Setelah memotong nanas untuk dimakan, biasanya bagian mahkota yang berdaun langsung dibuang. Padahal, bagian tersebut bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman nanas baru, lho. Kamu tidak harus membeli bibit khusus karena mahkota nanas yang masih sehat dapat dijadikan bahan awal untuk berkebun di rumah.
Menariknya, nanas termasuk tanaman yang bisa ditanam dalam pot. Jadi, meskipun halaman rumah terbatas, kamu tetap bisa mencoba menumbuhkan tanaman buah sendiri. Prosesnya memang membutuhkan waktu dan kesabaran, terutama sampai tanaman menghasilkan buah.
Supaya peluang tumbuhnya lebih besar, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Yuk, simak cara menanam nanas di pot dari mahkota buahnya berikut ini!
1. Pilih Mahkota Nanas yang Masih Segar
Langkah pertama dimulai dari memilih mahkota nanas yang kondisinya sehat. Bagian ini akan menjadi sumber pertumbuhan akar dan daun baru, sehingga kualitasnya berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman.
Pilih mahkota dengan daun hijau, batang tengah yang utuh, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan. Sebaiknya hindari mahkota yang daunnya sudah mengering secara berlebihan atau bagian pangkalnya terasa lembek.
Ciri mahkota nanas yang layak ditanam:
- Daunnya masih segar dan tidak banyak yang menguning.
- Bagian tengah mahkota tidak rusak.
- Pangkalnya bebas dari jamur atau bagian yang membusuk.
- Tidak memiliki aroma busuk yang mencurigakan.
Kalau sudah menemukan mahkota yang sesuai, pisahkan dari daging buah dengan hati-hati. Usahakan tidak menyisakan banyak daging nanas pada bagian pangkal karena sisa tersebut dapat membusuk ketika ditanam.
2. Bersihkan Pangkal dan Buang Daun Bagian Bawah
Setelah mahkota dipisahkan, rapikan bagian pangkalnya. Buang sisa daging buah yang masih menempel, lalu lepaskan beberapa helai daun paling bawah sampai bagian batang terlihat.
Bagian batang yang terbuka nantinya menjadi tempat akar baru tumbuh. Lakukan proses ini secara perlahan agar bagian tengah mahkota tidak rusak.
Selanjutnya, diamkan mahkota di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik selama satu hingga dua hari. Langkah ini membantu permukaan potongan mengering sebelum ditanam.
Jangan menjemurnya terlalu lama di bawah sinar matahari terik karena mahkota bisa kehilangan terlalu banyak kelembapan. Tujuan utamanya adalah mengeringkan permukaan potongan, bukan membuat seluruh bagian tanaman menjadi kering.
3. Siapkan Pot dan Media Tanam
Nanas memiliki akar yang relatif dangkal, sehingga cocok ditanam menggunakan pot. Meski begitu, ukuran pot tetap perlu disesuaikan dengan pertumbuhan tanaman.
Untuk tahap awal, kamu bisa menggunakan pot berdiameter sekitar 20 sampai 30 cm. Pilih pot yang memiliki lubang drainase agar kelebihan air dapat mengalir keluar.
Media tanam yang digunakan sebaiknya gembur dan tidak mudah menahan air berlebihan. Kamu bisa mencoba campuran berikut:
- 2 bagian tanah yang gembur.
- 1 bagian kompos matang.
- 1 bagian sekam bakar atau bahan berpori lainnya.
Perbandingan tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi bahan yang tersedia. Pastikan media tidak terlalu padat agar akar mendapatkan udara yang cukup.
4. Tanam Mahkota Nanas dengan Posisi yang Tepat
Setelah pot dan media tanam siap, buat lubang kecil di bagian tengah. Masukkan pangkal mahkota ke dalam media, lalu timbun bagian batang yang sudah dibersihkan.
Jangan menanamnya terlalu dalam karena pangkal yang tertutup media secara berlebihan berisiko mengalami pembusukan.
Tekan media secara perlahan agar mahkota berdiri stabil. Jika tanaman mudah goyah, kamu bisa menambahkan penyangga sementara.
Setelah selesai, siram media secukupnya sampai lembap. Hindari membuat tanah terlalu basah, terutama ketika akar baru belum terbentuk.
5. Letakkan di Tempat Terang dan Atur Penyiraman
Tanaman nanas menyukai cahaya matahari. Namun, mahkota yang baru ditanam sebaiknya diperkenalkan pada sinar matahari secara bertahap, terutama jika sebelumnya disimpan di dalam ruangan.
Letakkan pot di tempat terang terlebih dahulu. Setelah tanaman mulai menunjukkan pertumbuhan baru, tingkatkan paparan sinar matahari sesuai kondisi lingkungan.
Perhatikan juga penyiramannya. Nanas relatif tahan terhadap kondisi kering setelah tumbuh kuat, tetapi bukan berarti tanaman tidak membutuhkan air sama sekali.
Berikut kebiasaan perawatan yang bisa kamu terapkan:
- Periksa kelembapan media sebelum menyiram.
- Siram ketika bagian atas media mulai mengering.
- Hindari membiarkan air menggenang di dalam pot.
- Bersihkan daun kering yang menumpuk di sekitar pangkal tanaman.
Akar baru dapat mulai tumbuh dalam beberapa minggu, bergantung pada kesegaran mahkota dan kondisi lingkungan. Jika daun bagian tengah mulai tumbuh, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa tanaman mulai berkembang.
6. Berikan Pupuk dan Tunggu hingga Berbuah
Setelah tanaman menunjukkan pertumbuhan yang stabil, kamu bisa memberikan pupuk sesuai kebutuhan. Gunakan pupuk dengan dosis yang mengikuti petunjuk pada kemasan, lalu amati respons tanaman setelah pemupukan.
Nanas tidak langsung menghasilkan buah setelah mahkotanya ditanam. Tanaman perlu melewati fase pertumbuhan vegetatif terlebih dahulu sebelum memasuki fase pembungaan.
Waktu berbuah bisa berbeda-beda, bergantung pada varietas, ukuran tanaman, kondisi cahaya, nutrisi, dan lingkungan. Karena itu, jangan terburu-buru memberikan perlakuan khusus untuk merangsang bunga pada tanaman yang masih kecil.
Jika daun tumbuh sehat dan tanaman semakin kokoh, lanjutkan perawatan secara konsisten. Ketika ukurannya bertambah, kamu juga bisa memindahkannya ke pot yang lebih besar jika ruang akarnya sudah terbatas.
Kesimpulan
Cara menanam nanas di pot dari mahkota buahnya cukup mudah dilakukan di rumah. Kamu hanya perlu memilih mahkota yang sehat, membersihkan pangkalnya, menyiapkan media tanam yang gembur, lalu menjaga kebutuhan cahaya dan air.
Meskipun membutuhkan waktu sampai berbuah, proses ini bisa menjadi kegiatan berkebun yang menyenangkan. Jadi, sebelum membuang mahkota nanas berikutnya, coba manfaatkan bagian tersebut untuk memulai kebun buah mini di rumah!
