in

Fakta Tanaman Dewandaru yang Jarang Diketahui

Tanaman Dewandaru
Tanaman Dewandaru

Nama dewandaru mungkin belum sepopuler tanaman seperti melati, mawar, atau kenanga. Padahal, tanaman yang satu ini punya bentuk buah yang menarik dan sejarah yang cukup panjang dalam budaya masyarakat Jawa. 

Buahnya berwarna merah ketika matang, sedangkan daunnya terlihat rimbun sehingga tanaman dewandaru juga bisa dimanfaatkan sebagai penghias halaman. Dewandaru semakin menarik karena tidak hanya dikenal sebagai tanaman buah. Ada berbagai cerita dan pemanfaatan tradisional yang membuat tanaman ini memiliki nilai tersendiri. 

Sebelum ikut menanamnya di rumah, yuk kenali beberapa fakta tanaman dewandaru yang mungkin belum banyak kamu ketahui.

Mengenal Tanaman Dewandaru

Dewandaru dikenal dengan nama ilmiah Eugenia uniflora L. dan termasuk dalam keluarga Myrtaceae. Tanaman ini juga memiliki beberapa nama lain, salah satunya ceremai belanda atau ceri Suriname.

Tanaman dewandaru dapat tumbuh sebagai semak maupun pohon kecil. Daunnya berwarna hijau dan memiliki bentuk yang cukup sederhana, sedangkan buahnya menjadi salah satu bagian yang paling mudah dikenali.

Saat masih muda, buah dewandaru biasanya berwarna hijau. Ketika semakin matang, warnanya berubah menjadi merah hingga merah tua dengan bentuk berlekuk.

Buah Dewandaru Punya Bentuk yang Unik

Kalau dilihat sekilas, buah dewandaru memang mengingatkan pada buah ceri. Namun, bentuknya punya ciri tersendiri karena permukaannya memiliki lekukan seperti tulang rusuk.

Beberapa karakteristik buah dewandaru yang menarik yaitu:

  • Berukuran kecil
  • Memiliki bentuk bulat berlekuk
  • Berwarna hijau ketika masih muda
  • Berubah menjadi merah saat matang
  • Memiliki rasa asam dan manis
  • Mengandung biji di bagian dalam

Buahnya dapat dikonsumsi ketika sudah matang. Rasanya yang khas membuat dewandaru cukup menarik untuk dikenali sebagai salah satu tanaman buah yang bisa tumbuh di lingkungan tropis.

Dewandaru Punya Cerita dalam Budaya Jawa

Salah satu fakta tanaman dewandaru yang cukup menarik adalah kaitannya dengan budaya Jawa. Nama “dewandaru” sendiri memiliki makna yang berkaitan dengan istilah Jawa dan sering dikaitkan dengan simbol tertentu.

Tanaman ini juga dikenal dalam cerita masyarakat di sekitar beberapa tempat yang dianggap memiliki nilai budaya dan sejarah. Karena itu, dewandaru tidak hanya dipandang dari sisi botani, tetapi juga memiliki hubungan dengan tradisi dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat.

Namun, cerita yang beredar mengenai dewandaru sebaiknya dipahami sebagai bagian dari budaya dan tradisi masyarakat, bukan sebagai fakta ilmiah mengenai khasiat tanaman.

Bisa Tumbuh di Daerah Tropis

Dewandaru termasuk tanaman yang cukup sesuai dengan lingkungan beriklim tropis. Tanaman ini dapat tumbuh di area dengan pencahayaan yang cukup dan kondisi tanah yang mendukung.

Kalau kamu ingin menanam dewandaru di rumah, pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari cukup. Tanah juga sebaiknya memiliki drainase yang baik supaya air tidak menggenang terlalu lama.

Tanaman yang ditanam langsung di tanah biasanya punya ruang lebih luas untuk mengembangkan akar. Sementara itu, penggunaan pot tetap memungkinkan selama ukuran pot dan media tanam disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman.

Dewandaru Bisa Jadi Tanaman Pekarangan

Selain menghasilkan buah, dewandaru juga dapat menjadi tanaman penghias halaman. Daunnya yang cukup rimbun membuat tanaman ini terlihat menarik ketika tumbuh dengan baik.

Supaya pertumbuhannya lebih teratur, kamu bisa melakukan pemangkasan secara berkala. Cabang yang terlalu panjang atau tumbuh tidak beraturan dapat dipangkas untuk mempertahankan bentuk tanaman.

Perawatan dasarnya cukup sederhana, seperti:

  1. Menempatkan tanaman di area dengan cahaya yang cukup.
  2. Menyiram sesuai kondisi media tanam.
  3. Memastikan tanah memiliki drainase baik.
  4. Memberikan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.
  5. Memangkas bagian yang tumbuh terlalu rimbun.

Ada Kandungan Senyawa Alami dalam Dewandaru

Seperti banyak tanaman lain, dewandaru juga mengandung berbagai senyawa alami yang menjadi perhatian dalam penelitian tanaman. Daun dan buahnya telah diteliti dari sisi kandungan fitokimia.

Namun, keberadaan suatu senyawa dalam tanaman tidak otomatis berarti tanaman tersebut dapat digunakan untuk mengatasi kondisi kesehatan tertentu. Jadi, jangan menjadikan informasi mengenai kandungan dewandaru sebagai pengganti saran dari tenaga kesehatan.

Kalau ingin mengonsumsi buah atau mengolah bagian tanaman untuk kebutuhan tertentu, pastikan sumber informasinya jelas dan penggunaannya sesuai.

Kenapa Dewandaru Menarik untuk Dikenal?

Dewandaru punya kombinasi yang cukup unik. Buahnya memiliki bentuk berlekuk dan warna merah ketika matang, tanaman dapat tumbuh di lingkungan tropis, serta namanya memiliki kaitan dengan cerita budaya masyarakat.

Tanaman ini juga menarik bagi kamu yang ingin mengenal lebih banyak tanaman buah yang tidak terlalu umum ditemukan di pekarangan. Dengan perawatan yang sesuai, dewandaru bisa menjadi tanaman yang memberikan tampilan hijau sekaligus menghasilkan buah.

Pada akhirnya, fakta tanaman dewandaru bukan hanya soal buahnya yang unik. Tanaman ini juga menunjukkan bagaimana satu jenis tumbuhan dapat memiliki nilai dari sisi botani, lingkungan, hingga budaya. Jadi, kalau kamu sedang mencari tanaman unik untuk dikenali atau ditanam, dewandaru bisa masuk dalam daftar yang menarik untuk dipertimbangkan.