in

8 Makanan Berbahan Mi dari Berbagai Negara di Dunia

Konsumsi Mie Instan. Foto: istockphoto

Mi menjadi salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan di berbagai belahan dunia. Meski sama-sama berbentuk panjang dan terbuat dari tepung atau pati, setiap negara punya cara tersendiri dalam mengolahnya. Ada yang disajikan dengan kuah kaldu hangat, digoreng bersama bumbu rempah, hingga dicampur saus kental dengan aneka topping.

Menariknya, makanan berbahan mi juga sering menjadi bagian dari identitas kuliner suatu negara. Jepang punya ramen, Thailand terkenal dengan pad thai, sedangkan Italia memiliki pasta yang sudah mendunia. Setiap hidangan menawarkan perpaduan rasa, tekstur, dan bahan lokal yang berbeda.

Buat kamu yang suka menjelajahi kuliner internasional, berikut delapan makanan berbahan mi dari berbagai negara yang menarik untuk dikenali!

1. Ramen dari Jepang

Ramen menjadi salah satu makanan Jepang yang popularitasnya sudah mendunia. Hidangan ini terdiri dari mi gandum bertekstur kenyal yang disajikan bersama kuah kaldu dan berbagai topping.

Salah satu keunikan ramen adalah variasi kuahnya. Beberapa jenis yang cukup populer antara lain:

  • Shoyu ramen: Menggunakan kecap asin Jepang sebagai bumbu utama.
  • Miso ramen: Memiliki kuah gurih dari pasta kedelai fermentasi.
  • Shio ramen: Menggunakan garam sebagai dasar bumbu dengan rasa lebih ringan.
  • Tonkotsu ramen: Memiliki kuah kental yang dibuat dari kaldu tulang babi.

Ramen biasanya dilengkapi telur, daun bawang, rumput laut, dan irisan daging. Kombinasi tersebut membuat satu mangkuk ramen terasa kaya rasa dan mengenyangkan.

2. Pad Thai dari Thailand

Pad thai merupakan makanan mi goreng khas Thailand yang punya perpaduan rasa manis, asam, gurih, dan sedikit pedas. Hidangan ini menggunakan mi beras yang ditumis bersama telur, tahu, tauge, dan daun kucai.

Saus pad thai biasanya dibuat dari campuran asam jawa, gula, dan kecap ikan. Perpaduan bumbu tersebut menghasilkan cita rasa khas yang berbeda dari mi goreng pada umumnya.

Beberapa pelengkap yang sering disajikan bersama pad thai adalah:

  • Kacang tanah tumbuk.
  • Jeruk nipis.
  • Cabai bubuk.
  • Tauge segar.
  • Udang atau ayam.

Pad thai cukup mudah ditemukan di kedai makanan maupun restoran Thailand. Rasanya yang seimbang membuat hidangan ini disukai banyak wisatawan.

3. Jajangmyeon dari Korea Selatan

Pernah melihat mi dengan saus hitam pekat dalam drama Korea? Makanan tersebut bernama jajangmyeon. Hidangan ini menggunakan mi gandum tebal yang disajikan bersama saus kedelai hitam bernama chunjang.

Sausnya dimasak bersama bawang bombai, sayuran, dan daging sehingga menghasilkan rasa gurih dengan sedikit sentuhan manis. Sebelum disantap, mi dan saus perlu diaduk sampai tercampur rata.

Jajangmyeon biasanya disajikan bersama acar lobak kuning atau danmuji. Kombinasi tersebut memberikan rasa segar yang menyeimbangkan sausnya.

4. Spaghetti dari Italia

Italia punya banyak hidangan berbahan pasta, salah satunya spaghetti. Bentuknya panjang, tipis, dan menyerupai mi yang biasa kita temukan dalam berbagai masakan Asia.

Spaghetti dibuat dari tepung gandum durum dan air. Setelah direbus hingga mencapai tingkat kematangan tertentu, pasta ini bisa dipadukan dengan berbagai jenis saus.

