Makan di tempat baru sendirian, berjalan menyusuri kota yang belum pernah dikunjungi, atau menentukan tujuan tanpa perlu menyesuaikan jadwal orang lain bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Itulah salah satu hal menarik dari solo traveling. Kamu punya kebebasan untuk mengatur perjalanan sesuai keinginan, mulai dari memilih destinasi hingga menentukan kapan waktunya beristirahat.
Meski begitu, bepergian sendirian untuk pertama kali mungkin terasa sedikit membingungkan. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, terutama soal anggaran, transportasi, dan keamanan selama perjalanan. Supaya pengalaman pertamamu lebih nyaman, yuk, simak panduan solo traveling untuk pemula berikut ini!
1. Pilih Destinasi yang Ramah untuk Pemula
Tidak perlu langsung merencanakan perjalanan ke tempat yang jauh atau membutuhkan banyak perpindahan transportasi. Untuk percobaan pertama, pilih destinasi yang aksesnya mudah, memiliki fasilitas memadai, dan menyediakan cukup banyak pilihan aktivitas.
Kamu bisa mempertimbangkan kota seperti Yogyakarta, Solo, atau Malang. Ketiganya menawarkan beragam pilihan wisata, kuliner lokal, dan penginapan dengan rentang harga yang bervariasi.
Sebelum menentukan tujuan, perhatikan beberapa hal berikut:
- Akses transportasi agar kamu lebih mudah berpindah dari stasiun atau terminal menuju penginapan.
- Pilihan penginapan yang memiliki ulasan baik dan lokasi strategis.
- Jarak antardestinasi supaya waktu perjalanan tidak terlalu banyak terbuang.
- Ketersediaan fasilitas umum seperti minimarket, pusat informasi, dan layanan kesehatan.
Kalau masih ragu, kamu bisa memilih destinasi yang sudah pernah dikunjungi bersama keluarga atau teman. Dengan begitu, kamu punya sedikit gambaran tentang kondisi tempat tersebut.
2. Susun Itinerary yang Fleksibel
Salah satu keuntungan solo traveling adalah kamu bebas menentukan jadwal sendiri. Namun, bukan berarti perjalanan bisa berjalan tanpa perencanaan sama sekali.
Buat itinerary sederhana yang berisi tempat tujuan, perkiraan waktu kunjungan, pilihan transportasi, dan estimasi biaya. Hindari memasukkan terlalu banyak destinasi dalam satu hari karena kamu perlu mengatur semuanya sendiri.
Contoh itinerary solo traveling dua hari satu malam:
| Waktu | Aktivitas |
| Hari pertama pagi | Tiba di kota tujuan dan menuju penginapan |
| Hari pertama siang | Menjelajahi kawasan wisata dan mencoba kuliner lokal |
| Hari pertama sore | Mengunjungi taman atau tempat bersejarah |
| Hari kedua pagi | Sarapan dan mengunjungi destinasi pilihan |
| Hari kedua siang | Membeli oleh-oleh dan bersiap pulang |
Jadwal tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Sisakan waktu untuk beristirahat atau mengantisipasi perubahan cuaca dan transportasi.
3. Atur Anggaran agar Tidak Boros
Solo traveling memang memberikan kebebasan, tetapi seluruh biaya perjalanan perlu kamu kelola sendiri. Karena itu, menentukan anggaran sebelum berangkat menjadi langkah penting.
Pisahkan dana berdasarkan kebutuhan agar pengeluaran lebih mudah dipantau.
- Transportasi pergi dan pulang.
- Penginapan.
- Makan dan minum.
- Tiket masuk tempat wisata.
- Transportasi lokal.
- Dana cadangan untuk kebutuhan tidak terduga.
Kamu juga bisa menghemat biaya dengan memesan tiket lebih awal, memilih penginapan dekat transportasi umum, dan mengunjungi tempat wisata yang tidak memerlukan tiket mahal.
Jangan menghabiskan seluruh anggaran untuk aktivitas utama. Dana cadangan tetap diperlukan agar kamu punya pilihan ketika terjadi perubahan rencana.
4. Utamakan Keamanan Selama Perjalanan
Bepergian sendirian membuat kamu perlu lebih mandiri dalam mengambil keputusan. Karena itu, keamanan sebaiknya menjadi pertimbangan sejak sebelum berangkat.
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan:
- Bagikan itinerary dan informasi penginapan kepada keluarga atau teman tepercaya.
- Simpan nomor kontak penting dan alamat penginapan.
- Aktifkan fitur berbagi lokasi kepada orang tepercaya jika diperlukan.
- Hindari menunjukkan barang berharga secara berlebihan di tempat ramai.
- Pilih transportasi resmi dan periksa informasi pengemudi sebelum naik.
- Perhatikan lingkungan sekitar, terutama ketika berjalan di tempat yang belum dikenal.
Kalau suatu tempat terasa kurang nyaman, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk tetap berada di sana. Pindahlah ke area yang lebih ramai atau cari bantuan dari petugas setempat.
5. Siapkan Barang Bawaan Secukupnya
Membawa terlalu banyak barang bisa menyulitkan kamu ketika harus berpindah tempat sendirian. Sebaiknya, sesuaikan isi tas dengan durasi perjalanan dan aktivitas yang direncanakan.
Berikut daftar barang yang sebaiknya tidak terlupakan:
- KTP dan tiket perjalanan.
- Ponsel, charger, dan power bank.
- Uang tunai secukupnya serta kartu pembayaran.
- Pakaian sesuai cuaca.
- Perlengkapan mandi berukuran kecil.
- Obat pribadi dan perlengkapan kesehatan dasar.
- Botol minum dan tas kecil untuk berjalan-jalan.
Simpan dokumen penting di tempat yang mudah dijangkau, tetapi tetap aman. Kamu juga bisa mengunduh peta dan menyimpan bukti pemesanan secara offline sebagai persiapan jika koneksi internet tidak stabil.
6. Jangan Takut Menikmati Waktu Sendiri
Hal yang mungkin terasa menantang saat pertama kali solo traveling adalah menghadapi waktu tanpa teman perjalanan. Kamu mungkin merasa canggung ketika makan sendirian atau mengunjungi tempat wisata tanpa ada orang yang diajak berbincang.
Cobalah menikmati prosesnya secara perlahan. Kamu bisa membawa buku, mendengarkan musik saat perjalanan, atau mengobrol dengan sesama wisatawan di tempat yang nyaman jika memang ingin bersosialisasi.
Kamu juga tidak perlu mengikuti semua rekomendasi yang ditemukan di media sosial. Pilih aktivitas yang benar-benar kamu sukai dan beri ruang untuk beristirahat.
Saatnya Mencoba Solo Traveling Pertamamu
Solo traveling untuk pemula tidak harus dimulai dengan perjalanan yang jauh atau rencana yang rumit. Pilih destinasi yang mudah dijangkau, siapkan anggaran, susun itinerary fleksibel, dan pastikan kebutuhan keamanan terpenuhi.
Yang terpenting, jangan menuntut perjalanan pertamamu berjalan sempurna. Selalu ada kemungkinan jadwal berubah atau rencana tidak sesuai harapan. Dengan persiapan yang matang dan sikap yang fleksibel, kamu bisa belajar menjadi lebih mandiri sekaligus menikmati pengalaman baru dengan nyaman.
