rugby Sevens, yang memiliki tujuh pemain di setiap tim dan durasi pertandingan yang lebih singkat.

Piala Dunia Rugby pertama kali diadakan pada tahun 1987. Hingga saat ini, trofi juara telah dimenangkan oleh Afrika Selatan, Selandia Baru, Australia, dan Inggris. 

Sementara itu, Rugby Sevens semakin populer di berbagai negara karena formatnya yang lebih cepat dan lebih mudah dimainkan oleh tim-tim baru.

Di beberapa negara, rugby menjadi olahraga utama, seperti di Fiji, Tonga, dan Samoa. Jepang juga mulai menunjukkan minat besar terhadap rugby, terutama setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby 2019.

Meskipun di Amerika Serikat rugby belum sepopuler olahraga lain, negara ini memiliki jumlah klub rugby terbanyak di dunia. 

Dengan semakin banyaknya turnamen dan liga profesional yang berkembang, masa depan rugby tampak semakin cerah di seluruh dunia.