Bucket hat bukan cuma cocok dipakai saat bepergian ke luar rumah. Bentuknya yang simpel juga membuat topi ini cukup mudah dijadikan proyek jahit untuk mengisi waktu luang. Apalagi kalau kamu punya kain dengan motif menarik yang belum tahu mau digunakan untuk apa.
Dengan beberapa bahan sederhana, kita bisa membuat bucket hat sendiri di rumah. Ukurannya juga dapat disesuaikan dengan lingkar kepala sehingga hasil akhirnya terasa lebih nyaman saat dipakai. Untuk pemula, prosesnya memang membutuhkan ketelitian, terutama ketika menyatukan bagian mahkota dan pinggiran topi.
Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan
Sebelum mulai memotong kain, siapkan seluruh bahan supaya proses membuat bucket hat lebih praktis.
- Kain utama sekitar 0,5 meter
- Kain furing dengan ukuran secukupnya
- Kain pelapis atau interfacing
- Benang jahit
- Jarum atau mesin jahit
- Gunting kain
- Meteran kain
- Kapur kain
- Penggaris
- Setrika
- Peniti atau klip kain
Untuk kain utama, kamu bisa memilih katun, linen, atau bahan lain yang cukup nyaman digunakan sebagai topi. Kalau ingin bucket hat terlihat lebih kokoh, tambahkan pelapis pada bagian tertentu.
Ukur Lingkar Kepala
Ukuran menjadi bagian penting dalam membuat bucket hat. Gunakan meteran kain untuk mengukur lingkar kepala pada posisi topi nantinya akan digunakan.
Pastikan meteran tidak terlalu ketat atau terlalu longgar. Setelah mendapatkan hasil pengukuran, tambahkan sedikit ruang untuk kampuh jahitan dan kenyamanan saat topi dipakai.
Selain lingkar kepala, tentukan juga tinggi mahkota dan lebar pinggiran topi. Untuk proyek pertama, sebaiknya gunakan desain sederhana agar lebih mudah dikerjakan.
Buat Pola Bucket Hat
Bucket hat umumnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian atas, mahkota, dan pinggiran. Gambarkan pola tersebut pada kertas sebelum memindahkannya ke kain.
Bagian pola yang perlu dibuat antara lain:
- Bagian atas, berbentuk lingkaran untuk menutup kepala.
- Bagian mahkota, berbentuk seperti pita lebar yang mengelilingi kepala.
- Bagian pinggiran, berbentuk lingkaran dengan lubang di tengah.
Jangan lupa menambahkan kampuh jahitan pada setiap pola. Setelah pola selesai, potong menggunakan gunting agar hasilnya lebih rapi.
Potong Kain Sesuai Pola
Letakkan pola di atas kain, kemudian jiplak menggunakan kapur kain. Potong kain utama sesuai jumlah bagian yang dibutuhkan.
Lakukan hal yang sama pada kain furing. Kalau menggunakan interfacing, potong dengan ukuran yang mengikuti pola kain utama.
Sebelum masuk ke tahap jahit, susun semua potongan kain terlebih dahulu. Cara ini membantu memastikan tidak ada bagian yang tertukar.
Jahit Bagian Mahkota dan Atas
Ambil bagian mahkota yang sudah dipotong, lalu satukan kedua ujungnya sehingga membentuk lingkaran. Jahit bagian sambungannya dan rapikan kampuh.
Setelah itu, pasangkan bagian atas bucket hat dengan bagian mahkota. Jahit secara perlahan sambil mengikuti bentuk lingkaran.
Pada tahap ini, jangan terburu-buru. Kalau ada bagian kain yang sedikit berkerut, lepaskan jahitan dan rapikan kembali sebelum melanjutkan.
Pasang Pinggiran Topi
Setelah bagian utama selesai, lanjutkan dengan memasang pinggiran topi. Satukan bagian pinggiran dengan bagian bawah mahkota menggunakan jarum atau klip kain agar posisinya tidak bergeser.
Jahit mengelilingi bagian tersebut secara perlahan. Setelah selesai, balik kain sehingga sisi luar bucket hat berada pada posisi yang benar.
Untuk membuat pinggirannya lebih rapi dan tidak mudah berubah bentuk, kamu bisa menjahit beberapa garis mengikuti bentuk lingkaran pada bagian tepi.
Tambahkan Furing dan Rapikan
Kalau kamu menggunakan furing, jahit bagian tersebut dengan pola yang sama seperti kain utama. Kemudian satukan furing dengan bagian dalam bucket hat.
Periksa kembali bagian sambungan, terutama area sekitar pinggiran. Potong sisa benang dan rapikan kain yang keluar dari jalur jahitan.
Terakhir, setrika bucket hat dengan suhu yang sesuai jenis kain. Hindari menekan setrika terlalu lama pada satu bagian agar kain tetap terlihat bagus.
Bucket Hat Buatan Sendiri Siap Dipakai
Membuat bucket hat dari kain memang membutuhkan beberapa tahap, tetapi setiap langkahnya bisa dikerjakan secara bertahap. Untuk percobaan pertama, pilih kain yang tidak terlalu sulit dijahit dan gunakan pola sederhana.
Setelah sudah terbiasa, kamu bisa bereksperimen dengan berbagai model. Misalnya menggunakan kain bermotif di bagian luar dan warna polos untuk furing, membuat pinggiran lebih lebar, atau menambahkan bordir kecil sebagai detail.
Selain bisa dipakai sendiri, bucket hat buatan tangan juga dapat menjadi ide prakarya yang menarik untuk dikembangkan. Dengan memanfaatkan kain yang tersedia di rumah, satu proyek sederhana bisa menghasilkan aksesori yang unik dan sesuai selera.