Beberapa olahan spaghetti yang populer antara lain:

  • Spaghetti bolognese: Disajikan dengan saus tomat dan daging cincang.
  • Spaghetti carbonara: Menggunakan saus creamy berbahan telur dan keju.
  • Spaghetti aglio e olio: Mengandalkan bawang putih dan minyak zaitun.
  • Spaghetti marinara: Dipadukan dengan saus tomat dan seafood.

Setiap olahan memiliki karakter rasa berbeda sehingga kamu bisa memilih sesuai selera.

5. Laksa dari Singapura dan Malaysia

Laksa merupakan makanan mi berkuah yang populer di kawasan Asia Tenggara. Hidangan ini punya beberapa variasi, termasuk laksa santan dan laksa asam.

Katong laksa dari Singapura terkenal dengan kuah santan kental yang gurih dan sedikit pedas. Sementara itu, asam laksa Penang dari Malaysia menggunakan kuah ikan dengan perpaduan rasa asam dan segar.

Topping yang biasa digunakan meliputi udang, tauge, ikan suwir, mentimun, dan daun aromatik. Perbedaan kuah dan pelengkapnya membuat setiap jenis laksa punya ciri khas tersendiri.

6. Pho dari Vietnam

Pho merupakan sup mi khas Vietnam yang terkenal dengan kuah kaldu aromatik. Hidangan ini menggunakan mi beras berbentuk pipih yang disajikan bersama kaldu bening dan irisan daging.

Rahasia kelezatan pho terletak pada proses pembuatan kaldunya. Bumbu seperti kayu manis, bunga lawang, jahe, dan bawang biasanya direbus bersama kaldu dalam waktu cukup lama.

Pho umumnya dilengkapi dengan:

  • Irisan daging sapi atau ayam.
  • Daun ketumbar.
  • Daun bawang.
  • Tauge.
  • Daun basil.
  • Jeruk nipis.

Rasanya cenderung gurih dan segar sehingga cocok dinikmati sebagai menu sarapan maupun makan siang.

7. Chow Mein dari Hong Kong

Chow mein merupakan hidangan mi goreng yang populer di berbagai wilayah Asia, termasuk Hong Kong. Makanan ini menggunakan mi gandum yang dimasak dengan teknik tumis atau digoreng hingga menghasilkan tekstur tertentu.

Mi kemudian dicampur dengan sayuran, kecap asin, dan bahan pelengkap seperti ayam, udang, atau tahu.

Salah satu daya tarik chow mein adalah teksturnya. Beberapa versi dibuat dengan mi yang lebih renyah di bagian luar, sedangkan bagian lainnya tetap lembut.

8. Käsespätzle dari Jerman

Kalau biasanya mi berbentuk panjang, Jerman punya hidangan unik bernama Käsespätzle. Makanan ini menggunakan spätzle, yaitu mi berbentuk pendek dan tidak beraturan yang dibuat dari campuran tepung, telur, dan air.

Spätzle direbus hingga matang, kemudian dicampur dengan keju leleh dan bawang bombai yang sudah ditumis. Hasilnya adalah hidangan dengan tekstur lembut dan rasa gurih.

Käsespätzle cukup populer di wilayah Jerman bagian selatan, terutama Bavaria dan Swabia. Makanan ini sering disajikan sebagai hidangan utama maupun pendamping.

Menjelajahi Dunia Lewat Aneka Olahan Mi

Setiap negara punya cara unik dalam mengolah mi menjadi hidangan khas. Mulai dari ramen Jepang yang kaya kaldu, pad thai Thailand dengan rasa asam manis, hingga Käsespätzle Jerman yang menggunakan keju sebagai bahan utama.

Keberagaman tersebut membuktikan bahwa mi bukan sekadar makanan sederhana. Bahan yang sama bisa menghasilkan cita rasa berbeda ketika dipadukan dengan rempah, saus, dan tradisi kuliner setempat.

Jadi, dari delapan makanan berbahan mi di atas, mana yang paling ingin kamu coba? Siapa tahu, menjelajahi kuliner dari berbagai negara bisa menjadi inspirasi untuk menemukan menu favorit baru!