Menjelajahi Kearifan Lokal Suku Baduy di Desa Kanekes

Suku Baduy
Kearifan Lokal Suku Baduy, Foto: Regional Kompas

Suku Baduy adalah suku asli Indonesia yang masih teguh menjaga tradisi leluhur mereka. Berdiam di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Lebak, Banten, mereka hidup selaras dengan alam dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat. 

Tak heran, banyak wisatawan yang penasaran ingin melihat langsung kehidupan mereka.

Namun, sebelum berkunjung, penting untuk mengenal lebih dalam adat istiadat mereka agar bisa menghargai budaya setempat dan menikmati pengalaman yang lebih bermakna.

Baduy Luar vs. Baduy Dalam: Apa Bedanya?

Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Keduanya memiliki perbedaan mencolok dalam cara hidup dan aturan yang mereka jalani.

  • Baduy Luar

Kelompok ini lebih terbuka terhadap dunia luar. Mereka sudah mengenal pendidikan, berinteraksi dengan masyarakat luas, dan lebih fleksibel dalam menerima wisatawan. 

Dari segi pakaian, mereka biasanya mengenakan baju hitam dengan kain ikat biru tua.

  • Baduy Dalam 

Kelompok ini masih sangat tertutup dan ketat dalam menjaga adat istiadat. Untuk mencapai perkampungan mereka, wisatawan harus berjalan sekitar 12 km dari Baduy Luar, melewati perkebunan dan menyeberangi sungai menggunakan Jembatan Akar alami. 

Mereka hanya berkomunikasi dalam bahasa Sunda dan membaca aksara Hanacaraka. Ciri khas pakaian mereka adalah baju putih atau biru tanpa kancing dan tanpa kerah serta tidak menggunakan alas kaki.

Aturan Wisata ke Kawasan Suku Baduy

Jika ingin berkunjung ke kawasan Suku Baduy, ada beberapa aturan yang wajib dipatuhi:

  1. Dilarang Menggunakan Teknologi

Di wilayah Baduy Dalam, penggunaan teknologi seperti ponsel, kamera, atau perangkat elektronik lainnya sangat dilarang. Bahkan, mengambil foto pun harus mendapat izin warga setempat.

  1. Hindari Produk Berbahan Kimia

Suku Baduy sangat menjaga kelestarian lingkungan, sehingga mereka tidak menggunakan sabun, pasta gigi, atau detergen karena dianggap dapat mencemari alam. 

Wisatawan juga harus menghormati aturan ini dengan tidak membawa produk berbahan kimia.

  1. Jaga Kebersihan

Jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Jika membawa sampah plastik, sebaiknya disimpan dan dibuang setelah keluar dari kawasan Suku Baduy.

  1. Hargai Alam dan Budaya

Jangan menebang pohon, mencabut tanaman, atau melakukan tindakan yang bisa merusak lingkungan. Suku Baduy sangat menghormati alam, dan sebagai tamu, kita juga harus ikut menjaganya.

Menghormati dan Belajar dari Suku Baduy

Mengunjungi Desa Kanekes bukan hanya sekadar menikmati keindahan alam, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai budaya yang masih terjaga. 

Dengan memahami aturan dan menghormati adat setempat, kita bisa mendapatkan pengalaman wisata yang lebih berkesan dan bermakna.

Jadi, kalau kamu ingin merasakan petualangan budaya yang berbeda, berkunjung ke Suku Baduy bisa jadi pilihan yang menarik!