in

Bikin Rompi Rajut Sendiri dengan Pola Sederhana

Rompi Rajut
Rompi Rajut

Rompi rajut bisa menjadi tambahan outfit yang sederhana, tetapi cukup untuk membuat penampilan terlihat berbeda. Modelnya juga tidak harus rumit. Dengan pola dasar dan teknik rajut yang sudah kamu kuasai, kita bisa membuat rompi sendiri dengan ukuran serta warna yang sesuai selera.

Proyek ini cocok untuk kamu yang baru ingin mencoba membuat pakaian rajut. Daripada langsung membuat sweater dengan bentuk yang cukup kompleks, rompi bisa menjadi pilihan yang lebih mudah karena tidak memiliki bagian lengan. Kamu hanya perlu fokus pada badan, bagian leher, dan lubang lengan.

Bahan yang Perlu Disiapkan

Sebelum mulai merajut, siapkan perlengkapan agar prosesnya lebih nyaman. Jenis benang bisa disesuaikan dengan hasil akhir yang diinginkan.

Beberapa bahan yang diperlukan yaitu:

  • Benang rajut sesuai warna pilihan
  • Hakpen dengan ukuran yang sesuai
  • Jarum tapestri
  • Gunting
  • Meteran kain
  • Kertas untuk membuat pola
  • Pensil
  • Peniti rajut atau stitch marker

Untuk rompi yang nyaman dipakai sehari-hari, pilih benang dengan tekstur lembut dan tidak terlalu kasar. Kalau baru belajar, sebaiknya gunakan benang dengan warna terang supaya setiap tusukan lebih mudah terlihat.

Tentukan Ukuran Rompi

Jangan langsung mengambil hakpen sebelum menentukan ukuran rompi. Ukur bagian tubuh yang diperlukan agar hasil akhirnya tidak terlalu sempit atau longgar.

Beberapa ukuran yang bisa dicatat meliputi:

  1. Lingkar dada
  2. Panjang rompi
  3. Lebar bahu
  4. Kedalaman lubang lengan
  5. Lebar bagian leher

Kamu bisa mengambil salah satu baju atau rompi yang ukurannya sudah pas sebagai referensi. Letakkan pakaian tersebut di atas kertas atau permukaan datar, lalu gunakan ukurannya untuk membantu membuat pola.

Buat Pola Dasar yang Simpel

Untuk pemula, model rompi tanpa kancing bisa menjadi pilihan paling praktis. Polanya cukup terdiri dari dua bagian besar, yaitu bagian depan dan belakang.

Bagian belakang bisa dibuat berbentuk persegi panjang dengan sedikit bentuk pada area leher dan bahu. Sementara itu, bagian depan dibuat dari dua panel agar terdapat bukaan di tengah.

Tidak perlu membuat pola yang terlalu detail. Yang terpenting, ukuran kedua bagian depan sama dan lebarnya sesuai dengan bagian belakang.

Mulai Merajut Bagian Belakang

Setelah pola ditentukan, mulai dengan membuat rantai dasar sesuai lebar rompi. Jumlah rantai bisa berbeda tergantung ukuran hakpen, jenis benang, dan ukuran tubuh.

Gunakan satu jenis tusukan terlebih dahulu agar polanya lebih mudah diikuti. Tusuk setengah ganda atau double crochet dapat menjadi pilihan untuk membuat proyek berjalan lebih cepat.

Rajut baris demi baris sampai panjangnya sesuai ukuran yang sudah ditentukan. Sesekali letakkan hasil rajutan di atas pakaian yang dijadikan referensi untuk mengecek ukurannya.

Bentuk Bagian Leher dan Bahu

Setelah badan bagian belakang selesai, bagian atas perlu dibentuk agar menghasilkan lubang leher dan area bahu. Kurangi beberapa tusukan pada bagian tengah untuk membuat bentuk leher.

Kemudian, lanjutkan bagian kiri dan kanan secara terpisah hingga mencapai panjang bahu yang diinginkan.

Tahap ini memang membutuhkan sedikit ketelitian. Gunakan stitch marker untuk menandai bagian yang perlu dikurangi supaya bentuk kanan dan kiri tetap seimbang.

Buat Dua Bagian Depan

Untuk bagian depan, buat dua panel dengan ukuran yang sama. Prosesnya kurang lebih sama seperti ketika membuat bagian belakang, hanya saja bagian tengah dibiarkan terbuka.

Sesuaikan bentuk leher dengan model yang kamu inginkan. Beberapa pilihan yang mudah dibuat yaitu:

  • Leher V
  • Leher bulat
  • Leher kotak
  • Bukaan depan lurus

Kalau baru pertama kali membuat rompi, model bukaan lurus bisa menjadi pilihan paling sederhana.

Satukan Bagian Rompi

Setelah bagian depan dan belakang selesai, letakkan keduanya dengan posisi yang sesuai. Gunakan jarum tapestri dan benang untuk menyatukan bagian bahu.

Kemudian, jahit bagian samping dari bawah menuju area lubang lengan. Jangan menutup seluruh bagian samping karena lubang lengan harus tetap terbuka.

Sebelum menjahit secara permanen, coba satukan kedua bagian menggunakan peniti. Dengan begitu, kamu bisa memeriksa apakah ukuran dan posisinya sudah sesuai.

Rapikan Bagian Tepi

Rompi akan terlihat lebih rapi setelah bagian tepinya diberi finishing. Rajut satu atau dua baris di sekitar leher, bukaan depan, dan lubang lengan.

Gunakan pola tusukan yang sama agar hasilnya terlihat seragam. Kalau ingin tampilan lebih menarik, kamu bisa menggunakan warna benang berbeda untuk bagian finishing.

Terakhir, sembunyikan sisa benang menggunakan jarum tapestri. Potong bagian benang yang terlalu panjang dan rapikan setiap sambungan.

Eksperimen dengan Warna dan Motif

Setelah memahami pola dasarnya, kamu bisa mulai bereksperimen. Rompi rajut tidak harus menggunakan satu warna dari awal sampai akhir.

Beberapa ide yang bisa dicoba:

  • Dua warna dengan kombinasi kontras
  • Motif garis horizontal
  • Motif kotak sederhana
  • Bagian pinggir dengan warna berbeda
  • Gradasi dari warna terang ke gelap

Bikin rompi rajut sendiri dengan pola sederhana bisa menjadi proyek kreatif yang menyenangkan, terutama kalau kamu ingin memiliki pakaian dengan desain yang lebih personal. Mulai dari pola dasar terlebih dahulu, lalu kembangkan modelnya setelah semakin terbiasa dengan teknik rajut.