Kalau kamu sedang mencari makanan khas Yogyakarta dengan cita rasa manis dan gurih, tempe bacem tentu sudah tidak asing lagi. Olahan tempe ini dikenal dengan warna kecokelatan, tekstur yang lembut, serta bumbu yang meresap sampai ke dalam.
Tempe bacem juga sering hadir sebagai lauk pendamping berbagai makanan tradisional Yogyakarta. Menariknya, bacem bukan sekadar cara memasak tempe. Di balik rasanya yang khas, ada sejarah dan kebiasaan masyarakat Jawa dalam mengolah bahan makanan sederhana menjadi hidangan yang lebih awet dan kaya rasa.
Sampai sekarang, tempe bacem masih mudah ditemukan di warung makan, pasar tradisional, hingga rumah makan yang menyajikan menu khas Yogyakarta.
Apa Itu Tempe Bacem?
Tempe bacem merupakan olahan tempe yang dimasak menggunakan bumbu hingga rasanya meresap. Berbeda dengan tempe goreng biasa, tempe bacem melalui proses perebusan atau pemasakan terlebih dahulu sebelum biasanya digoreng sebentar.
Bumbu yang digunakan membuat tempe memiliki rasa yang khas, terutama perpaduan manis dan gurih. Warna kecokelatannya juga berasal dari penggunaan gula merah dan bumbu selama proses memasak.
Beberapa ciri khas tempe bacem yaitu:
- Berwarna cokelat keemasan hingga cokelat tua.
- Memiliki rasa manis dan gurih.
- Bumbu meresap ke dalam tempe.
- Teksturnya cenderung lembut.
- Biasanya digoreng sebentar sebelum disajikan.
Sejarah Bacem dalam Kuliner Jawa
Istilah bacem berkaitan dengan teknik memasak bahan makanan menggunakan bumbu dan cairan tertentu hingga meresap. Cara ini sudah lama dikenal dalam tradisi kuliner masyarakat Jawa.
Pada masa lalu, teknik memasak seperti ini juga membantu membuat bahan makanan lebih tahan disimpan dalam waktu tertentu. Tempe yang sudah dibumbui dan dimasak dapat disimpan sebelum kemudian diolah kembali ketika akan disantap.
Kebiasaan tersebut membuat bacem berkembang sebagai salah satu cara masyarakat Jawa mengolah berbagai bahan makanan. Selain tempe, tahu juga sering dimasak menggunakan teknik yang sama.
Kenapa Tempe Bacem Identik dengan Yogyakarta?
Yogyakarta memiliki tradisi kuliner yang cukup kuat dengan karakter rasa cenderung manis. Tempe bacem pun memiliki profil rasa yang sesuai dengan ciri khas tersebut.
Penggunaan gula merah dalam jumlah tertentu membuat tempe memiliki rasa manis yang mudah dikenali. Bumbu seperti bawang putih, ketumbar, daun salam, dan rempah lainnya kemudian memberikan rasa gurih serta aroma yang lebih kompleks.
Tempe bacem akhirnya menjadi salah satu makanan yang sering dikaitkan dengan masakan rumahan dan kuliner tradisional Yogyakarta.
Bahan yang Digunakan untuk Membuat Tempe Bacem
Walaupun rasanya terasa kaya, bahan dasar tempe bacem sebenarnya cukup sederhana. Kamu bahkan bisa membuatnya sendiri menggunakan bahan yang mudah ditemukan di pasar.
Umumnya, bahan yang diperlukan meliputi:
- Tempe sebagai bahan utama.
- Gula merah untuk memberikan rasa manis dan warna.
- Bawang putih sebagai bumbu dasar.
- Ketumbar untuk memberikan aroma khas.
- Daun salam untuk menambah wangi.
- Air atau air kelapa sebagai cairan untuk memasak.
- Garam dan bumbu tambahan sesuai selera.
Beberapa resep juga menggunakan bahan tambahan lain untuk memperkuat rasa.
Bagaimana Cara Membuat Tempe Bacem?
Proses pembuatan tempe bacem membutuhkan waktu agar bumbunya dapat meresap dengan baik. Tempe biasanya dipotong terlebih dahulu, kemudian dimasak bersama bumbu dan cairan hingga kuahnya menyusut.
Setelah bumbu cukup meresap, tempe bisa langsung disajikan atau digoreng sebentar. Proses penggorengan ini memberikan aroma yang lebih harum sekaligus membuat bagian luarnya sedikit lebih kering.
Kunci membuat tempe bacem yang enak adalah menjaga keseimbangan rasa. Bumbu manis sebaiknya tetap berpadu dengan rasa gurih sehingga tidak terasa terlalu dominan.
Tempe Bacem dalam Hidangan Tradisional
Di Yogyakarta, tempe bacem sering disajikan sebagai lauk bersama makanan tradisional lainnya. Teksturnya yang lembut dan rasa manis gurih membuatnya cocok dipadukan dengan nasi serta berbagai lauk dan sayuran.
Tempe bacem juga sering menjadi bagian dari menu makanan rumahan karena cara membuatnya cukup praktis dan bahan dasarnya mudah diperoleh.
Buat kamu yang ingin mengenal kuliner tradisional Yogyakarta, tempe bacem bisa menjadi salah satu makanan yang menarik untuk dicoba. Bukan hanya menawarkan rasa manis dan gurih, makanan ini juga memperlihatkan bagaimana teknik memasak sederhana dapat menjadi bagian penting dari warisan kuliner Jawa.
Tempe Bacem Tetap Populer hingga Sekarang
Meski sudah dikenal sejak lama, tempe bacem masih punya tempat dalam kuliner masa kini. Resepnya dapat ditemukan dalam berbagai versi, mulai dari rasa yang lebih manis hingga versi dengan bumbu yang lebih gurih.
Keberadaannya yang tetap populer menunjukkan bahwa makanan sederhana seperti tempe bisa memiliki cerita panjang dan menjadi identitas kuliner suatu daerah. Saat berkunjung ke Yogyakarta, mencicipi tempe bacem bisa menjadi salah satu cara untuk mengenal cita rasa tradisional yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat setempat.
