in

Trik Menyimpan Bawang agar Tidak Cepat Busuk

Menyimpan Bawang
Menyimpan Bawang

Baru beberapa hari belanja bahan dapur, tiba-tiba bawang sudah mulai lembek, muncul tunas, atau bagian luarnya terlihat berjamur. Kondisi seperti ini cukup menyebalkan karena bawang termasuk bahan yang sering dipakai untuk memasak sehari-hari. Padahal, cara menyimpannya ternyata punya pengaruh besar terhadap daya tahannya.

Bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai memiliki kebutuhan penyimpanan yang sedikit berbeda. Kamu tidak cukup hanya memasukkannya ke wadah tertutup lalu meletakkannya di dapur. Sirkulasi udara, kondisi bawang, sampai lokasi penyimpanan perlu diperhatikan.

Pilih Bawang yang Kondisinya Masih Bagus

Sebelum memikirkan tempat penyimpanan, perhatikan kondisi bawang saat membelinya. Bawang yang sudah lembek atau memiliki bagian rusak lebih cepat memengaruhi bawang lain di sekitarnya.

Pilih bawang dengan ciri berikut:

  • Kulit luar terasa kering
  • Teksturnya padat ketika ditekan
  • Tidak memiliki bagian lembek
  • Tidak berbau aneh
  • Tidak terlihat berjamur
  • Tidak memiliki luka atau bagian yang basah

Kalau ada bawang yang kondisinya sudah kurang baik, pisahkan dari bawang lainnya. Jangan mencampurnya dalam satu wadah karena kelembapan dari bagian yang rusak dapat mempercepat kerusakan bawang lain.

Jangan Langsung Mencuci Bawang

Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah mencuci bawang sebelum disimpan. Kalau bawang belum akan digunakan, sebaiknya jangan dicuci terlebih dahulu.

Air yang tersisa pada permukaan bawang dapat membuat kondisinya lebih lembap. Lingkungan yang terlalu lembap dapat membuat bawang lebih cepat mengalami pembusukan.

Lebih baik bersihkan kotoran yang menempel secara kering. Kamu bisa menggunakan tangan atau kain bersih untuk menghilangkan tanah yang masih tersisa.

Cuci bawang hanya ketika akan digunakan untuk memasak.

Gunakan Wadah yang Memiliki Sirkulasi Udara

Bawang membutuhkan tempat yang kering dan memiliki aliran udara. Karena itu, hindari menyimpannya dalam plastik tertutup rapat.

Beberapa pilihan wadah yang bisa digunakan antara lain:

  1. Keranjang berlubang.
  2. Jaring penyimpanan.
  3. Wadah dengan lubang ventilasi.
  4. Keranjang anyaman.
  5. Paper bag yang tidak tertutup rapat.

Tujuannya adalah menjaga udara tetap bergerak di sekitar bawang. Wadah yang terlalu rapat dapat membuat kelembapan terperangkap dan meningkatkan risiko bawang menjadi lembek.

Simpan di Tempat Kering dan Tidak Terlalu Panas

Lokasi penyimpanan juga tidak kalah penting. Pilih tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Rak dapur yang jauh dari kompor bisa menjadi salah satu pilihan. Hindari meletakkan bawang tepat di samping sumber panas karena suhu tinggi dapat mempercepat perubahan kualitasnya.

Kamu juga sebaiknya tidak menyimpan bawang di tempat yang mudah terkena cipratan air, seperti area dekat wastafel.

Pisahkan Jenis Bawang

Bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai sebaiknya tidak selalu disimpan dalam satu wadah. Memisahkannya dapat membuat kamu lebih mudah memeriksa kondisi masing-masing bahan.

Selain itu, beri sedikit ruang di antara bawang agar udara dapat bergerak. Jangan menumpuknya terlalu tinggi karena bagian bawah bisa mendapatkan tekanan dan sirkulasi udara yang lebih buruk.

Kalau jumlah bawang cukup banyak, gunakan beberapa wadah kecil daripada satu wadah besar yang terlalu penuh.

Bagaimana dengan Bawang yang Sudah Dikupas?

Bawang yang sudah dikupas memiliki kondisi berbeda dengan bawang yang masih memiliki kulit. Karena lapisan pelindungnya sudah hilang, bawang kupas lebih mudah mengalami perubahan kualitas.

Kalau kamu sudah mengupas bawang dan belum ingin langsung menggunakannya, simpan dalam wadah bersih yang tertutup dan masukkan ke dalam kulkas.

Pastikan wadahnya kering dan bawang tidak dalam kondisi basah. Sebaiknya gunakan bawang tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama agar kualitas dan aromanya tetap baik.

Rutin Cek Kondisi Bawang

Menyimpan bawang bukan berarti bisa dibiarkan begitu saja. Luangkan waktu beberapa hari sekali untuk memeriksa kondisinya.

Perhatikan apakah ada bawang yang:

  • Mulai lembek
  • Mengeluarkan aroma tidak biasa
  • Memiliki bagian berjamur
  • Mengeluarkan cairan
  • Mulai bertunas

Kalau menemukan bawang yang sudah rusak, segera pisahkan dari yang masih bagus. Dengan begitu, kerusakan tidak mudah menyebar ke bahan lainnya.

Hindari Menyimpan Bawang Sembarangan

Bawang bisa bertahan lebih lama ketika disimpan dalam kondisi yang tepat. Kuncinya sebenarnya cukup sederhana, yaitu kering, sejuk, memiliki sirkulasi udara, dan rutin diperiksa.

Kamu juga tidak perlu membeli wadah khusus yang mahal. Keranjang berlubang atau tempat penyimpanan sederhana sudah cukup selama bawang tidak terjebak dalam kondisi lembap.

Dengan kebiasaan tersebut, stok bawang di dapur bisa lebih terjaga dan kamu tidak perlu terlalu sering membuang bahan makanan yang sudah rusak sebelum sempat digunakan.