in

Kenali Gejala Anxiety dan Cara Mengatasinya Sehari-hari

Ilustrasi. Foto: Freepik

Pernah merasa jantung berdebar padahal tidak sedang melakukan aktivitas berat? Atau tiba-tiba kepikiran banyak hal sampai sulit fokus? Rasa cemas sesekali sebenarnya merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan. Namun, ketika kecemasan muncul berulang dan mulai mengganggu aktivitas, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

Anxiety atau kecemasan dapat memengaruhi pikiran sekaligus tubuh. Kabar baiknya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari untuk membantu mengelola rasa cemas.

Kenali Gejala Anxiety yang Sering Muncul

Gejala anxiety tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang lebih banyak merasakan perubahan pada pikiran, sementara yang lain merasakan respons fisik.

Beberapa gejala yang umum antara lain:

  • Pikiran terus memikirkan kemungkinan buruk
  • Sulit berkonsentrasi
  • Merasa gelisah atau sulit tenang
  • Jantung berdebar
  • Napas terasa lebih cepat
  • Tubuh terasa tegang
  • Mudah lelah
  • Sulit tidur
  • Mudah merasa panik
  • Perut terasa tidak nyaman

Mengalami salah satu gejala tersebut sesekali belum tentu berarti seseorang mengalami gangguan kecemasan. Namun, apabila keluhan sering muncul, berlangsung lama, atau mengganggu pekerjaan, sekolah, hubungan sosial, dan aktivitas sehari-hari, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Kenapa Anxiety Bisa Muncul?

Rasa cemas dapat dipicu oleh berbagai situasi. Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, perubahan besar dalam hidup, kurang tidur, atau terlalu banyak memikirkan sesuatu bisa membuat tubuh berada dalam kondisi waspada.

Kadang, rasa cemas juga muncul tanpa pemicu yang langsung terlihat. Karena itu, mengenali pola munculnya anxiety bisa membantu kita memahami kondisi diri sendiri.

Kamu bisa mulai mencatat:

  1. Kapan rasa cemas biasanya muncul?
  2. Apa yang sedang dipikirkan saat itu?
  3. Apa yang dirasakan tubuh?
  4. Apa yang dilakukan setelah rasa cemas muncul?
  5. Apakah ada situasi tertentu yang sering menjadi pemicunya?

Catatan sederhana tersebut bisa membantu melihat pola yang sebelumnya sulit disadari.

Cara Mengatasi Anxiety dalam Keseharian

Tidak semua rasa cemas membutuhkan langkah yang rumit. Beberapa teknik sederhana dapat membantu tubuh dan pikiran kembali lebih tenang.

1. Atur Pernapasan Secara Perlahan

Saat cemas, napas bisa menjadi lebih cepat dan pendek. Cobalah berhenti sejenak kemudian tarik napas secara perlahan melalui hidung dan keluarkan dengan tenang. Ulangi beberapa kali sambil memusatkan perhatian pada keluar masuknya napas.

2. Alihkan Perhatian ke Sekitar

Ketika pikiran terus berputar, kita bisa menggunakan teknik grounding sederhana. Perhatikan benda yang ada di sekitar dan sebutkan detail yang terlihat, terdengar, atau terasa.

Fokus tersebut membantu perhatian kembali pada kondisi saat ini, bukan terus terpaku pada kekhawatiran.

3. Kurangi Kebiasaan Overthinking

Tidak semua pikiran harus langsung diselesaikan. Ketika kekhawatiran muncul, coba bedakan antara hal yang bisa dikendalikan dan hal yang berada di luar kendali.

Untuk hal yang bisa dikendalikan, tentukan satu langkah kecil yang dapat dilakukan. Sementara itu, hal yang belum bisa dikendalikan dapat dicatat dan dibicarakan kembali ketika pikiran sudah lebih tenang.

Bangun Rutinitas yang Lebih Seimbang

Mengelola anxiety juga bisa dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari. Beberapa hal yang dapat dicoba yaitu:

  • Menjaga jadwal tidur secara konsisten
  • Melakukan aktivitas fisik ringan
  • Memberikan waktu istirahat di sela aktivitas
  • Mengurangi paparan informasi yang membuat pikiran semakin penuh
  • Meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan
  • Berbicara dengan orang yang dipercaya ketika merasa kewalahan

Perubahan kecil yang dilakukan secara rutin bisa menjadi bagian dari cara menjaga kesehatan mental.

Kapan Perlu Mencari Bantuan?

Rasa cemas sebaiknya tidak diabaikan ketika sudah membuat aktivitas sehari-hari terasa sulit. Terlebih apabila gejalanya terus berulang, semakin berat, membuat tidur terganggu, atau menyebabkan kita menghindari banyak aktivitas.

Berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui apa yang sedang dialami dan menentukan langkah yang sesuai. Mencari bantuan bukan berarti seseorang gagal mengatasi masalah sendiri. Justru, mendapatkan dukungan yang tepat bisa menjadi bagian dari proses menjaga kesehatan mental.