in

Natto Jepang dan Fakta Menarik di Balik Fermentasi Kedelai

Natto
Natto

Kalau kamu suka mencoba makanan dengan karakter rasa yang berbeda, natto Jepang bisa menjadi salah satu kuliner yang menarik untuk dikenali. Makanan ini dibuat dari kedelai yang difermentasi sehingga menghasilkan aroma khas, tekstur lengket, dan rasa yang cukup unik. 

Bagi sebagian orang, natto mungkin terasa asing saat pertama kali mencobanya, terutama karena teksturnya yang menghasilkan serat lengket ketika diaduk. Meski begitu, natto punya sejarah panjang dalam budaya makan Jepang. 

Makanan ini biasanya disantap sebagai bagian dari menu sarapan dan dapat ditemukan dengan mudah di berbagai toko makanan di Jepang. Selain dikenal karena teksturnya yang khas, natto juga menarik karena proses fermentasi yang digunakan untuk membuatnya.

Apa Itu Natto Jepang?

Natto adalah makanan tradisional Jepang yang dibuat dari kedelai melalui proses fermentasi. Kedelai yang sudah dimasak kemudian difermentasi menggunakan bakteri tertentu hingga menghasilkan karakter khas berupa tekstur lengket dan aroma yang kuat.

Natto biasanya dikemas dalam wadah kecil dan dijual dalam beberapa pilihan. Saat akan dimakan, natto sering diaduk terlebih dahulu sampai muncul serat-serat lengket di antara biji kedelai.

Ciri khas natto yang paling mudah dikenali yaitu:

  • Terbuat dari kedelai yang difermentasi.
  • Memiliki tekstur lengket.
  • Menghasilkan serat ketika diaduk.
  • Aromanya cukup kuat.
  • Biji kedelainya masih terlihat jelas.
  • Sering disantap bersama nasi.

Bagaimana Proses Fermentasi Natto?

Proses pembuatan natto menjadi salah satu hal yang membuat makanan ini menarik. Kedelai terlebih dahulu direndam dan dimasak sampai teksturnya cukup lunak. Setelah itu, kedelai diberi bakteri Bacillus subtilis var. natto yang membantu proses fermentasi.

Kedelai kemudian disimpan dalam kondisi yang sesuai agar bakteri dapat berkembang dan menghasilkan perubahan pada makanan. Proses tersebut menghasilkan senyawa yang membuat natto memiliki aroma serta tekstur yang berbeda dari kedelai biasa.

Setelah proses fermentasi selesai, natto biasanya didinginkan sebelum dikemas dan dipasarkan.

Kenapa Natto Bisa Lengket?

Tekstur lengket menjadi karakter paling terkenal dari natto. Ketika natto diaduk, akan muncul serat putih transparan yang memanjang dari satu biji kedelai ke biji lainnya.

Serat tersebut terbentuk selama proses fermentasi. Salah satu komponen yang berperan adalah polyglutamic acid, yaitu senyawa yang dihasilkan oleh bakteri selama fermentasi.

Semakin lama natto diaduk, serat lengket tersebut biasanya semakin terlihat. Inilah yang membuat cara makan natto juga menjadi pengalaman tersendiri bagi orang yang baru pertama kali mencobanya.

Rasa dan Aroma Natto yang Khas

Natto dikenal memiliki aroma yang cukup kuat dengan rasa gurih dan sedikit khas hasil fermentasi. Teksturnya lembut karena kedelai sudah melalui proses pemasakan dan fermentasi.

Bagi orang yang belum terbiasa, aroma natto mungkin terasa cukup menyengat. Namun, banyak orang Jepang sudah terbiasa mengonsumsinya sebagai bagian dari makanan sehari-hari.

Rasa natto juga bisa dibuat lebih sesuai selera dengan menambahkan berbagai pelengkap.

Cara Menikmati Natto Jepang

Natto paling sering disantap bersama nasi putih hangat. Kedelai yang sudah difermentasi biasanya diaduk terlebih dahulu, kemudian diberi bumbu sebelum dicampurkan dengan nasi.

Beberapa pelengkap yang umum digunakan yaitu:

  • Kecap asin.
  • Daun bawang.
  • Mustard Jepang.
  • Telur.
  • Rumput laut.
  • Nasi putih hangat.

Kamu bisa mencampurkan bahan-bahan tersebut sesuai selera. Tambahan bumbu dapat membantu memberikan rasa yang lebih familiar bagi orang yang baru mencoba natto.

Natto dalam Budaya Makan Jepang

Natto sudah lama menjadi bagian dari kuliner Jepang dan cukup sering dikaitkan dengan menu sarapan. Penyajiannya yang sederhana membuat makanan ini praktis untuk disantap bersama nasi.

Meskipun berasal dari Jepang, natto kini juga semakin dikenal di berbagai negara. Ketertarikan terhadap makanan hasil fermentasi membuat natto mendapatkan perhatian lebih luas di luar negara asalnya.

Selain dikonsumsi dalam bentuk tradisional, natto juga mulai digunakan dalam berbagai kreasi makanan modern. Cara penyajiannya dapat disesuaikan dengan kebiasaan makan masing-masing orang.

Fakta Menarik tentang Natto

Ada beberapa fakta menarik yang membuat natto berbeda dari olahan kedelai lainnya:

  1. Dibuat melalui fermentasi
    Natto menggunakan proses fermentasi untuk mengubah karakter kedelai.
  2. Teksturnya sangat khas
    Natto menghasilkan serat lengket yang semakin terlihat ketika diaduk.
  3. Sering menjadi menu sarapan
    Natto umum disantap bersama nasi dalam menu sehari-hari masyarakat Jepang.
  4. Memiliki aroma kuat
    Aroma fermentasinya menjadi salah satu karakter yang paling mudah dikenali.
  5. Bisa diberi berbagai pelengkap
    Kamu dapat menambahkan bumbu dan bahan lain sesuai selera.

Natto dan Popularitasnya di Luar Jepang

Natto menunjukkan bagaimana proses fermentasi dapat menghasilkan makanan dengan karakter yang sangat berbeda dari bahan awalnya. Dari kedelai yang sederhana, tercipta makanan dengan tekstur lengket dan rasa yang khas.

Kalau kamu tertarik mencoba kuliner Jepang yang unik, natto bisa menjadi pilihan untuk mengenal lebih jauh makanan tradisional berbasis kedelai. Karakter aromanya memang berbeda, tetapi justru itulah yang membuat natto memiliki identitas kuat dalam kuliner Jepang.