Hati-Hati! 7 Efek Samping Makanan Fermentasi yang Perlu Kamu Ketahui

Efek Samping Makanan Fermentasi
Efek Samping Makanan Fermentasi, Foto: Nature Made

Makanan fermentasi seperti tempe, yoghurt, dan kimchi memang terkenal sehat karena kaya akan probiotik yang baik untuk pencernaan. Tapi tahukah kamu kalau ternyata ada efek samping makanan fermentasi bagi tubuh? 

Yuk, simak apa saja risikonya!

1. Perut Kembung

Salah satu efek samping paling umum dari makanan fermentasi adalah perut kembung. Hal ini terjadi karena bakteri baik dalam makanan fermentasi menghasilkan gas saat melawan bakteri jahat di usus. 

Jika jumlahnya terlalu banyak, gas akan menumpuk dan menyebabkan kembung. 

Apalagi kalau makanan fermentasi yang kamu konsumsi tinggi gula, seperti beberapa jenis yoghurt, proses fermentasi dalam usus bisa makin aktif dan memperparah rasa tidak nyaman di perut.

2. Sakit Kepala

Pernah merasa sakit kepala setelah makan makanan fermentasi? Itu bisa jadi karena senyawa histamin dan tiramin yang dihasilkan selama proses fermentasi. 

Kedua senyawa ini bisa mempengaruhi sistem saraf dan mempersempit pembuluh darah, sehingga aliran darah ke otak terganggu. Akibatnya, sakit kepala atau migrain bisa muncul.

3. Reaksi Intoleransi

Beberapa orang memiliki kesulitan mencerna histamin dari makanan fermentasi, yang bisa memicu reaksi mirip alergi. 

Gejalanya bisa berupa sakit kepala, gatal-gatal, sesak napas, hingga gangguan pencernaan seperti diare dan sakit perut. 

Jadi, kalau kamu merasa tidak nyaman setelah makan makanan fermentasi, coba perhatikan apakah tubuhmu mengalami intoleransi histamin.

4. Risiko Keracunan Makanan

Makanan fermentasi yang diproses tidak higienis bisa terkontaminasi mikroba berbahaya. Misalnya, tempe yang terkontaminasi jamur tertentu bisa menghasilkan racun yang berisiko bagi kesehatan. 

Selain itu, bakteri seperti Salmonella juga bisa muncul pada makanan fermentasi yang kurang bersih, menyebabkan gejala seperti diare, muntah, dan demam.

5. Infeksi Akibat Probiotik

Meskipun probiotik dikenal baik untuk kesehatan usus, orang dengan sistem imun lemah harus berhati-hati. 

Pada beberapa kasus, bakteri probiotik justru bisa menyebabkan infeksi serius, terutama pada penderita diabetes atau gangguan imun. 

Beberapa infeksi yang bisa muncul akibat probiotik antara lain pneumonia dan gangguan hati.

6. Gangguan Efek Obat Antibiotik

Kalau kamu sedang mengonsumsi antibiotik, sebaiknya perhatikan asupan makanan fermentasi. 

Beberapa jenis bakteri dalam makanan fermentasi memiliki gen yang bisa mengurangi efektivitas antibiotik, sehingga proses penyembuhan jadi lebih lama. 

Jadi, kalau sedang dalam perawatan dengan antibiotik, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi makanan fermentasi secara rutin.

7. Risiko Kesehatan Lambung

Beberapa jenis makanan fermentasi, terutama yang difermentasi dalam waktu lama, bisa menghasilkan senyawa bernama n-nitroso yang berisiko bagi kesehatan lambung. 

Selain itu, makanan fermentasi yang tinggi garam juga bisa mengikis lapisan pelindung lambung, meningkatkan risiko gangguan pencernaan.

Makanan fermentasi memang memiliki banyak manfaat, tetapi konsumsi berlebihan atau pengolahan yang tidak higienis bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan. 

Agar tetap aman, konsumsi makanan fermentasi secukupnya dan pastikan memilih produk yang diproses dengan baik. 

Kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara rutin.