in

Manfaat Ubi Yakon yang Jarang Diketahui

Ubi Yakon
Ubi Yakon

Pernah melihat umbi yang bentuknya mirip ubi, tetapi rasanya justru cenderung segar dan manis seperti buah? Ubi yakon punya karakter yang cukup berbeda dari kebanyakan umbi yang sering kita temui. Bagian yang biasa dikonsumsi memiliki tekstur renyah dengan kandungan air yang tinggi, sehingga bisa dimakan secara langsung setelah dikupas.

Ubi yakon juga mulai menarik perhatian karena mengandung serat dan senyawa alami yang membuatnya punya potensi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Meski belum terlalu populer, umbi ini punya beberapa manfaat yang menarik untuk kita ketahui.

Mengenal Ubi Yakon Lebih Dekat

Ubi yakon memiliki nama ilmiah Smallanthus sonchifolius dan berasal dari kawasan Amerika Selatan. Tanaman ini menghasilkan umbi yang tumbuh di dalam tanah dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.

Berbeda dari singkong atau ubi jalar yang biasanya perlu dimasak, ubi yakon dapat dikonsumsi dalam kondisi segar. Rasanya manis dengan tekstur yang renyah dan berair.

Beberapa ciri ubi yakon yang mudah dikenali yaitu:

  • Bentuk umbinya memanjang atau tidak beraturan
  • Kulitnya berwarna cokelat
  • Daging umbi berwarna putih hingga kekuningan
  • Teksturnya renyah dan banyak mengandung air
  • Rasanya manis dan terasa segar

Karakter tersebut membuat ubi yakon cukup fleksibel untuk dikreasikan menjadi berbagai olahan.

1. Mengandung Serat yang Baik untuk Pencernaan

Salah satu hal menarik dari ubi yakon adalah kandungan seratnya. Serat dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga fungsi sistem pencernaan tetap berjalan dengan baik.

Ubi yakon juga dikenal mengandung fruktooligosakarida atau FOS, yaitu jenis karbohidrat yang tidak mudah dicerna di bagian awal saluran pencernaan. Senyawa ini dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus.

Karena itu, memasukkan sumber serat seperti ubi yakon ke dalam menu harian bisa menjadi salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan serat.

2. Bisa Menjadi Pilihan Camilan yang Menyegarkan

Kalau kamu sedang mencari variasi camilan dari bahan alami, ubi yakon bisa menjadi pilihan yang menarik. Setelah dicuci dan dikupas, bagian dalamnya bisa dimakan langsung.

Teksturnya yang renyah membuatnya terasa berbeda dari camilan berbahan umbi lainnya. Kamu juga bisa mengolahnya menjadi campuran salad buah atau potongan buah segar.

Ide penyajiannya cukup sederhana:

  1. Kupas ubi yakon.
  2. Cuci sampai bersih.
  3. Potong sesuai selera.
  4. Sajikan langsung atau campurkan dengan buah lain.

Cara ini juga tidak membutuhkan proses memasak yang rumit.

3. Memiliki Kandungan Air yang Tinggi

Ubi yakon memiliki tekstur yang cukup berair. Kandungan air tersebut menjadi salah satu alasan mengapa umbi ini terasa menyegarkan ketika dikonsumsi dalam kondisi segar.

Meski begitu, konsumsi ubi yakon tetap perlu disertai asupan cairan dari minuman dan makanan lain. Jadi, jangan menjadikan satu jenis makanan sebagai satu-satunya sumber cairan untuk tubuh.

4. Mengandung Senyawa Prebiotik

Kandungan FOS pada ubi yakon membuatnya menarik untuk dibahas sebagai salah satu sumber prebiotik. Prebiotik merupakan komponen pangan yang dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme baik di dalam usus.

Kondisi mikrobiota usus yang seimbang berkaitan dengan berbagai fungsi tubuh. Karena itu, makanan yang mengandung prebiotik dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam.

Namun, respons tubuh terhadap makanan tinggi FOS bisa berbeda-beda. Pada sebagian orang, konsumsi terlalu banyak sekaligus dapat menyebabkan perut terasa kurang nyaman.

5. Bisa Menambah Variasi Menu Harian

Manfaat lain yang cukup sederhana adalah ubi yakon dapat membantu membuat pilihan makanan sehari-hari menjadi lebih beragam. Kita tidak harus selalu mengandalkan jenis umbi yang sama untuk mendapatkan variasi sumber pangan.

Ubi yakon bisa digunakan dalam beberapa bentuk sajian, seperti:

  • Potongan segar
  • Campuran salad
  • Jus atau minuman olahan
  • Campuran makanan penutup
  • Acar atau olahan lainnya

Dengan begitu, kamu bisa mengeksplorasi bahan pangan lokal dan alternatif yang belum terlalu sering digunakan.

Perhatikan Cara Mengonsumsinya

Walaupun memiliki beberapa kandungan yang menarik, ubi yakon tetap sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung FOS dapat membuat sebagian orang mengalami kembung atau gangguan pencernaan ringan.

Kalau baru pertama kali mencoba, kamu bisa mengonsumsinya dalam porsi kecil terlebih dahulu. Perhatikan bagaimana tubuh meresponsnya sebelum menambah porsinya.

Ubi Yakon Bisa Jadi Pilihan Umbi yang Menarik

Ubi yakon memang belum sepopuler singkong, kentang, atau ubi jalar. Namun, teksturnya yang renyah, rasa manis alami, kandungan serat, serta FOS membuatnya menarik untuk dimasukkan ke dalam variasi menu harian.

Kalau kamu sedang mencoba mengenal lebih banyak bahan pangan, ubi yakon bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dicoba. Selain bisa dikonsumsi dalam kondisi segar, umbi ini juga dapat diolah menjadi berbagai sajian sesuai selera.