Gadung termasuk umbi lokal yang cukup unik karena tidak bisa diperlakukan seperti singkong atau ubi biasa. Di balik bentuknya yang sederhana, gadung mengandung senyawa alami yang membuatnya perlu diolah dengan benar sebelum dikonsumsi.
Jadi, kalau kamu menemukan gadung dan ingin menjadikannya makanan, ada beberapa tahapan penting yang sebaiknya tidak dilewatkan.
Umbi ini sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan di beberapa daerah. Setelah melalui proses pengolahan yang sesuai, gadung dapat dijadikan berbagai makanan, termasuk keripik yang memiliki tekstur renyah dan rasa gurih.
Mengenal Gadung Lebih Dekat
Gadung memiliki nama ilmiah Dioscorea hispida dan termasuk tanaman merambat dari kelompok Dioscoreaceae. Umbinya tumbuh di dalam tanah dengan bentuk yang cenderung bulat atau tidak beraturan.
Tanaman gadung dapat ditemukan di beberapa wilayah tropis, termasuk Indonesia. Meski memiliki potensi sebagai bahan pangan, gadung tidak bisa langsung dimakan setelah dipanen.
Hal yang membuat gadung berbeda adalah adanya senyawa alami berupa dioskorin dan senyawa terkait lainnya yang perlu dikurangi melalui pengolahan sebelum dikonsumsi.
Kenapa Gadung Harus Diolah dengan Tepat?
Gadung mentah memiliki kandungan senyawa yang dapat menyebabkan gangguan jika dikonsumsi tanpa proses pengolahan yang benar. Karena itu, masyarakat yang mengolah gadung secara tradisional biasanya melakukan beberapa tahap untuk mengurangi kandungan tersebut.
Tujuan pengolahan bukan hanya membuat teksturnya lebih enak, tetapi juga menjadikan umbi lebih layak untuk dikonsumsi.
Beberapa tahap yang umum dilakukan meliputi:
- Mengupas kulit umbi
- Mengiris gadung
- Merendam dengan bahan tertentu
- Membilas hingga bersih
- Mengeringkan
- Memasak sampai matang
Setiap tahap perlu dilakukan dengan cermat dan tidak sebaiknya dipersingkat sembarangan.
1. Pilih Gadung yang Masih Baik
Sebelum mengolahnya, pilih umbi gadung yang kondisinya masih baik. Hindari umbi yang sudah membusuk, berlendir, atau menunjukkan tanda kerusakan.
Setelah dipilih, bersihkan permukaan gadung dari tanah yang masih menempel. Gunakan sarung tangan saat menangani gadung mentah untuk mengurangi kontak langsung dengan getah atau bagian umbi.
2. Kupas dan Iris Gadung
Kupas kulit gadung menggunakan pisau hingga bagian luarnya benar-benar terangkat. Setelah itu, cuci kembali umbi sebelum diiris.
Iris gadung dengan ketebalan yang relatif tipis dan seragam. Irisan yang konsisten akan membuat proses pengolahan dan pengeringan menjadi lebih merata.
Untuk membuat keripik, irisan tipis juga akan membantu menghasilkan tekstur yang lebih renyah setelah dimasak.
3. Lakukan Proses Perendaman
Setelah diiris, gadung perlu melalui proses perendaman sebagai bagian dari pengolahan tradisional untuk membantu mengurangi senyawa yang tidak diinginkan.
Salah satu metode tradisional yang dikenal adalah menggunakan abu atau garam dalam proses pengolahan, kemudian dilanjutkan dengan pencucian dan perendaman berulang.
Air rendaman perlu dibuang dan diganti secara berkala. Jangan menggunakan kembali air yang sudah digunakan untuk merendam gadung.
4. Cuci dan Keringkan
Setelah proses perendaman selesai, bilas irisan gadung dengan air bersih. Lakukan pencucian secara menyeluruh agar sisa bahan perendaman dan senyawa yang sudah terlepas ikut terbuang.
Selanjutnya, gadung dapat dijemur sampai cukup kering. Pada pengolahan tradisional, tahap pengeringan membantu mempersiapkan gadung sebelum masuk ke proses memasak.
Pastikan gadung dikeringkan di tempat yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
5. Masak sampai Benar-Benar Matang
Setelah melalui seluruh proses persiapan, gadung tetap perlu dimasak dengan baik sebelum disantap. Salah satu olahan yang cukup dikenal adalah keripik gadung.
Irisan gadung yang sudah melalui proses pengolahan dapat digoreng sampai kering dan renyah. Setelah matang, keripik bisa diberi tambahan bumbu sesuai selera.
Beberapa pilihan bumbu yang cocok antara lain:
- Garam dan bawang putih
- Bumbu gurih
- Bubuk keju
- Bumbu pedas
- Bumbu rempah
Jangan Asal Mengolah Gadung
Karena gadung mengandung senyawa alami yang perlu dikurangi sebelum dikonsumsi, pengolahannya tidak sama dengan umbi biasa. Kalau kamu belum memiliki pengalaman mengolah gadung, sebaiknya jangan mencoba metode yang belum teruji.
Produk gadung yang sudah diproses oleh produsen atau penjual terpercaya bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Untuk pengolahan rumahan, pastikan kamu memahami setiap tahap dan tidak mengonsumsi gadung mentah maupun yang masih setengah matang.
Gadung, Umbi Lokal yang Punya Cerita
Gadung menjadi salah satu contoh bahwa kekayaan pangan Indonesia tidak hanya terdiri dari umbi yang umum kita temukan sehari-hari. Meskipun membutuhkan proses khusus, gadung dapat diolah menjadi makanan yang menarik setelah melalui tahapan yang tepat.
Mulai dari pemilihan umbi, pengupasan, pengirisan, perendaman, pencucian, pengeringan, hingga pemasakan, semuanya perlu diperhatikan. Dengan memahami karakter gadung, kita bisa lebih menghargai bagaimana pengetahuan pengolahan pangan tradisional berkembang dari generasi ke generasi.
