in

Kuliner Murah dan Legendaris di Solo yang Tak Banyak Orang Tahu

Ledre pisang. Foro: Shutterstock

Kota Solo atau Surakarta menawarkan ragam kuliner yang menggugah selera dengan harga yang cenderung murah. Beberapa tempat yang bisa disinggahi untukmencicipi beragam kuliner khas Solo adalah Pasar Gedhe, Singosaren, Grogol, dan sekitaranya.

Di lokasi tersebut, Anda bisa mendapatkan kuliner menggugah selera dengan harga terjangkau, di antaranya nasi liwet, kue serabi, cabuk rambak, dan rambak kulit. Namun bukan hanya itu, di sana Anda bisa menemui jajanan legendaris Solo yang belum banyak orang ketahui.

Berikut beberapa jajanan khas Solo yang murah dan legendaris tapi tak banyak orang yang tahu, dikutip dari beberapa sumber:

  • Jenang Delima

Banyak orang berpikir bahwa jenang delima sama dengan jenang mutiara atau sagu sama karena bentuknya sangat mirip. Padahal, rasa, tekstur, dan aroma keduanya berbeda.

Bahan dasar keduanya juga beda. Jenang delima terbuat dari biji delima, santan, gula, dan sirup framboz. Sedangkan jenang sagu terbuat dari sagu mutiara, santan, dan gula saja.

Saat mencicipi jenang delima, ada perpaduan rasa manis, legit, serta gurih yang lumer di mulut. Aroma jenang cenderung berbau harum.

Satu-satunya penjual jenang delima yang masih eksis di Kota Solo, yakni Warung Mak Tambah yang terletak di Jalan Jati Baru, Nomor 60, Cemani, Grogol.

Harga untuk satu porsi jenang delima di Warung tersebut cukup terjangkau, yakni Rp7.000. Warung Mak Tambah buka dari pukul 09.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Awalnya warung yang berdiri sejak 1945 itu berlokasi di emperan pertokoan utara Lapangan Kartopuran, Singosaren, Solo.

  • Kompyang atau Burger Jawa

Kompyang mirip dengan roti burger yang memiliki tekstur kering dengan rasa yang gurih. Jajanan ini kadang disebut Burger Jawa yang terbuat dari tepung terigu, garam, dan ragi yang diuleni dan dibentuk bulat.

Adonan kompyang tidak dibubuhi mentega serta gula sehingga teksturnya keras di bagian luar tapi empuk di bagian dalamnya. Burger Jawa ini lebih nikmat disantap bersama dengan minuman hangat seperti teh atau kopi.

Jika penasaran ingin mencicipinya, bisa membeli di beberapa kios jajanan di Pasar Gedhe. Kudapan khas Solo Burger Jawa tersebut bisa dinikmati dengan hanya merogoh kocek Rp2.500 per bijinya.

  • Roti Kecik

Jajanan khas Solo satu ini terbuat dari ketan yang disangrai, bentuknya lonjong sebesar ibu jari dan berwarna coklat. Roti kecik beraroma kayu manis dengan rasa manis dan gurih ini sudah ada dan terkenal di Kota Solo sejak 1881.

Rasa roti ini unik, juga bisa tahan lama hingga beberapa minggu meski dibuat tanpa bahan pengawet. Ini disebabkan roti kecik bertekstur kering dan keras.

Harga jajanan ini juga terjangkau, yakni Rp7.000 untuk ukuran kecil, Rp15.000 untuk ukuran sedang, dan Rp20.000 untuk ukuran besar. Jika tertarik untuk mencobanya, bisa mampir di Toko Roti Ganep atau pusat oleh-oleh Mesran, di Singosaren, Solo.

  • Ledre Pisang Solo

Sesuai namanya, ledre terbuat dari pisang. Bahan lainnya adalah ketan, kelapa parut, dan santan yang dibakar dengan menggunakan mangkok gerabah sehingga menghasilkan aroma sangit yang khas.

Bila dicicipi, pisang dan ketan terasa menyatu sempurna dan menghasilkan tekstur empuk bercampur rasa gurih dan manis. Jajanan ini bisa dicicipi hanya dengan harga Rp3.000 sampai dengan Rp5.000 saja.

Terbilang sudah langka, ledre bisa didapatkan di barisan kios jajanan pasar di Pasar Gedhe, di Warung Miri, Gandekan, dan di Jalan Samanhudi, Laweyan. Kios ini biasanya buka dari jam 07.00-12.00 WIB

Pada sore hingga malam hari, Anda bisa menemukannya di Warung Gorengan Manunggal Rasa Pak Dagdo, Keprabon yang buka pada pukul 16.00-24.00 WIB.

 

Article by

Haluan Logo