Lemari yang awalnya sudah rapi bisa kembali berantakan hanya karena terburu-buru memilih pakaian. Satu baju ditarik dari tumpukan, beberapa pakaian ikut bergeser, lalu akhirnya semuanya dibiarkan begitu saja. Kalau kebiasaan ini terus terjadi, mencari pakaian yang ingin dipakai pun jadi terasa lebih lama.
Menata lemari sebenarnya tidak harus dilakukan sekaligus. Dengan membagi pakaian berdasarkan jenis dan membuat sistem penyimpanan yang sederhana, kamu bisa membuat lemari lebih rapi sekaligus mudah digunakan setiap hari.
Keluarkan Semua Pakaian Terlebih Dahulu
Sebelum mulai menata, keluarkan pakaian dari lemari dan letakkan di tempat yang bersih. Cara ini membuat kamu bisa melihat seluruh isi lemari tanpa ada pakaian yang tersembunyi di bagian belakang.
Sekalian perhatikan kondisi setiap pakaian. Pisahkan pakaian yang masih sering digunakan, jarang dipakai, perlu diperbaiki, atau sudah tidak sesuai kebutuhan.
Tidak perlu memaksakan semua pakaian harus kembali masuk ke lemari. Semakin sedikit barang yang perlu disimpan, semakin mudah menjaga kerapian.
Kelompokkan Pakaian Berdasarkan Jenis
Setelah memilah pakaian, kelompokkan berdasarkan jenisnya. Jangan langsung memasukkan semuanya kembali ke lemari karena susunan yang tidak jelas bisa membuat pakaian cepat berantakan.
Kamu bisa membuat beberapa kelompok seperti:
- Kaos sehari-hari
- Kemeja
- Celana panjang
- Celana pendek
- Pakaian rumah
- Pakaian tidur
- Pakaian untuk acara tertentu
- Pakaian olahraga
Pengelompokan ini membuat kamu lebih cepat menemukan pakaian tanpa harus mengacak seluruh isi lemari.
Lipat Pakaian dengan Ukuran yang Seragam
Pakaian yang dilipat dengan ukuran berbeda-beda akan membuat tumpukan terlihat tidak rapi dan mudah roboh. Coba buat ukuran lipatan yang relatif sama agar susunannya lebih stabil.
Untuk kaos dan pakaian berbahan ringan, kamu bisa menggunakan metode lipat vertikal. Pakaian kemudian disusun berdiri di dalam laci atau kotak penyimpanan.
Metode ini punya keuntungan karena setiap pakaian terlihat dari bagian atas. Kamu tidak perlu mengangkat seluruh tumpukan hanya untuk mengambil satu baju.
Gunakan Gantungan untuk Pakaian Tertentu
Tidak semua pakaian harus dilipat. Beberapa jenis pakaian justru lebih praktis disimpan menggunakan gantungan.
Kamu bisa menggantung:
- Kemeja
- Jaket
- Blazer
- Rok
- Celana bahan
- Pakaian yang mudah kusut
Atur gantungan dengan arah yang sama agar lemari terlihat lebih teratur. Kalau memiliki banyak pakaian, kamu juga bisa mengelompokkannya berdasarkan jenis atau warna.
Manfaatkan Kotak dan Organizer
Ruang lemari yang kecil bukan berarti semua barang harus ditumpuk. Gunakan kotak atau organizer untuk menyimpan pakaian berukuran kecil dan aksesori.
Misalnya, satu kotak khusus untuk kaus kaki, satu untuk pakaian dalam, dan satu lagi untuk aksesori. Berikan label jika diperlukan agar kamu lebih mudah menemukan barang.
Organizer juga bisa digunakan untuk memanfaatkan ruang kosong di bagian atas atau bawah lemari.
Pisahkan Pakaian yang Sering Dipakai
Pakaian yang digunakan hampir setiap hari sebaiknya ditempatkan di area yang paling mudah dijangkau. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengacak bagian lain dari lemari setiap pagi.
Sementara itu, pakaian untuk acara tertentu atau yang hanya digunakan sesekali bisa diletakkan di bagian yang lebih jarang diakses.
Sistem sederhana ini dapat membantu menjaga susunan pakaian tetap stabil karena kamu hanya sering mengambil dari area tertentu.
Sisakan Ruang di Dalam Lemari
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak pakaian sampai lemari terasa penuh. Akibatnya, mengambil satu baju saja bisa membuat pakaian lain ikut tertarik.
Usahakan tetap menyisakan sedikit ruang di antara kelompok pakaian. Ruang tersebut membuat kamu lebih leluasa mengambil dan mengembalikan pakaian.
Kalau lemari sudah terlalu penuh, mungkin ini saat yang tepat untuk memilah kembali pakaian yang sudah jarang digunakan.
Rapikan Kembali Setelah Memakai Pakaian
Lemari yang rapi tidak akan bertahan lama kalau pakaian yang sudah digunakan diletakkan sembarangan. Setelah mengambil pakaian, biasakan mengembalikan pakaian lain yang ikut bergeser.
Pakaian yang sudah dipakai juga sebaiknya dipisahkan dari pakaian yang masih bersih. Sediakan tempat khusus untuk pakaian yang akan dicuci agar tidak tercampur dengan pakaian bersih.
Buat Rutinitas Merapikan Lemari
Kamu tidak perlu menunggu lemari benar-benar berantakan untuk menatanya kembali. Luangkan waktu beberapa menit setiap minggu untuk melihat apakah ada pakaian yang mulai tidak pada tempatnya.
Cukup rapikan tumpukan, kembalikan gantungan, dan susun ulang bagian yang mulai berantakan. Dengan rutinitas kecil tersebut, kamu tidak perlu melakukan pekerjaan besar terlalu sering.
Menata lemari bukan sekadar membuat pakaian terlihat rapi. Susunan yang jelas juga membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih praktis. Dengan langkah mudah menata lemari, mulai dari memilah pakaian, mengelompokkan jenis, menggunakan organizer, hingga membuat kebiasaan merapikan kembali, lemari bisa tetap teratur dan pakaian lebih mudah ditemukan kapan saja.
