in

Langkah Sederhana Mengurangi Overthinking Sebelum Tidur

Overthinking
Cara Mengatasi Overthinking, Foto: Headspace Group

Sudah mematikan lampu, posisi sudah nyaman, tetapi pikiran malah mulai ke mana-mana. Dari pekerjaan besok, percakapan tadi siang, sampai hal-hal yang sebenarnya belum tentu terjadi. Bukannya mengantuk, kita justru sibuk memutar berbagai kemungkinan di kepala.

Kondisi seperti ini sering disebut overthinking, yaitu kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan dan berulang. Overthinking sebelum tidur bisa membuat pikiran sulit beristirahat sehingga waktu tidur ikut terganggu. Untungnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu coba untuk membuat pikiran lebih tenang sebelum tidur.

Kenapa Overthinking Sering Muncul Sebelum Tidur?

Saat siang hari, perhatian kita terbagi dengan berbagai aktivitas. Ada pekerjaan, kuliah, perjalanan, percakapan dengan orang lain, hingga berbagai tugas yang harus diselesaikan.

Ketika malam tiba dan suasana mulai sepi, otak akhirnya memiliki lebih banyak ruang untuk memproses berbagai hal yang sebelumnya tertunda. Tidak heran kalau berbagai pikiran justru muncul ketika kita sudah berada di tempat tidur.

Beberapa hal yang bisa memicu overthinking sebelum tidur antara lain:

  • Memikirkan pekerjaan atau tugas untuk besok
  • Mengingat percakapan yang sudah berlalu
  • Khawatir dengan sesuatu yang belum terjadi
  • Memikirkan masalah hubungan dengan orang lain
  • Merasa belum menyelesaikan banyak hal
  • Terlalu sering mengecek informasi sebelum tidur

1. Tuangkan Pikiran ke Catatan

Daripada terus memikirkan sesuatu di dalam kepala, kamu bisa menuliskannya di buku atau catatan ponsel.

Tidak perlu membuat tulisan panjang. Cukup tuliskan apa yang sedang mengganggu pikiran, kemudian pisahkan menjadi dua bagian:

Bisa dilakukan besok

  • Membalas pesan penting
  • Menyelesaikan tugas
  • Membuat daftar pekerjaan

Belum perlu dipikirkan malam ini

  • Hal yang belum memiliki jawaban
  • Kemungkinan yang belum terjadi
  • Pendapat orang lain yang tidak bisa kita kendalikan

Cara ini membantu memberi batas antara waktu untuk berpikir dan waktu untuk beristirahat.

2. Buat Rutinitas Sebelum Tidur

Tubuh akan lebih mudah mengenali waktu istirahat ketika kamu memiliki rutinitas yang dilakukan secara konsisten.

Sekitar 30 sampai 60 menit sebelum tidur, coba lakukan aktivitas yang lebih tenang, seperti:

  • Membaca buku
  • Merapikan kamar
  • Melakukan peregangan ringan
  • Mandi dengan air yang nyaman
  • Mendengarkan musik yang menenangkan
  • Menyiapkan kebutuhan untuk esok hari

Rutinitas tersebut bisa menjadi sinyal bagi tubuh bahwa aktivitas harian mulai selesai dan waktunya beristirahat.

3. Kurangi Paparan Layar Sebelum Tidur

Scrolling media sosial atau menonton berbagai konten sampai mengantuk memang terasa menyenangkan. Namun, terlalu banyak informasi sebelum tidur justru dapat membuat pikiran semakin aktif.

Kamu bisa mencoba menetapkan waktu tertentu untuk berhenti menggunakan ponsel. Letakkan perangkat sedikit lebih jauh dari tempat tidur agar tidak mudah mengambilnya setiap kali merasa bosan.

Kalau masih membutuhkan ponsel sebagai alarm, kamu bisa mengaktifkan mode jangan ganggu agar notifikasi tidak terus menarik perhatian.

4. Gunakan Teknik Pernapasan

Saat pikiran terasa penuh, arahkan perhatian pada napas selama beberapa menit. Tarik napas secara perlahan melalui hidung, kemudian keluarkan dengan tenang.

Tidak perlu memaksakan pola tertentu. Cukup fokus pada ritme napas dan sensasi tubuh saat menarik serta mengeluarkannya.

Teknik sederhana ini dapat menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari berbagai pikiran yang berulang.

5. Jangan Memaksa Diri untuk Langsung Tidur

Semakin keras kita mencoba untuk segera tidur, terkadang justru semakin sadar bahwa kita belum mengantuk.

Kalau sudah cukup lama berbaring dan pikiran masih sangat aktif, kamu bisa bangun sebentar dan melakukan aktivitas yang tenang dengan pencahayaan redup. Setelah mulai mengantuk, kembali ke tempat tidur.

Tujuannya adalah membuat tempat tidur tetap terasa sebagai ruang untuk beristirahat, bukan tempat untuk terus memikirkan berbagai masalah.

Kapan Overthinking Perlu Diperhatikan?

Overthinking sesekali merupakan hal yang bisa dialami banyak orang. Namun, kalau pikiran yang berlebihan terjadi hampir setiap malam dan membuat kualitas tidur atau aktivitas sehari-hari terganggu, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Kamu bisa mulai memperhatikan pola tidur dan hal-hal yang biasanya memicu overthinking. Kalau kesulitan tersebut terus berlangsung atau terasa semakin berat, berbicara dengan psikolog atau tenaga profesional dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan bantuan yang sesuai.

Tidak semua pikiran harus diselesaikan sebelum mata terpejam. Terkadang, memberikan diri sendiri izin untuk berhenti sejenak justru menjadi langkah kecil yang kita butuhkan agar malam terasa lebih tenang.