Deadline masih beberapa hari lagi, jadi rasanya pekerjaan bisa dikerjakan nanti. Satu video ditonton, lalu membuka media sosial sebentar, kemudian tiba-tiba waktu sudah berjalan cukup lama. Ketika akhirnya mulai bekerja, rasa terburu-buru justru membuat semuanya terasa semakin berat.
Kebiasaan menunda seperti ini dikenal sebagai prokrastinasi. Hampir semua orang mungkin pernah melakukannya sesekali. Namun, kalau menunda sudah menjadi kebiasaan dan membuat pekerjaan menumpuk, kita perlu mencari cara yang lebih efektif untuk mengatasinya.
Kabar baiknya, mengurangi prokrastinasi tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Beberapa strategi sederhana bisa membantu kamu mulai bergerak tanpa menunggu munculnya motivasi terlebih dahulu.
Apa Itu Prokrastinasi?
Prokrastinasi adalah kebiasaan menunda melakukan tugas atau aktivitas yang sebenarnya perlu dikerjakan, meskipun kita tahu penundaan tersebut bisa menimbulkan masalah.
Menunda pekerjaan tidak selalu berarti malas. Seseorang bisa menunda karena tugas terasa terlalu sulit, takut melakukan kesalahan, bingung harus memulai dari mana, atau merasa belum memiliki energi yang cukup.
Beberapa tanda prokrastinasi antara lain:
- Sering mengatakan “nanti saja”
- Menunggu mood sebelum mulai bekerja
- Memilih aktivitas yang lebih mudah daripada tugas utama
- Baru mengerjakan tugas ketika deadline sudah dekat
- Sering membuat rencana, tetapi sulit memulainya
- Merasa bersalah setelah kembali menunda
1. Pecah Tugas Menjadi Bagian Kecil
Tugas yang besar sering terlihat menakutkan karena kita langsung membayangkan seluruh prosesnya. Daripada memikirkan semuanya sekaligus, coba pecah pekerjaan menjadi beberapa bagian.
Misalnya, kamu harus membuat laporan. Jangan hanya menulis “kerjakan laporan” di daftar tugas. Ubah menjadi:
- Menentukan topik
- Mengumpulkan informasi
- Membuat kerangka
- Menulis bagian pertama
- Memeriksa isi
- Melakukan revisi
Dengan langkah yang lebih spesifik, pekerjaan terasa lebih mudah dimulai.
2. Gunakan Aturan Lima Menit
Kalau tugas terasa sangat berat, buat kesepakatan sederhana dengan diri sendiri untuk mengerjakannya selama lima menit saja.
Buka dokumen, tulis satu paragraf, baca beberapa halaman, atau kerjakan bagian paling mudah. Setelah lima menit, kamu bisa memutuskan apakah ingin melanjutkan atau beristirahat sebentar.
Sering kali, bagian paling sulit memang bukan mengerjakan tugasnya, melainkan memulai.
3. Tentukan Satu Prioritas
Membuat daftar pekerjaan yang terlalu panjang bisa membuat pikiran semakin penuh. Akhirnya, kita justru bingung harus mengerjakan yang mana terlebih dahulu.
Coba pilih satu tugas utama untuk diselesaikan. Setelah tugas tersebut selesai atau mencapai target yang ditentukan, barulah lanjut ke pekerjaan berikutnya.
Kamu juga bisa menggunakan kategori sederhana:
Harus selesai hari ini
- Tugas dengan deadline dekat
- Pekerjaan yang dibutuhkan orang lain
Bisa dikerjakan kemudian
- Pekerjaan rutin
- Tugas dengan deadline lebih panjang
Cara ini membantu energi dan perhatian tidak terbagi ke terlalu banyak hal sekaligus.
4. Jauhkan Gangguan Saat Mulai Bekerja
Notifikasi ponsel, media sosial, video pendek, atau percakapan grup bisa menjadi alasan kita menunda pekerjaan tanpa sadar.
Sebelum mulai, coba buat lingkungan kerja yang lebih minim gangguan. Matikan notifikasi yang tidak penting, letakkan ponsel sedikit jauh, dan buka hanya aplikasi atau halaman yang memang dibutuhkan.
Tidak perlu menghilangkan semua hiburan. Kamu bisa menentukan waktu khusus untuk mengeceknya setelah menyelesaikan target pekerjaan.
5. Jangan Menunggu Motivasi
Salah satu jebakan prokrastinasi adalah menunggu sampai merasa benar-benar siap. Padahal, motivasi tidak selalu muncul sebelum kita mulai.
Cobalah mengandalkan rutinitas daripada menunggu mood. Misalnya, setiap pukul 09.00 kamu langsung membuka daftar tugas dan mengerjakan pekerjaan utama selama beberapa menit.
Semakin sering dilakukan, kebiasaan tersebut bisa membuat proses memulai terasa lebih otomatis.
6. Berikan Penghargaan untuk Diri Sendiri
Menyelesaikan tugas kecil juga layak diapresiasi. Setelah mencapai target, berikan waktu untuk melakukan sesuatu yang kamu sukai.
Contohnya:
- Istirahat sambil minum air
- Mendengarkan beberapa lagu
- Jalan sebentar
- Menonton satu episode acara favorit
- Mengobrol dengan teman
Penghargaan sederhana bisa membuat proses menyelesaikan pekerjaan terasa lebih menyenangkan.
Kenali Penyebab Kamu Sering Menunda
Setiap orang bisa memiliki alasan berbeda ketika melakukan prokrastinasi. Ada yang merasa tugas terlalu sulit, ada yang takut hasilnya tidak sesuai harapan, dan ada juga yang sedang kelelahan.
Coba tanyakan kepada diri sendiri, “Apa yang sebenarnya membuat kita sulit memulai?”
Jawabannya dapat membantu menentukan strategi yang lebih sesuai. Kalau ternyata penundaan berkaitan dengan tekanan psikologis yang terasa berat dan terus mengganggu aktivitas, kamu bisa mempertimbangkan untuk berbicara dengan psikolog atau tenaga profesional.
Mengatasi prokrastinasi bukan berarti harus langsung menjadi sangat produktif. Mulailah dari satu tugas kecil, kerjakan beberapa menit, lalu lanjutkan secara bertahap. Yang penting bukan menunggu waktu yang sempurna untuk mulai, melainkan memberikan diri sendiri kesempatan untuk bergerak sedikit demi sedikit.
