Bubur Manado
Bubur Manado, Foto: Radar Mukomuko
in

Bubur Manado, Sarapan Legendaris yang Bikin Nagih

Kalau ngomongin kuliner khas nusantara, ada satu menu sarapan yang punya rasa unik sekaligus menyehatkan, yaitu Bubur Manado atau yang juga dikenal dengan nama Tinutuan

Bubur ini bukan sekadar makanan biasa, tapi sudah jadi bagian dari identitas kuliner Sulawesi Utara. Rasanya gurih, segar, dan penuh dengan sayuran yang bikin perut hangat di pagi hari. 

Nah, kalau kamu penasaran, yuk kita bahas lebih jauh tentang bubur legendaris ini!

Apa Itu Bubur Manado?

Bubur Manado adalah bubur nasi yang dimasak bersama aneka sayuran segar. Biasanya, isinya terdiri dari labu kuning, jagung manis, kangkung, bayam, daun gedi, hingga singkong. 

Karena bahan-bahannya beragam, bubur ini punya tekstur creamy alami dan warna kuning keemasan yang bikin makin menggoda.

Berbeda dengan bubur ayam yang sering kamu temui di pinggir jalan, bubur Manado tidak menggunakan suwiran ayam atau kuah kaldu daging. Justru, bubur ini lebih menonjolkan rasa manis gurih dari jagung dan labu yang berpadu dengan sayuran hijau. 

Jadi, rasanya lebih ringan, segar, dan cocok banget buat kamu yang pengen sarapan sehat tapi tetap kenyang.

Sejarah dan Filosofi di Balik Tinutuan

Bubur Manado sudah ada sejak lama dan dipercaya sebagai makanan rakyat. Konon, dulunya bubur ini dibuat dari campuran bahan-bahan yang mudah didapat di ladang.

Filosofinya cukup sederhana: memanfaatkan apa yang ada untuk jadi makanan bergizi bagi seluruh keluarga.

Selain itu, tinutuan juga sering disajikan saat acara kebersamaan, entah itu kumpul keluarga atau acara adat. Karena dibuat dalam porsi besar, bubur ini bisa disantap bareng-bareng, mencerminkan kebersamaan khas masyarakat Manado. Jadi, selain bikin perut kenyang, bubur ini juga punya nilai sosial yang tinggi.

Cara Penyajian yang Menggugah Selera

Salah satu daya tarik bubur Manado ada pada cara penyajiannya. Biasanya, bubur ini disantap dengan lauk pelengkap seperti sambal roa, perkedel nike (ikan kecil khas Manado), atau ikan asin. 

Nah, perpaduan rasa gurih bubur dengan sambal pedas dan ikan asin yang renyah bikin sensasi makan jadi luar biasa nikmat.

Kalau kamu bukan penggemar pedas, bubur ini tetap enak dimakan tanpa sambal. Tinggal tambahin perasan jeruk nipis atau bawang goreng, rasanya sudah cukup bikin lidah bergoyang.

Kenapa Bubur Manado Jadi Favorit Sarapan?

Ada beberapa alasan kenapa bubur ini selalu jadi menu andalan buat sarapan:

  1. Sehat dan Bergizi
    Dengan campuran sayur-sayuran, bubur Manado kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Cocok banget buat kamu yang pengen memulai hari dengan makanan bergizi.
  2. Rasanya Ringan Tapi Mengenyangkan
    Walaupun penuh dengan sayur, bubur ini tetap bisa bikin kenyang karena ada tambahan nasi, singkong, dan jagung. Jadi nggak heran kalau banyak orang merasa puas setelah sarapan tinutuan.
  3. Cocok untuk Semua Usia
    Dari anak kecil sampai orang tua, semua bisa menikmati bubur Manado. Teksturnya lembut sehingga mudah dicerna, tapi tetap punya rasa yang kaya.
  4. Fleksibel dengan Lauk
    Kamu bisa menambahkan lauk sesuai selera. Mau pakai ikan cakalang, telur rebus, atau tempe goreng, semuanya tetap masuk dan bikin makin sedap.

Bubur Manado di Era Modern

Meskipun makanan tradisional, bubur Manado tetap eksis hingga sekarang. Bahkan, banyak restoran modern yang memasukkan tinutuan ke dalam menu sarapan mereka. 

Di Manado sendiri, bubur ini gampang banget ditemuin di warung-warung pagi hari, biasanya disajikan panas-panas dengan sambal khas.

Buat kamu yang tinggal di luar Sulawesi Utara, jangan khawatir. Sudah banyak resep bubur Manado yang bisa kamu coba sendiri di rumah. Bahannya cukup mudah ditemukan di pasar, jadi kamu bisa menghadirkan cita rasa autentik Manado tanpa harus jauh-jauh ke sana.

Bubur Manado bukan cuma makanan, tapi juga warisan kuliner yang sarat makna. Rasanya yang gurih, sehat, dan bisa dinikmati bareng lauk pilihan bikin bubur ini jadi sarapan legendaris yang nggak pernah membosankan. 

Jadi, kalau suatu hari kamu main ke Sulawesi Utara, jangan sampai kelewatan mencicipi tinutuan langsung dari tempat asalnya. Dijamin, sekali coba pasti bikin nagih!